The reality is begin

643 36 4
                                        

Langkah kakinya berjalan menyusuri koridor sekolah. Masih seperti biasa, atmosfir disekitarnya masih sama dan sangat menyenangkan. Ya, Lyra merasa seperti itu. Tapi entah, sesungguhnya itu sama dengan yang dirasakannya atau tidak. Lyra terus melangkahkan kakinya hingga sampai di tempat tujuan, kelasnya, kemudian kursinya.

"Gwenchana?"Tanya Jong In yang berhenti bercengkrama dengan Yaejin.

"Maksudmu? Tentu saja aku baik"Jawab Lyra dengan kening berkerut.

"Aniya, hanya bertanya. Aku hanya heran, kenapa kau semangat sekali hari ini"Ucap Jong In.

"Aigoo, setiap hari aku memang semangat. Kemarin lusa aku bertemu dengan..... Taek Woon Oppa hehehe"Balas Lyra yang di akhir kalimatnya hanya berbisik menyebutkan nama Taek Woon.

"Haissh, aku tak suka kau terlalu senang karenanya"Ucap Jong In.

"Mworaguyo?"Tanya Lyra kesal.

Ding....dooong bel masuk berbunyi.

"Sudah-sudah, sebentar lagi Saem datang"Sela Yaejin.

Yaejin beranjak sambil menatap tajam Jong In tanpa diketahui Lyra yang sedang sibuk mengambil buku dalam tasnya. Jong In mengangguk malas mendapat tatapan mengancam dari Yaejin.

Lyra menaruh bukunya dimeja dan mulai membukanya, tanpa sadar Jong In menatapnya sedih.

Mianhae Lyra-ya, hari ini kau harus selalu disampingku. Gumam Jong In.

********

Seorang Pria melempar sebuah majalah yang dicovernya terdapat highlight hari ini ke atas meja, tepat di depan beberapa lelaki.

"Bisa kau jelaskan siapa gadis ini Jung Taek Woon?"Ucap Pria itu sambil menunjuk cover majalah gossip yang menunjukkan gambar dua orang yang berpelukan, laki-laki dan perempuan.

Sementara satu lelaki yang duduk di sebelah Jung Taek Woon hanya bisa memijat pelipisnya.

"Jawab pertanyaanku Jung Taek Woon? Kau selalu tidak pernah mendengarkan omonganku. Kalian sebentar lagi comeback, dan apa yang kau lakukan sekarang? Kau menciptakan scandal dengan gadis yang masih tidak diketahui?"Omel Pria itu.

Lalu ia mengusap kasar rambutnya dan menghembuskan napas kasar karena emosi.

"Mianhamnida Hyung, itu... itu se...sepupuku. Ya, itu sepupu"Jawab Taek Woon.

Lelaki yang duduk disamping Taek Woon memandang kearahnya tak percaya setelah ucapannya barusan.

"Kau yakin itu sepupumu? Bukan kekasihmu kan? Ah, kau memang benar-benar ingin membuat kariermu dan Groupmu hancur"Balas Pria itu.

"I'm serious, she just my cousin. Sepupu jauhku"Jawab Taek Woon tanpa ragu.

Sementara lelaki disampingnya hanya meremas tangannya kesal atas jawaban Taek Woon.

"Geurae, nanti aku akan katakan pada wartawan jika itu hanya sepupu jauhmu dari Amerika yang kebetulan sedang ada urusan disini. Tapi hari ini sudah kembali ke Amerika. Kau tak bisa keluar sebelum kita comeback, jangan coba-coba atau kariermu benar-benar selesai. Karena aku yakin sebentar lagi scandal ini akan mejadi topic panas dimana-mana"Ucap Pria itu.

"Aku harus kekantor untuk segera menyelesaikan masalah ini. Hak Yeon-ah, jaga dia jangan sampai pergi dari Dorm"Ucap Pria itu lagi.

"Ye, Jweisonghamnida Manager Hyung"Jawab Hak Yeon.

Setelah Pria itu yang ternyata seorang Manager dari Group Taek Woon pergi, Haek Yeon yang duduk di sebelah Taek Woon berdiri.

"Bagaimana bisa kau berkata Lyra hanya sepupumu? Apa kau tak memikirkan perasaannya nanti?"Tanya Hak Yeon.

I'm (not) A PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang