Jangan lupa voment yaaaa
Setelah menyelesaikan aktivitas memasak, tak lama Yoongi dan yang lainnya tiba. Lyra yang masih sibuk dengan pikirannya tampak lega karenanya.
"Oppa apakah kau membeli ice cream?"Tanya Lyra.
"Ne, kata Pengawal Hwang kau penggemar ice cream jadi kubelikan"Jawab Yoongi.
"Gomawoeyo"Ucap Lyra.
Setelah menerima semangkuk ice cream, Lyra segera mengambil sesendok ice creamnya dan menaruhnya di atas pancake yang ia buat. Heum, so yummy!
"Kenapa hanya membuat dua?"Tanya Taehyung.
"Kau mau?"Tanya Lyra.
"Tentu saja"Jawab Taehyung.
Lyra melihat Jin yang berjalan, hendak duduk di sebelahnya yang masih memiliki ruang.
"Kajja! makan bersama"Balas Lyra lalu ia bangkit dan duduk di sebelah Taehyung di seberang.
Jin menghentikan pergerakannya saat ia mau duduk, ia menyadari Lyra tak mau duduk disebelahnya. Dengan kata lain, menghindarinya.
Yoongi dan Chansung juga menyadari keanehan itu. Didalam otak mereka, sama-sama berpikir apa yang terjadi diantara mereka saat kutinggal?. Chansung semakin menyalahkan dirinya karena ia tak tetap tinggal di Dorm.
Lyra makan sepiring berdua dengan Taehyung. Jin terus menatap penuh tanya pada Lyra. Sementara Lyra selalu berusaha tak bertemu pandang dengan Jin.
Apa dia marah padaku? Apa sikapku terlalu cepat? Pertanyaan itu terus berputar di otak Jin.
Nam Joon yang baru keluar dari kamar mendapat tatapan Apa yang terjadi selama aku tak ada? dari Yoongi. Tapi Nam Joon membalas tatapan Yoongi dengan tatapan 'Apa yang kau maksud Hyung?'.
"Jeongmal Paboya!"Ucap Yoongi untuk Nam Joon.
Semua pun menoleh padanya, sampai Yoongi pun tersadar akan ucapannya dan tersenyum tanpa dosa.
"Kau harus hati-hati Taehyungie. Nanti kau disukai juga olehnya"Ucap Hoseok.
"Ya! Hoseok-ah"Ucap Lyra kesal.
"Biarkan saja. Aku malah senang"Jawab Taehyung.
Lyra pun menjulurkan lidahnya untuk mengejek Hoseok.
Sejujurnya, Lyra sedang tak nyaman disini. Rasanya ia ingin keluar dari Dorm ini agar ia bisa mengeluarkan segala unek-uneknya dan ekspresinya.
"Nona, sekarang sudah pukul 19:30, kusarankan untuk pulang agar bisa makan malam dirumah"Ucap Chansung seolah sangat mengerti apa yang ada dipikiran Lyra.
"Oh, kau benar. Oppa, aku pulang Ne?"Tanya Lyra.
"Baiklah, kau juga butuh istirahat. Kau kan besok sekolah"Jawab Yoongi.
Sebenarnya alasan Yoongi adalah ia merasa bersalah karena meninggalkan Lyra tadi. Walaupun ia tak tahu apa yang terjadi. Tapi ia mengerti suasana canggung antara Lyra dan Jin. Ditambah ia sangat penasaran dan ingin cepat menanyakan apa yang terjadi.
"Kalau gitu aku pulang"Ucap Lyra setelah mengambil tasnya dan mencium pipi Yoongi.
"Noona aku juga, poppo"Ucap Taehyung sambil menunjuk-nunjuk pipi kanannya.
Lyra memberikan tinjunya pada Taehyung untuk menyuruhnya diam. Taehyung ditertawakan Hoseok dan Nam Joon.
"Nam Joon-ah, Taehyung-ah, Hoseok-ah, Jin Op..pa aku pulang. Salam untuk jimin dan Jungkookie"Ucap Lyra.
"Annyeong"Tambahnya lalu bergegas pulang.
Yoongi mengantar Lyra sampai pintu. Setelah itu ia kembali dengan berbagai pertanyaan yang ada dikepalanya.
"Hyung apa yang terjadi?"Tanya Yoongi.
Hoseok dan Taehyung yang tak peka hanya saling pandang dan kemudian mengendikkan bahu tak mengerti.
Jin tak menjawab.
"HyungSebenarnya apa yang kau lakukan?"Tanya Yoongi lagi.
"Bisakah kau diam eoh?"Ucap Jin.
Ia mengacak rambutnya lalu pergi masuk ke kamar. Membuat Nam Joon, Hoseok dan Taehyung menatap horror pada Hyungnya itu.
"Ya! Kim Nam Joon. Aku meninggalkanmu disini untuk melihat situasi. Sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya Yoongi.
"Mianhaeyo Hyung, tadi mereka bercanda dan berikap biasa saja. Karena merasa menjadi patung yang tak dianggap, aku masuk kamar dan bermain games. Setelah itu aku keluar saat kalian pulang tadi"Jawab Nam Joon polos.
"Hahahaha"Taehyung dan Hoseok kompak tertawa.
Poor Nam Joon.
"Neo jeongmal paboya"Jawab Yoongi.
********
"Neo paboya Lyraaaaa"Ucap Lyra frustasi setelah melamun.
"Jweisonghamnida Agasshi, selama saya tak ada, apa terjadi sesuatu?"Tanya Chansung yang sedari tadi memperhatikan sikap frustasi Lyra.
"Tidak ada. Sudah jangan Tanya hal itu arasseo?"Balas Lyra.
"Nde Agasshi"Jawab Chansung.
Setelah masuk mobil dan sampai dirumah,
"Neo paboya Lyra"
"Youre so stupid Lyra"
"Pabo"
Ucapan itu diucapkan Lyra setelah melamun mengingat apa yang dilakukan Jin padanya. Chansung semakin menebak-nebak apa yang terjadi sebenarnya pada Lyra.
Sampai disaat makan, Lyra sungguh tak bernafsu untuk makan.Kim Ahjumma memandang penuh tanya pada Chansung, yang dibalas gelengan kepala oleh Chansung.
"Agasshi, kenapa Agasshi murung begitu?"Tanya Kim Ahjumma.
"Aniyo Ahjumma"Jawab Lyra.
Lyra mengambil gelas yang ada didekatnya dan meminumnya.
"Tapi Nona terlihat seperti orang yang habis kehilangan sesuatu yang berharga saja"Ucap Kim Ahjumma.
"Uhukk uhukkk" Lyra tersedak air yang ia minum.
Kim Ahjumma langsung menghampiri Lyra dan menepuk kecil pundak Lyra.
"Nona, gwenchanayo? Pelan-pelan kalau sedang minum"Ucap Kim Ahjumma.
Ah tidak, rasanya Lyra benar-benar ingin merendam kepalanya di air es.
Mwo? Sesuatu yang berharga?, Gumam Chansung dalam hati.
Chansung seperi mengerti apa yang terjadi pada Lyra. Setelah ucapan Kim Ahjumma ia langsung tersedak. Bisa dikatakan, itulah penyebab akan sikapnya saat ini. Tapi apa? Chansung masih membenahi benang kusut yang ada diotaknya.
**********
To: Lyra 21:00
Lyra-ya
Semoga Lyra membalasnya. Itulah harapan Jin sesaat setelah menyentuh SEND di ponselnya. Namun biasanya Lyra yang membalas dengan cepat tak kunjung membalas.
To: Lyra 21:15
Kau marah denganku? Mianhaeyo.
"Arrrggghh seharusnya aku tak melakukan itu. Neo paboya Jin"Gumam Jin sambil mengacak rambutnya.
To: Lyra 21:40
Jeongmal Mianhae, seharusnya aku bisa mengontrol sikapku.
Jin semakin frustasi karena Lyra tak membalasnya. Ia semakin menyesal karena Lyra tak mengjawab teleponnya setelah menyerah mengirimikan pesan yang tak dibalas Lyra.
Ceklek.
Pintu terbuka, lalu muncullah sebuah kepala yang tak lain adalah Yoongi, ia masih belum menyerah mendapatkan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Hyung bolehkah aku masuk?"Tanya Yoongi.
Jin menangguk. Yoongi pun langsung masuk dan menutup pintu. Setelah itu ia duduk disebelah Jin.
"Hyung, ceritalah padaku. Mungkin aku bisa membantu. Aku juga merasa bersalah karenanya"Ucap Yoongi tulus.
"Aniya, ini salahku Yoongi-ya. Seharusnya aku bisa menahan emosiku"Jawab Jin.
"Maksudmu Hyung?"Tanya Yoongi.
Jin pun menceritakan apa yang terjadi pasca ditinggal Nam Joon ke kamar. Selama bercerita, Jin menampilkan raut penyesalan.
"Aku tak tahu kenapa Lyra bersikap seperti itu. Nanti aku coba bicara padanya. Kalau menurutku dia hanya shock Hyung"Ucap Yoongi.
"Semoga saja"Jawab Jin.
"Kau lucu Hyung. Kau tak menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan"Ucap Yoongi.
"Tapi aku menyesal melakukannya. Mianhae Yoongi-ya. Aku tak bermaksud menyakiti atau membuat adikmu tak nyaman"Ucap Jin.
"Arasseo Hyung"Jawab Yoongi.
"Jangan kau ceritakan pada yang lain ne?"Pinta Jin.
Yoongi mengangguk.
**********
Di kamar, Lyra tak bisa tidur. Sudah berbagai gerakan ia rubah demi mendapatkan posisi enak, tapi tetap saja ia tak bisa terpejam.
Hingga akhirnya ia frustasi dan memilih duduk.
"Haisshh jinjja! Neo Paboya Lyra! Kenapa kau tak bisa berkutik saat itu eoh?"Ucap Lyra sambil mengacak-acak rambutnya.
Ponsel Lyra berbunyi, sebuah pesan masuk.
From: Jin Oppa 21:00
Lyra-ya
Bagaimana ini? Apa harus kubalas? Eotthokae? Gumam Lyra.
Lyra terus berperang antara hati dan pikirannya. Hatinya berkata dia ingin membalas, tapi pikirannya terlalu malu akibat insiden.
Lyra masih tak bisa mengartikan sikapnya sendiri. Kenapa ia tak menolak saat Jin menciumnya? Apa ia menyukainya? Apakah insiden itu terlalu cepat dan tanpa peringatan sebelumnya, jadi ia tak bisa berkutik?
Ponsel Lyra berbunyi lagi.
From: Jin Oppa 21:15
Kau marah denganku? Mianhaeyo.
"Bagaimana ini? Aku tak marah denganmu Oppa. Aku hanya tak tahu harus bagaimana"Ucap Lyra sambil memandangi layar ponselnya yang menampilkan isi pesan dari Jin.
Lyra kembali merebahkan dirinya di tempat tidur secara asal. Ia menggerak-gerakkan tangannya layaknya mengibaskan sayap. Lalu ia merubah posisi menjadi telungkup dan membenamkan diri di balik bantal. Lalu dia kembali lagi ke posisi terlentang dan menyembunyikan tubuhnya dengan selimut. Lalu dua menit kemudian ia membuka asal selimutnya ketika ponselnya kembali berdering.
From: Jin Oppa 21:40
Jeongmal Mianhae, seharusnya aku bisa mengontrol sikapku.
Ibu ciuman pertamaku sudah ia ambil, Gumam Lyra.
Lalu ia kembali mengacak rambutnya yang memang sudah kusut karena sudah lebih dari sepuluh kali ia acak dari tadi.
Ia masih tak membalas pesan dari Jin karena memang dia masih mendapatkan pemenang dari peperangan antara hati dan pikirannya. Sampai pukul 11 malam ia pun tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
Fiksi PenggemarTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
