Lyra memandangi suasana rumahnya untuk yang terakhir kalinya. Ia merekam semua setiap sudut rumahnya dari halaman, tempat ia berdiri saat ini. Ia akan menyimpan memori selalu di otaknya.
"Sudah siap?"Tanya Duta Besar.
"Ya, Ayah"Jawab Lyra.
Dengan berat hati, Chansung membukakan pintu mobil untuk Lyra. Ketika Lyra hendak masuk, suara menginterupsinya.
"Lyra!"
Lyra menoleh, mendapati Yoongi berlari kearahnya.
"Oppa?"
"Yoongi?"Tanya Duta Besar.
"Hah.... Kau jahat sekali pergi mendadak..... haaaa..... baru sekarang aku bisa kabur.... Huhaaaahhh.... Untung saja kau belum pergi"Jawab Yoongi sambil mengatur napasnya.
"Kalau begitu, Yoongi ikutlah mengantar ke Airport. Aku akan menggunakan mobil lain"Ucap Duta Besar.
"Kamsahamnida Ahjussi Im"Jawab Yoongi.
Duta Besar menanggapinya dengan senyum, lalu berpindah ke mobil lainnya.
Sekarang, di dalam mobil, perjalanan ke Incheon International Airport,
"Dasar gadis nakal!"Ucap Yoongi.
"Mianhae Oppa. Ini memang mendadak. Kau tak perlu khawatir padaku"Jawab Lyra menunduk.
"Bukan itu maksudku. Aku akan marah jika tak sempat menemui sebelum kau berangkat"Balas Yoongi.
"Mwo?"
"Ah, tadinya kemarin aku berniat mengunjungimu di Dorm, karena kau tak kunjung menjawab teleponku. Tapi , akan butuh waktu mengingat di dormmu banyak orang. Bukannya tak ingin bertemu. Aku tak ingin merubah keputusan"Jawab Lyra.
"Ne, arasseo. Mian, kemarin aku dikantor Agensi, dan sepulangnya aku membuka ponsel, banyak sekali missedcall darimu. Lalu aku menghubungi Hoseok untuk menanyaimu. Dan aku mendapatkan kabar kau akan pindah hari ini"Balas Yoongi.
"Mianhae"Ucap Lyra lalu memeluk Yoongi.
"Sssstttt.... Aku yakin keputusan yang kau ambil, itu yang terbaik. Asal kau jangan pernah lupa menghubungiku disana. Araseo?"Tanya Yoongi.
Lyra mengangguk dalam pelukan Yoongi. Chansung terus mengamati Lyra dari kaca. Memandang dengan tatapan sedih.
**********
"Hyung"Panggil Hongbin.
"Wae?"Tanya Taek Woon.
"Ehmmm..... sebenarnya, hari ini, Lyra akan pindah, kembali ke Indonesia"Jawab Hongbin.
Yang membuat Taek Woon tersedak.
"Maksudmu?"Tanya Hak Yeon.
"Kemarin ia kesekolah untuk mengundurkan diri. Kukira hanya gossip belaka, ternyata setelah kutanyakan ke Seonsaengnim, itu benar"Jawab Hongbin.
"Apa ini karenaku juga?"Tanya Taek Woon.
"Mollayo. Tapi kuyakin bukan"Jawab Hongbin.
Taek Woon segera beranjak, namun Hak Yeon mencegahnya.
"Lepas, Yeon-ah"Tanya Taek Woon.
"No, kalau berniat ke Bandara, urungkan saja. Itu percuma. Drama dan kenyataan itu berbeda. Dia akan tetap pergi Woon-ah. Lebih baik kau telepon dia, lebih berguna"Jawab Hak Yeon.
Tanpa pikir panjang, ia segera menelepon Lyra. Cukup lama ia menunggu hingga terdengar suara yang amat ia rindukan.
".............."
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
Fiksi PenggemarTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
