Seperti biasa, ritual saat makan siang tiba. Lyra duduk satu meja dengan Yaejin yang kini duduk di sebelah Kyunsoo dan disebelah Kyungsoo ada Sungjong. Sementara dihadapan mereka ada Lyra yang duduk ditengah antara Sehun dan Jong In.
Lyra memakan makanannya sambil sesekali bercanda dengan yang lainnya. Tapi dengan Sehun, ia masih saja seperti biasa. Seolah ia hanya mengenal Kyunsoo, Jong In dan Sungjong. Ia masih menjaga imagenya. Namun sesekali ia melirik Lyra yang sedang sibuk dengan sumpin dan nampannya.
Ponsel Lyra yang ia letakkan di meja di samping nampannya berbunyi. Lyra menghentikan acara makannya. Lalu mengambil ponselnya, mengetik password untuk membuka pesan itu. Yang lain memperhatikan Lyra dengan tatapan bertanya.
From: 0373580XXXX
Apa kau sedang makan siang?
Kedua alis Lyra bertaut. Pesan dengan hanya nomer yang tertera tanpa nama. Mengisyaratkan Lyra tak mengenali sang pengirim pesan. Chansung? Tidak mungkin. Jong In dan Yaejin? Untuk apa mereka mengirim pesan. Toh Lyra menyimpan nomer mereka dan ada di antara mereka. Ayahnya? Lebih tidak mungkin.
Lyra berpikir mengira-ngira siapa yang mengirimkannya pesan itu sambil mengetuk dagunya dengan telunjuk.
"Wae geurae?"Tanya Yaejin.
"Ani. Ada yang mengirimkanku pesan. Tapi aku tak tahu siapa"Jawab Lyra.
"Kau tanyakan saja siapa dia"Ucap Sungjong.
"Ah, Sunbae benar"Jawab Lyra sambil mengangguk-angguk.
"Ck. Pabo"Gumam Sehun yang tak terdengar.
To: 0373580XXXX
Im sorry. Who are you?
Setelah mengirimkan pesan balasan. Lyra menaruh ponselnya di meja dan melanjutkan makannya.
Ponselnya berbunyi lagi. Lyra segera meraihnya dan membaca pesan.
From: 0373580XXXX
Ini aku, yang kau panggil pangeran tampan tanpa ekspresi.
Lyra mengertutkan kening.
Pangeran tampan tanpa ekspresi? Siapa? Ku pikir yang kupanggil seperti itu hanya ada satu, Jung Taek Woon. Karena dia memang tampan tapi tak punya ekspresi sama sekali. Gumam Lyra dalam hati.
Tapi selanjutnya ia menyadari sesuatu.
"Mwo?"Ucapnya yang membuat kelima orang disekitarnya itu menatapnya heran.
Lyra buru-buru membalas pesan itu.
To: 0373580XXXX
Kau Taek Woon Oppa? Bagaimana bisa?
Lyra menunggu balasan dengan bergemetar ria. Lyra menggigit bibir bawahnya tak sabar menunggu kepastian siapa yang mengirimkan pesan.
"Kau kenapa eoh? Siapa yang mengirimkan pesan?"Tanya Jong In.
"Kau terlihat aneh"Ucap Kyungsoo
Ponsel yang ia genggam pun berbunyi. Ia langsung mengetik password untuk membukanya.
From: 0373580XXXX
Memang mau siapa lagi eoh? Tentu saja, kau lupa kalau Hongbin meminta nomer ponselmu?
"Aigooooooooo! omona omona"Ucap Lyra dengan ekspresi lucunya.
"Ya! Wae geurae?"Tanya Jong In.
"Kkamjongie, coba kau cubit pipiku sekarang"Jawab Lyra.
"Mwo?"Tanya Jong In bingung.
"Ppali"Ucap Lyra.
"Eoh"
Lalu Jong In mencubit pipi Lyra dengan kencang.
"Ya! Appooooo"Teriak Lyra lalu memukul lengan Jong In.
"Apa yang kau lakukan? Kau sendiri yang memintaku mencubit pipimu"Ucap Jong In.
"Hehehe mian. Aigoo Its not just a dream. Its real. Aaaaaaaa omona"Ucap Lyra.
"Who is he?"Tanya Sungjong.
"He?"Tanya Kyungsoo.
"Yang mengirimkannya pesan sampai sebegitunya pasti dari pria"Jawab Sungjong.
"Nugu?"Tanya Yaejin.
Tak ada balasan. Lyra kemudian menjadi seorang yang bahagia di dunianya sendiri.
To: 0373580XXXX
Maksudmu kau meminta nomerku dari Hongbin Sunbae? untuk apa?
Lyra hanya ingin tahu alasannya. Bukankah Taek Woon selalu bersikap acuh padanya? Ia tak mau membayangkan alasan yang ada dalam angannya saja.
Lyra menunggu balasan sambil sesekali menyeruput guava juice dihadapannya.
Sebenarnya siapa yang membuatnya menjadi aneh sepertii ni? Ucap Sehun dalam hati.
"Nugu? Apa orang yang mengirimkanmu pesan itu Hoobae atau lelaki yang lebih muda?"Tanya Jong In.
"Aniyo. Dia lebih tua dari kita"Jawab Lyra dengan senyuman yang penuh arti.
Ponselnya berdering.
From: Prince without expression
Wae? Kau tak suka aku mengirimkan pesan? Arasseo.
"Aniyo. Bukan begitu Oppa"Ucap Lyra tanpa ia sadari.
To: Prince without expression
Aniyo. Keunyang, aku hanya heran saja. Tapi aku senang kau mengirimkan pesan, jeongmal.
From: Prince without expression
Jangan katakan pada Hongbin dan Sang Hyuk jika aku mengirimkanmu pesan arasseo?
To: Prince without expression
Waeyo? Jangan katakan kalau kau mencuri nomer ponselku dari Hongbin Sunbae?
Yaejin, Kyungsoo, Jong In dan Sungjong saling bertatapan seperti mengerti karena Lyra hanya fokus melihat layar ponselnya.
"Are you okay baby?"Tanya Jong In.
"Yes"Jawab Lyra.
"You looks like a girl who.... emmmmm fallin in love"Balas Yaejin.
"Yes you right"Ucap Lyra yang kemudian tersadar.
"Ann...aniyo"Ucapnya.
Teorinya, ketika ada seseorang yang senang dicurigakan karena jatuh cinta, dan ia sibuk dengan dunianya dan hanya fokus ke satu sisi. Tanyakan saja tentang itu. Pasti dia akan menjawab jujur.
"Jadi siapa pria itu?"Tanya Jong In sambil mendekatkan kepalanya ke layar ponsel Lyra.
Lyra mengunci ponselnya sehingga layarnya mati.
"Bukan siapa-siapaJ"awab Lyra sambil menunduk.
Jong In dengan cepat mengambil ponsel Lyra dan berusaha membukanya. Tapi gagal.
"Wae? Tidak bisa? Tentu saja aku selalu bersikap waspada denganmu"Ucap Lyra lalu terkekeh geli.
"Aissh! kau tidak menganggapku sebagai sahabat?"Tanya Jong In mendramatisir.
"Eiy, kau tidak perlu berlebihan. Aku akan cerita padamu jika sudah tepat. Oh Yaejin-ah, pulang sekolah akan kutraktir Jajangmyun okay?"Ucap Lyra.
"Yeay. Okay dan kau harus bercerita padaku sebagai syaratnya"Jawab Yaejin.
Lyra mengangguk antusias.
"Kau curang"Ucap Jong In.
Ponsel Lyra berdering.
"Kembalikan Jong In"Pinta Lyra.
Tapi Jong In bersikap seolang merajuk dan mendiamkan Lyra.
"Come on Kkamjongie. Aku janji akan bercerita, bahkan private talk denganmu. Aku ingin bercerita dengan Yaejin dulu dengan sesama perempuan"Ucap Lyra.
"Yakso?"Tanya Jong In.
"Ne"Jawab Lyra.
Jong In pun mengembalikan ponsel Lyra. Lyra langsung membaca pesan yang ia terima.
From: Prince without expression
Bukan urusanmu. Nona menyebalkan :P
To: Prince without expression
Hahaha mengaku saja Oppa.kau mulai menyukaiku dan mencuri nomer ponselku karena gengsimu.
*******
Chansung yang menunggu di dalam mobil sedang membuka emailnya melalui ponselnya. ia merefresh inbox emailnya, dan keluarlah pesan-pesan baru yang ia terima. Tapi, ada satu pesan yang membuatnya langsung terfokus dan segera membukanya.
From: PM.Hwang@KS.com
Rupanya kau masih bertindak kekanakan Chansung-ah? kau masih tidak mau mengikuti perintahku? Untuk apa kau repot-repot kabur hanya demi impianmu itu eoh? aku jadi menyesal mengizinkanmu mengambil S1 mu sesuai apa yang kau mau, karena aku berharap setelah kau lulus S1, kau akan mengikuti perintahku karena apa yang ingin kau tekuni sungguh tidak sepenting dengan apa yang kutekuni. Pulanglah sebelum aku menyuruh orangku untuk mencarimu dan menyeretmu pulang, dan selagi media belum mengetahui kau kabur dan membuat masalah. Ingat statusmu dan status keluarga kita. Apa kau tak malu dengan gelar yang kau sembunyikan itu?
Jadi seperti ini caranya orang tua membujuk anaknya untuk pulang? Jadi ia sengaja mengizinkanku saat itu.... kukira ia benar-benar menyerah dengan ambisinya. gumam Chansung.
Lalu ia mulai merangkai kalimat sebagai balasan untuk pesan itu.
PM.Hwang@KS.com
Aku tak akan pulang Ayah. Meskipun kau tidak mengizinkanku mengambil jalanku sendiri, aku yakin aku bisa meraih S2ku dengan uangku sendiri. Cukup Hyung saja yang sudah mengikuti kemauanmu dan meninggalkan keahliannya sebagai atlit. Aku akan tetap mengejar impianku sebagai seorang Uisa dan akan menjadi Kepala Uisa di Rumah Sakit yang akan ku bangun.
Aku mencintaimu, Ibu dan Hyung.
Chansung menghela napas setelah mengirimkan pesan itu. Begitu rumit dirinya yang mempunyai Ayah sangat keras. Hah, mungkin beberapa orang yang mengenalnya akan menganggapnya ramah dan segalanya yang baik. Tapi bagi Chansung, ia adalah pemaksa dan egois.
Gelar? Apa hanya ada gelar yang ada di pandangan Ayahnya? Toh di zaman yang modern ini gelar itu sudah tak dipentingkan.
Kenapa Halmoni menikah dengan lelaki yang mempunyai gelar itu yang kemudian melahirkan Ayah dan berdampak padaku? Memang orang yang mendapat gelar itu seharusnya mengabdi pada Negara. Tapi, apa salah jika aku memilih jalanku sendiri? Gumam Chansung dalam hati.
"Pengawal Hwang, Agasshi sudah keluar gerbang"Ucap Lee Ahjussi membuyarkan lamunan Chansung.
"Aku menghampirinya dulu"Jawab Chansung lalu keluar mobil.
Aku yakin kau tak akan pernah menebak siapa aku sebenarnya. Jika berandai kau menjadi milikku, apakah kau bersedia berbagi gelar yang sama dengan panggilan yang tak pernah kau sukai? My Princess.
Chansung menghampiri Lyra yang sedang bercanda dengan Yaejin.
"Agasshi sudah waktunya pulang"Ucapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
FanfictionTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
