Jangan lupa baca similar & different jugaaaa
Setelah sampai di Rumah Sakit, Chansung segera memberikan informasi tentang keadaan Lyra ke Uisa. Sangat detail, dari denyut nadi, detak jantung, suhu tubuh yang bahkan bisa ia rasakan tanpa thermometer sekalipun. Jong In sampai bingung kenapa Chansung bisa sedetail itu. Apa mungkin itu semua karena pelatihan yang ia terima? Seperti alasan Chansung kemudian setelah ditanya Jong In.
Kini mereka menunggu di luar ruangan. Menunggu Pria berjubah putih alias jas putih khas Uisa. Jong In duduk dengan raut wajah gusar khawatirnya. Rambutnya berantakan karena berkali-kali ia remas karena menahan rasa khawatir. Sedangkan Chansung mondar-mandir di depan ruangan. Lalu ia menghubungi beberapa rekannya untuk menyelidiki penyebab Lyra sakit, lewat alat telekomunikasi yang terhuhubung ke telinganya.
Ceklek.
Pintu terbuka, Chansung langsung mendekat, Jong In segera bangkit dari duduknya.
"Bagaimana Uisanim?"Tanya Chansung.
"Benar seperti dugaan Anda, alerginya terhadap udang kambuh. Tapi saya curiga, jika yang ia makan adalah Lobster. Karena menimbulkan reaksi sesak napas yang berlebihan dan cepat menyerangnya"Jawab Uisa.
"Lalu apakah ia sudah sadar?"Tanya Jong In.
"Untuk saat ini ia sudah sadar. Tapi kondisinya masih sangat lemah. Kami sudah memberikannya obat. Dia akan mengalami muntah-muntah nanti"Jawab Uisa.
"Kamsahamnida Uisanim"Ucap Chansung dan Jong In.
"Cheonmaneyo"Jawab Uisa lalu ia pergi.
Kenapa bisa ia makan itu? Aku yakin ada sabotase disini. Kim Ahjumma yang selalu menyiapkan bekal dan Maid yang lain sudah tahu apa yang boleh dan tidak dimakan oleh Lyra. Aku harus menyelidikinya. Gumam Chansung dalam hati.
"Bagaimana keadaannya?"Tanya seseorang yang membuat Jong In dan Chansung menoleh.
Terlihatlah seorang Yoongi dengan napas terengah. Bagaimana tidak, ia dari lobby berlari dengan kencang.
"Sudah sadar. Tapi tadi cukup mengkhawatirkan"Jawab Chansung.
"Bagaimana dia bisa sesak napas seperti itu?"Tanya Yoongi.
"Alerginya yang sudah lama tak muncul, yang menyebabkan ia sesak napas, kini kambuh"Jawab Chansung.
"Alergi? Mworaguyo?"Tanya Yoongi.
"Agasshi, punya alergi dengan makanan jenis udang. Bahkan untuk menghindari alergi, ia juga tak makan makanan laut. Itu sebabnya ia selalu membawa bekal, jikalau menu makan siang di sekolah adalah makanan laut, Maka ia bisa memakan bekalnya"Jawab Chansung.
"Pantas saja ia selalu makan bekalnya jika menunya makanan laut. Atau kalau ia tidak membawa bekal, ia hanya makan nasi dengan sayur"Ucap Jong In.
"Tapi kenapa ia bisa memakan udang? Apa disekolah tadi saat makan siang?"Tanya Yoongi.
"Aniyo, ia tadi memakan bekalnya"Jawab Jong In.
"Maka dari itu, aku sudah mengirim beberapa orang untuk menyelidiki disekolah. Sangat tidak mungkin jika ia membawa bekal makanan seperti itu dari maid dirumah. Karena semua Maid bahkan pengawal sekali pun tahu apa yang boleh dan tidak boleh dimakan Agasshi"Balas Chansung.
"Maksudmu?"Tanya Yoongi.
"Aku curiga ada teman sekolahnya yang menyabotase"Jawab Chansung.
"Kurasa tidak. Karena ia tadi datang terlambat dan dikelas bersamaku dan yang lain. Jadi tidak ada waktu untuk pelaku dengan tuduhanmu itu Hyung"Ucap Jong In.
Chansung tampak berpikir.
Benar, tadi Lyra datang setelah itu kelas dimulai. Dan sampai istirahat kelasnya tidak belajar diruang musik, atau ruang dance, melainkan dikelas. Sampai jam makan siang tiba, dan kejadian itu berawal.
"Yasudah, aku ingin menengoknya kedalam"Ucap Yoongi.
********
Beberapa saat kemudian, setelah membiarkan Lyra istirahat pasca kesadarannya kembali. Chansung segera memberondong pertanyaan untuknya.
"Agasshi, coba jelaskan apa yang tadi Agasshi makan saat makan siang?"Tanya Chansung.
"Aku makan fillet. Mmm Chicken Fillet sepertinya"Jawab Lyra.
"Apa Agasshi yakin?"Tanya Chansung.
"Mollayo"Jawab Lyra polos.
Jong In memberikan Lyra minum lalu duduk di sisi ranjang. Sedangkan Chansung berdiri tak jauh dari mereka.
Tok..tok..tok
Chansung membukakan pintu. Lalu berhamburanlah manusia-manusia super berisik. Yaejin, Kyungsoo, Sungjong, dan Sehun, Hoseok dan Jimin.
"Lyraaaaaa"Teriak Yaejin.
"Ya! Bisakah suaramu itu kau pelankan?"Tanya Hoseok.
"Wae? Sudah kuduga kau akan mencari ribut saja. Setidaknya kau tidak perlu ikut tadi"Ucap Yaejin.
"Bagaimana tidak, ada Hyungku disini"Jawab Hoseok.
"Aishh.. sudah-sudah kalian ini mengganggu ketenangan saja"Balas Jong In.
Lyra tertawa mendengarnya.
"Gwencana? Bagaimana keadaanmu?"Tanya Kyungsoo.
"Kami sangat khawatir padamu"Lanjut Sungjong.
"Haish, kau ini, tahu tidak, kau sudah membuat sekolah kita jadi didatangi orang-orang yang seperti detektif"Cibir Hoseok.
"Nan Gwenchana. Kalian tidak perlu repot kemari. Aku tahu pasti jadwal kalian sibuk"Jawab Lyra.
"Mwoya? Detektif apa maksudmu Hoseok?"Tanya Lyra.
"Sudah jangan dengarkan dia"Ucap Sungjong.
Lyra tertawa kecil.
"Kau ini, bahkan Sehun saja memaksa kemari karena ia juga khawatir"Ucap Kyungsoo.
"Ne?"
Sementara Sehun menatap tajam Kyungsoo.
"Oh, ini tadi kotak bekal, botol minum, dan tasmu yang tertinggal"Ucap Yaejin.
Lalu ia menatuh Tas Lyra yang tadinya dibawa Kyungsoo.
"Gomawo"Jawab Lyra.
"Dimana Yoongi Hyung?"Tanya Jimin.
"Aku menyuruhnya makan dulu"Jawab Lyra.
Chansung mengamati kotak bekal yang ada di meja. Ia lalu mengambilnya.
"Agasshi, siapa yang memberikanmu kotak bekal ini?"Tanya Chansung.
Otomatis semuanya langsung bingung dan menatap Chansung dan Lyra bergantian.
"Waeyo?"Tanya Lyra.
"Katakan saja. Ini bukan milik Agasshi"Ucap Chansung.
"Tadi Stylist Park yang memberikannya. Ia bilang dari Kim Ahjumma"Jawab Lyra polos.
"Memangnya kenapa?"Lanjut Lyra.
"Agasshi, kau tidak tahu kau memakan makanan yang membuat alergimu kambuh? Jadi wanita itu yang ingin mencelakai Agasshi. Saya akan mengurusnya, nanti akan ada pengawal lain yang akan menjaga Agasshi sampai saya kembali"Jawab Chansung.
Lalu ia berbalik dan hendak pergi, tapi ia berbalik kembali.
"Dan lain kali, jangan terima apapun sesuatu yang bukan dari Kim Ahjumma, jangan diterima atau kau tanyakan pada daya dulu"Ucap Chansyng.
Ia lalu segera melesat pergi. Bahkan Lyra masih mencerna kalimat-kalimat yang Chansung ucapkan.
Alergi? Sudah 7 tahun tidak pernah kambuh. Padahal tadi aku merasa yang aku makan itu Chicken Fillet, Gumam Lyra.
"Hyung Pengawal memang daebak! Bahkan ia bisa tahu mana yang milikmu dan mana yang bukan"Ucap Jong In.
"Aku juga tak mengenali jika kotak bekal itu bukan kotak bekal yang biasa kubawa"Balas Lyra.
"Wah, Pengawal Hwang benar-benar daebak! Bahkan dia hafal itu kotak bekalmu atau bukan"Ucap Yaejin.
"Jadi maksudnya, stylist Park itu wanita yang ada dirumahmu waktu itu?"Tanya Hoseok.
Lyra mengangguk.
"Aku juga mengira dia orang licik"Ucap Hoseok.
"Lain kali kau hati-hati. Aku mendengar cerita Seo Seonsaengnim saat kau meminta pertolongan dan melihatmu sesak napas seperti itu sangat membuat khawatir"Ucap Jong In.
"Ne, Kkamjongie, jeongmal gomawo. Kalian semua, gomawoeyo"Ucap Lyra sambil tersenyum.
Syukurlah kau sudah lebih baik. Aku sungguh khawatir. Tapi, kenapa Hoseok bahkan sudah pernah ke rumahmu. Padahal yang kutahu ia selalu bertengkar denganmu. Gumam Sehun dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
FanfictionTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
