Hello! SEOUL!

2.2K 91 0
                                        

disamping ada abang Chansung yg kece badai.

***

Setelah ia mencari informasi dan dibantu GPS, Lyra pun berhasil sampai di Namsan tower. Menara tinggi salah satu daya tarik wisatawan yang terdapat banyak gembok-gembok cinta. Sesampainya, Lyra segera membeli 3 gembok. Untuknya, Ayah dan mendiang Ibunya, yang kemudian ia gembok bersama.

Dari atas tower, terlihatlah pemandangan sore Kota Seoul.

“Tapi pasti lebih indah kalau malam hari”Gumam Lyra.

“Bagaimana ya kabar para pengawal itu? Aku yakin mereka sedang mencariku haha”Ucapnya lagi.

Kebebasan, walaupun ia tidak pernah diizinkan hang out dengan teman-temannya. Setidaknya sebelumnya ia bisa pergi kemana saja dengan Ibunya. Tapi, saat ini ia harus mengubur segalanya. Tidak punya teman, ditambah harus diekori para pengawal, itu semakin menambah kata mustahil dalam kehidupan sosialnya.

Tiba-tiba dering ponselnya berbunyi. Lyra mengeluarkan ponsel yang berada di dalam tasnya.

Ayah!

“Aku tahu pasti Ayah akan memarahiku dan bertanya aku ada dimana”Gumam Lyra.

Lalu mereject dan kemudian mematikan ponselnya.

“Maaf Ayah, setidaknya biarkan aku berjalan-jalan sebentar”Ucap Lyra dalam Bahasa Indonesia.

Lyra bergegas meninggalkan Namsan Tower. Ia beralih tempat ke Sungai Han. Bukankah dia punya jiwa petualang sejati? Pertama kalinya di Korea, dan tanpa tersesat dapat menemukan tempat yang ia ingin kunjungi.

“Haaaah segarnya disini”Ucapnya.

Lyra duduk di tepian sungai, sampai seorang Pria duduk di sebelahnya.

“Kau sendirian atau menunggu seseorang?”Tanyanya.

“Nuguseyo? Apa mengenalku?”Tanya Lyra.

“Jika kau sendiri aku bisa menemanimu”Ucapnya.

Lyra mengernyitkan dahi.

“Tenang, aku bukan orang jahat. Hwang Chansung Imnida”Ucap Pria itu.

Lyra tak menjabat tangan Pria itu. Simple alasannya, siapa tahu dia berniat menghipnotisnya.

“Lyra Imnida”Balas Lyra.

Pria itu mengendikkan bahunya karena tangannya tak disambut Lyra.

“Kenapa sendirian?”Tanya Chansung.

“Karena ingin sendiri”Jawab Lyra.

Chansung menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Pasti kau sedang bosan?”Tanya Chansung.

Lyra melempar kerikil ke Sungai.

“Bosan dengan peraturan”Balas Lyra.

“Kutebak, orang tuamu memprotectmu?”Tanyanya.

“Kau tahu?”Tanya Lyra.

“Tertulis di atas kepalamu. Kalau kau sedang kesal karena dikekang”Jawab Chansung.

“Karena aku menyukai kebebasan”Balas Lyra.

“Mereka hanya khawatir padamu, sehingga berlebihan. Itu demi kebaikanmu”Ucap Chansung.

“Tidak mereka. Hanya ada Ayahku”Ucap Lyra.

“Ayah?”Tanya Chansung.

“Appa. Eommaku sudah tiada”Jawab Lyra.

I'm (not) A PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang