Maaf ya aku baru sempet update. Aku kejar deadline ke editor soalnya cerita kan diubah dan ada banyak perubahan jadi yaaaa butuh tenaga ekstra.
Keesokannya, seperti biasa jam makan siang dihabiskan setiap siswa di Cafetaria. Tapi kali ini, di meja yang sama kekurangan personilnya. Sehun tidak ada, kemana dia? Rasanya lidah Lyra sudah gatal ingin bertanya.
“Dimana Sehun?”Tanya Sungjong.
Hah Gomawo Sunbae, gumam Lyra dalam hati.
“Tadi dia dihampiri Sul Li. Dia minta bantuan Sehun mengerjakan tugas. Padahal aku tahu itu hanya alasannya saja”Jawab Jong In.
“Ya! Kkamjongin. Bagaimanapun dia satu agensi dengan kita”Ucap Kyungsoo mengingatkan.
“Tapi sifatnya aku tak suka. Dikamera saja ia terlihat sempurna, tapi kenyataannya tidak. Lihat saja nanti pasti Sehun akan menjadi monster”Jawab Jong In.
“Monster?”Tanya Lyra.
“Moodnya pasti sangat buruk setelah dengan Sul Li”Jawab Jong In.
“Sungjongie, kuharap kau tak mendengarnya”Ucap Kyunsoo.
“Arasseo, itu biasa. Kau tenang saja aku bukan tipe penggosip”Balas Sungjong.
Kyunsoo menghela napas lega.
Lyra mengangguk. Ia jadi penasaran dengan Sul Li. Kemudian matanya menerawang ke setiap sudut Cafetaria. Tapi saat dipintu masuk ia pandangannya berhenti. Terlihat seorang gadis memeluk lengan Sehun, tapi wajah Sehun terlihat menyeramkan dan nampak risih dengan apa yang dilakukan gadis itu.
“Apa itu Sul Li?”Tanya Lyra.
Jong In menoleh ke Lyra, lalu pandangannya menuju arah pandang Lyra.
“Ne, Sul Li, Cha Sul Li”Jawab Jong In.
“Kalau aku jadi Sehun aku sudah kabur”Ucap Yaejin.
“Kalau aku yang jadi Sull Li eotthae?”Tanya Kyunsoo spontan.
Blush.
“Uhuk eheok..”Lyra tersedak dengan gombalan Kyunsoo.
“Ya! Ya! Hyung sejak kapan kau seperti itu? Apa ini berkat pelajaran yang diberikan Min Seok Hyung dan Chanyeol Hyung?”Tanya Jong In.
“Aigoo wajahmu merona Yaejin-ah”Ucap Sungjong.
Lyra pun menggoda Yaejin dan Kyunsoo sampai-sampai Kyunsoo menyesal telah berkata seperti itu dan berjanji tidak mengatakannya lagi karena akibatnya adalah MALU!.
Lalu tiba-tiba salah satu kursi ditarik kasar dan duduklah seseorang disebelah Kyunsoo, Sehun. Suasana yang tadinya ramai jadi sunyi.
“Minum dulu”Ucap Kyunsoo sambil menggeser gelasnya ke depan Sehun.
“Apa yang dia lakukan?”Tanya Jong In.
“Diamlah”Jawab Sehun dingin.
Jong In mengangguk mengerti.
Yaejin menyenggol lengan Lyra meminta penjelasan, tapi Lyra mengendikkan bahunya karena ia juga tidak tahu.
“Lyra”Panggil seseorang.
Tak jauh dari meja yang Lyra tempati, nampak tiga orang lelaki berseragam seperti Lyra sedang berdiri. Sepertinya sedang membicarakan seuatu. Dan salah satu dari mereka memanggil Lyra, Kyumin.
“Oh, Sunbae?”Jawab Lyra.
“Kemari”Ucap Kyumin dengan isyarat tangan agar Lyra menghampirinya.
“Ada apa?”Tanya Yaejin.
“Mollayo”Jawab Lyra.
Lalu Lyra beranjak dan menghampiri Kyumin dan dua lelaki itu. Lagi-lagi mereka jadi pusat perhatian semuanya.
“Ada apa Sunbae?”Tanya Lyra.
“Park Seonsaengnim sudah memutuskan dua orang lagi untuk tampil denganmu nanti. Mereka orangnya”Ucap Kyumin lalu melirik kedua orang disampingnya.
“Annyeonghaseyo Jeoneun Han Seung Yun Imnida, Bangeupseumnida”
“Jeoneun Cha Seung Jun Imnida”
“Jeoneun..”
“Kami sudah tahu kau. Lyra? Murid baru yang paling popular?”Potong Seung Yun.
Lyra tertawa kecil.
“Itu tidak seperti yang kalian pikirkan”Ucap Lyra.
“Bagaimana tidak? Lihat saja ke belakang”Balas Seung Jun.
Lyra menoleh ke belakang. Bingo! Semua murid yang ada di Cafetaria melihat ke arah mereka berempat. Tatapan mereka seperti, apa yang Lyra lakukan dengan mereka bertiga? Apa yang mereka bicarakan? Dan lainnya. Sayangnya Lyra tak mengetahui Seung Yun dan Seung Jun adalah siswa yang belakangan ini jarang masuk karena kesibukan mereka. Sekalinya mereka masuk langsung menemui seorang gadis bernama Lyra. Bukankah itu mengundang penasaran?
“Mereka berlebihan”Ucap Lyra sesaat setelah menoleh kembali ke lawan bicara.
“Jadi kapan kita mulai berlatih?”Tanya Seung Yun.
“Kita pikirkan konsep saja lebih dulu. Nanti pulang sekolah, eotthae?”Tanya Kyumin.
“Okay”Jawab Seung Jun.
“Baiklah nanti aku akan memberitahu Ilhoon, dia teman sekelasku”Jawab Lyra.
“Baiklah, di ruang musik, Eotthae?”Tanya Seung Yun.
“Ne”Jawab Lyra.
“Eoh, kalian Sunbae?”Tanya Lyra.
“Apa wajah kami tua?”Tanya Seung Jun.
“A..anio hehehe”Jawab Lyra sambil menggaruk kepalanya.
Lalu Kyumin mencondongkan tubuhnya ke Lyra. Otomatis Lyra memundurkan tubuhnya.
“Apa-apaan itu? Apa dia berniat mencium Lyra?”Ucap Jong In dari kursinya.
Kyumin menahan lengan Lyra agar mengembalikan posisi tubuhnya yang sekarang condong ke belakang. Seung Yun dan Seung Jun menatap heran.
“Aku hanya ingin membuat Jong In geram. Lihatlah dia sepertinya ingin menghampiri kita”Ucap Kyumin.
Lyra pun mengembalikkan posisi tubuhnya mendengar ucapan Kyumin. Ia kira Kyumin ingin menciumnya. Dia hanya tak ingin kejadian Jin terulang lagi. Apalagi saat ini banyak orang yang mengamati.
“Aku tahu Jong In selalu mengomel jika kau berbicara denganku Sunbae. tapi ia segan untuk menegurmu”Ucap Lyra.
Lalu Lyra tertawa. Tawanya yang selalu membuat matanya terlihat seperti bulan sabit terbalik dan membuatnya semakin manis.
“Waw Yeuppuda”Gumam Seung Jun dalam hati.
“Maka dari itu, kemarilah”Ucap Kyumin.
Lyra pun mendekat, Kyumin mendekatkan kepalanya.
“Omo apa yang ingin mereka lakukan?”
“Apa mereka berniat berciuman?”
“Aigoo Kyumin Sunbae!”
“Ingat jangan beritahu yang lain arasseo? Aku yakin setelah ini banyak yang bertanya padamu”Ucap Kyumin dengan bisikan halus di telinga Lyra.
Lyra sampai menahan geli karenanya. Lalu mengangguk.
Lalu mereka bertiga pergi, Lyra kembali ke kursinya.
“Apa yang dia lakukan?”Tanya Jong In dengan wajah serius.
“Calm down Kkamjongie. Kau tak perlu khawatir”Jawab Lyra.
“Kau mengenal mereka?”Tanya Yaejin.
“Ne. Seung Yun dan Seung Jun”Jawab Lyra lalu meminum juicenya.
“Bukan itu maksudku. Aku tahu kau juga pasti baru berkenalan tadi. Maksudku kau tahu siapa mereka?”Tanya Yaejin.
“Aniyo”Jawab Lyra polos.
Sehun berdecak pelan.
“Seung Yun adalah magnae di Bandnya, dan Seung Jun adalah member BoyGroup yang sedang terkenal, tapi tetap lebih terkenal Groupku dia dijuluki Smile Prince. Dan yang perlu kau tahu mereka berdua siswa yang jarang masuk”Balas Yaejin.
“Lalu?”Tanya Lyra.
“Tentu saja aneh. Sekali mereka masuk lalu menemuimu. Itu sangat aneh Lyra”Jawab Jong In.
“Aku hanya ada urusan dengan mereka. Sudahlah jangan berlebihan. Kau berbicara seolah mereka mau mendekatiku karena faktor lain”Ucap Lyra.
“Jelas saja. Memang aku tak liat apa yang dilakukan Kyumin Sunbae tadi?”Tanya Jong In.
“Itu karena kau juga berlebihan. Santai saja Kkamjong”Jawab Lyra.
Jong In menghela napas mengatur emosinya.
“Lalu sebenarnya apa urusannya?”Tanya Yaejin.
“Menyangkut Arts Show. Jadi kalian tidak perlu khawatir, aku juga tak menyukai mereka sebagai perempuan”Jawab Lyra.
“Lalu siapa yang kau sukai sebagai perempuan itu?”Tanya Kyunsoo.
Lyra berpikir.
“Jangan katakan tidak ada atau di sekolah ini”Ucap Sungjong.
Lalu pikiran Lyra mengarah ke suatu insiden saat ia salah masuk ke waiting room. Senyuman mengembang mengisi bibirnya pertanda mendapat jawaban.
“Siapa orangnya?”Tanya Jong In.
“Aku tidak yakin. Karena aku baru bertemu satu kali dan itu juga tak sengaja”Jawab Lyra.
“Siapa? Idola juga? Apa kau akan bertemu lagi dengannya?”Tanya Yaejin.
“Semoga saja”Jawab Lyra.
Bertemu lagi? Tentu saja aku mau. Tapi bagaimana dengan wajahku? Mau taruh dimana? Pertemuan pertama saja sudah membuatnya ingin memakanku hidup-hidup. Gumam Lyra dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
FanfictionTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
