Baca ceritaku yg Similar & Different yaaaa
"Ke acara amal? Aku tak mau Ayaaaah"Ucap Lyra lalu menghempaskan tubuh di sofa.
"Acara ini dihadiri anak dari beberapa pejabat. Masa harus Ayah yang datang. Lagi pula banyak artis yang ikut serta. Bukankah kamu suka dengan Boygroup?"Tanya Ayah.
"Tapi tetap saja aku yakin membosankan"Jawab Lyra.
"Coba kau lihat dari acara amalnya. Kamu bisa membantu anak-anak itu bukan?"Tanya Ayah.
Dengan terpaksa Lyra mengangguk dan menyetujui.
"Lalu apa yang ingin kamu sumbangkan?"Tanya Ayah.
Lalu Lyra berpikir. Baju? Bukankah seharusnya menyumbangkan baju anak? Sepatu? Tentu saja tak akan muat dan Lyra tak punya banyak koleksi sepatu. Acara amal ini mengharuskan pesertanya menyumbangkan barang-barang yang dimiliki tanpa harus membeli terlebih dulu. benar-benar merepotkan. Padahal, bisa saja ia dengan mudah membeli barang-barang untuk disumbangkan.
Lalu terdapat lampu terang di atas kepalanya pertanda ia sudah menemukan apa yang harus ia sumbangkan.
"Koleksi Barbieku Ayah"Ucap Lyra.
"Kau yakin? Bukankah itu sudah kau kumpulkan sejak kau balita?"Tanya Ayah.
Lyra merengut mendengarnya. Benar juga, bahkan banyak koleki Ibunya terdahulu yang sudah dipindah tanganka pada dirinya. Tentu saja punya banyak kenangan untuk Lyra.
"Tidak usah jika kamu seperti itu"Ucap Ayah.
"Tidak Ayah. Aku akan tetap menyumbangkannya"Jawab Lyra.
"Kim Ahjumma ikut aku"Ucap Lyra.
Lalu Lyra berjalan diikuti Kim Ahjumma dan Chansung dibelakangnya. Hingga langkahnya berhenti di sebuah lemari berukuran besar yang dipenuhi Barbie-barbie yang nampak baru.
"Tolong siapkan kotak-kotak untuk mengangkut mereka"Ucap Lyra.
Kim Ahjumma pun kembali untuk menyiapkan kotak yang Lyra masuk. Lyra membuka lemari itu dan mengambil satu boneka Barbie. Lihatlah semua bonekanya masih dalam kardusnya masing-masing.
Lyra sebenarnya enggan. Tapi, ia sudah dewasa dan sepertinya waktunya tak cukup lagi untuk merawat mereka dan bermain dengan mereka. Jadi ia putuskan untuk menyumbangkannya, dan ia yakin anak-anak itu bisa merawatnya.
Mungkin boneka Barbie itu ada lebih dari 50. Atau mungkin mencapai 100. Tentunya semua boneka Barbie Lyra dibeli di luar negeri dengan harga yang tak murah. Lyra tak perduli dengan harga, asal ia dan ibunya suka ia akan membelinya. Ibu Lyra juga salah satu penyuka Barbie, karena itu menurun pada Lyra. Tapi semenjak Ibunya sakit ia sudah tak pernah menyentuh boneka-boneka itu lagi.
"Apa Agasshi berniat menyumbangkan mereka?"Tanya Chansung.
"Ne"Jawab Lyra.
" Saya dengar Nona sangat merawat mereka. Apa Nona yakin?"Tanya Chnsung.
"Ne"Jawab Lyra.
"Baiklah kalau begitu saya bantu merapikannya"Balas Chansung.
Chansung pun membantu Lyra merapikannya.
*********
"Kenapa harus aku yang datang? Aku banyak kegiatan Hyung"Ucap Sang Hyuk.
"Apa? Kau banyak kegiatan apa?Tanya Hak Yeon.
"Kau belum tahu? Nanti aku akan tampil di Arts Show. Walaupun bukan aku yang menjadi penampil utama"Jawab Sang Hyuk.
"Sudah bisa tampil saja suatu keajaiban"Ledek Jae Hwan.
"Ya! Hyung"Omel Sang Hyuk.
"Lalu siapa yang akan datang menemani Hongbin"?Tanya Won Sik.
"Taek Woon Hyung saja"Jawab Sang Hyuk.
"Aku malas. Aku mau beristirahat di Dorm"Balas Taek Woon yang sedang bermain game di Iphonenya.
"Ya! Hyung itu kan acara amal. Bukankah kau menyukai anak-anak?"Tanya Sang Hyuk.
Taek Woon nampak berpikir.
"Tidak ada salahnya kau kesana. bukankah kau bilang sedang bosan? Kupikir kau bisa bersenang-senang disana"Ucap Hak Yeon.
"Ne Hyung. Temani aku ne?"Tanya Hongbin.
Benar juga bukan? Jung Taek Woon yang memang terlihat menyeramkan itu sangat menyukai anak-anak. Karena mereka bisa membuat seorang singa kelaparan bisa tersenyum manis.
"Geurae, aku akan pergi dengan Hongbin"Ucap Taek Woon.
"Yeay"Sang Hyuk senang karena bisa terbebas dari acara amal yang menurutnya membosankan.
***********
Hari ini hari sabtu, dan hari Lyra akan pergi ke acara amal itu. Ia sudah siap dengan baju berkerah berwarna krem, rok rample selutut berwarna biru laut, sepatu kets berwarna cokelat senada dengan pita yang ia jepit di rambutnya. Yeoppuda!.
"Agasshi, kenapa berpakaian seperti ini?"Tanya Stylist Park yang berhasil membuat senyuman Lyra menghilang.
"Lalu kau menyuruhku memakai apa? Gaun?"Tanya Lyra.
"Sebentar saya pilihkan"Jawab Stylist Park lalu masuk ke kamar Lyra.
"Kim Ahjumma semua sudah siap kan?"Tanya Lyra pelan.
Kim Ahjumma mengangguk.
"Bereskan dia aku pergi sekarang"Ucap Lyra.
Kim Ahjumma memberikan ibu jarinya tanda tenang saja Agasshi.
"Kajja!"Ucap Lyra pada Chansung.
Lyra pun segera berlari ke luar rumah. Chansung yang mengikutinya hanya bisa tersenyum melihat Lyra hendak mengerjai Stylist Park.
Setelah masuk ke mobil, Lyra pun berangkat.
"Dia pikir siapa eoh? Menurutku ini sudah yang paling baik. Ahjussi eotthae? Pakaianku tak salah kan?"Tanya Lyra.
"Apapun yang Agasshi pakai pasti bagus"Jawab Lee Ahjussi dengan senyuman menawannya.
"Aigoo Ahjussi bisa saja"Ucap Lyra.
Tiga puluh menit kemudian sampailah ia di salah satu panti asuhan terbesar di Seoul, tempat diselenggarakannya acara.
Lyra keluar dari mobil. Matanya menerawang para peserta yang ikut acara ini. Rupanya sudah banyak yang datang. Tentu saja banyak yang bukan orang sembarangan, karena banyak juga pengawal yang berjaga.
Lalumelangkahkan kakinya masuk setelah memastikan kotak-kotak yang membawa barbienya diturunkan dan diangkut ke dalam.
Lyra berharap ada yang ia kenal disini. Kalau tidak ia bisa-bisa pergi diam-diam karena kebosanan.
Beberapa panitia menyapa Lyra saat berpapasan, mereka meminta Lyra untuk segera bergabung di Team A di bagian anak-anak.
Lyra pun menghampiri ke kelompok orang di bagian kanan darinya. Sepertinya banyak selebriti di Team A. karena banyak paparazzi yang meliput di sini. Lalu Lyra melihat satu persatu dari mereka sambil ia berjalan mendekat.
"Hongbin Sunbae?"Gumamnya saat melihat lelaki dengan jas pink muda yang membuat kesan bersahabat dengannya.
Yaampun kenapa harus ada singa?Gumam Lyra setelah melihat seseorang disamping Hongbin.
Siapa lagi kalau bukan Taek Woon. Kebetulan kah? Atau takdir?
Setelah menimang-nimang, akhirnya Lyra memutuskan bertemu dengan mereka. Karena hanya Hongbin yang ia kenal. Ya walaupun ujungnya ia harus tersangkut dengan Leo.
"Sunbae"Panggil Lyra setelah benar-benar dekat.
Taek Woon hanya melirik Lyra dengan ekor matanya tanpa menoleh sedikit pun.
Mau apa gadis ini kemari? Gumamnya dalam hati.
"Lyra-ya. Kau kemari?"Ucap Hongbin dengan senyuman menawannya.
"Aku diundang. Jadi aku datang"Jawab Lyra.
Lalu Lyra duduk disamping Taek Woon karena kursi kosong disana tempatnya.
"Annyeong Prince tampan tanpa ekspresi. Kita bertemu lagi"Ucap Lyra yang ditertawakan Hongbin.
Tapi Taek Woon hanya menatapnya sekilas dengan tatapn sinis.
"Untung ada Sunbae, setidaknya ada yang bisa ku ajak bicara"Lanjut Lyra.
" Apa sudah mulai?"Tanya Lyra sambil menoleh ke arah Taek Woon.
"Sudah. 15 menit yang lalu, kami sedang menunggu games apa yang akan dimainkan"Jawab Hongbin.
Padahal Lyra ingin Taek Woon yang menjawab. Tapi singa satu ini bertingkah seperti robot yang hanya menatap kedepan.
"Baiklah, games kali ini adalah petak umpet. Dua orang dari kalian dan satu anak panti akan menjadi satu team. Silahkan lihat ke samping kanan dan kiri kalian, itulah pasangan kalian. Setelah itu maju kedepan untuk mendapatkan satu anak"Ucap MC.
Lyra menoleh,
"Yaampun"Ucapnya.
Sementara Taek Woon hanya mendengus. Hongbin yang duduk dibelakang Taek Woon hanya tertawa.
"Tahu begitu aku tak mau duduk disini"Ucap Lyra.
"Kau pikir aku mau berpasangan denganmu?"Tanya Taek Woon.
"Bukan itu masalahnya. Kau itu seperti patung"Jawab Lyra.
"Jweisonghamnida untuk dua orang yang ada disana segera maju kedepan"Ucap MC.
"Mworaguyo?"Tanya Taek Woon.
"Ne, kau seperti patung"Jawab Lyra.
"Taek Woon Hyung, Lyra"Panggil Hongbin.
"Apa?"Ucap mereka serempak.
"Jweisonghamnida untuk dua orang yang ada disana segera maju kedepan"Ucap MC lagi.
Lyra menoleh ke sekitarnya. Oh damnHanya ia dan Leo yang belum maju. Jadi yang dimaksud MC adalah dirinya dan Leo? Memalukan!
Lyra pun maju dengan wajah malu. Sedangkan Leo tetap saja dengan wajah tanpa ekspresinya.
"Karena kalian terakhir, dan kalian mendapat sisa. Jadi kalian mendapat 2 anak"Ucap MC.
"What?"Tanya Lyra.
Sementara Taek Woon hanya meliriknya sinis.
Hadirlah sepasang anak, perempuan dan laki-laki yang masing-masing berumur 4 dan 5 tahun.
"Noona cantik. Jeoneun Kim Gi Chan Imnida"
"Jeoneun Baek Gi Eun Imnida"
"Wah nama kalian sedikit mirip ne? seperti kembar"Tanya Lyra.
Lalu mereka mendapat pengarahan tentang games kali ini. Pengarahannya sama seperti mengarahkan games petak umpet pada umumnya. Tapi kesulitannya adalah membawa dua anak sekaligus. Sedangkan yang lain hanya satu anak.
"Ini semua gara-gara kau Pangeran tanpa ekspresi"Ucap Lyra.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
FanfictionTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
