Hai Miss J kembali. Maaf ya baru sempet post karena Miss J harus ngejar deadline dari Team Penerbit. Btw bantu share dan promoin cerita ini yaaa. Voment jangan lupa. Muah muah
Keesokan paginya, sudah pukul 6:15 Lyra belum bangun. Kim Ahjumma yang sudah tiga kali mengetuk pintu kamarnya pun sudah menyerah dan akhirnya masuk tanpa izin demi membangunkan Lyra.
“Omona Agasshi”Ucap Kim Ahjumma saat melihat tempat tidur Lyra yang berantakan tak seperti biasanya.
Bagaimana tidak? sprei berantakan hingga sebagiannya berada di lantai, posisi Lyra miring di tempat tidur, tak seperti biasa. rambutnya pun seperti benang kusut.
Kim Ahjumma mengguncang kecil tubuh Lyra.
“Agasshi bangun. Kau harus sekolah“Ucap Kim Ahjumma.
“Enggggh.. Aku masih mengantuk“Ucap Lyra sambil mengubah posisi menjadi membelakangi Kim Ahjumma.
“Aigoo Agasshi, tidak biasanya begini. Semalam tidur malam? “Tanya Kim Ahjumma masih dengan mengguncang kecil tubuh Lyra.
“Tak tahu, yang jelas sangat malam“Jawab Lyra.
“Agasshi kau harus bangun. Sudah jam enam lewat tujuh belas“Balas Kim Ahjumma.
Lyra pun terpaksa bangun dengan mata yang masih lengket seperti masih ingin menutup. Kim Ahjumma pun membantunya.
Pagi ini, sudah banyak Maid, pengawal, dan staff Ayahnya bertanya tentang keadaannya karena yang terlihat tak bersemangat sekali. Tapi jawaban yang keluar dari mulut Lyra adalah jangan tanyakan hal itu, 'Nan Gwenchana'.
Hanya Chansung yang tak bertanya tapi tahu kondisi Lyra. Ia tahu persis Lyra seperti itu sejak dari Dorm Yoongi. Penyebabnya ada diantara Jin dan Lyra. Hanya saja ia masih belum mendapatkan kesimpulan pasti dari benang yang sedang ia lepaskan dari kebelitan itu. Ada beberapa persepsi, Jin menyatakan perasaannya, Jin mencium Lyra, atau melakukan sesuatu yang lebih. Tapi ia membuang jauh-jauh persepsi yang ketiga. Karena ia yakin efek yang Lyra alami akan lebih parah dari ini. Tapi ia sungguh takut dengan persepsi yang kedua. Jika benar, berarti ada kemungkinan Jin mendapatkan ciuman pertama dari Lyra kalau dilihat dari sikap Lyra yang seperti itu. Bingo! Pengawal Hwang.
Sampai di sekolah, Lyra berjalan dengan lesu. Tak biasanya yang ia berjalan dengan cerianya sambil menyapa orang yang ia kenal, terutama Hoobae berwajah imut.
Penghuni sekolah menatap heran Lyra yang berjalan seperti kehabisan baterai itu. Bahkan dikelas Jong In, Hoseok, Yaejin dan yang lainnya memandang Lyra dengan kening berkerut.
“Hey My Sakura, gwenchanayo? “Tanya Jong In setelah Lyra duduk di kursi.
“Nan Gwenchana“Jawab Lyra.
Yaejin memegang kening Lyra.
“Tidak demam. Ya! Kau kenapa eoh? Tak biasanya“Tanya Yaejin.
Lyra diam saja.
Apa ini sejak dari Dorm? Sebenarnya apa yang dilakukan Jin Hyung dengannya? Jin Hyung juga sangat frustasi. Sungguh membuat penasaran. Gumam Hoseok.
Pelajaran dimulai, tapi Lyra masih saja terus berkutat dengan pikirannya yang melanglang buana, memflashback kejadian kemarin. Lyra tidak sadar dari tadi diperhatikan oleh Kim Seonsaengnim.
Jongin sudah menyenggol kaki Lyra dengan kakinya sebagai kode agar memperhatikan Seonsaengnim. Tapi Lyra masih saja sibuk dengan dunianya. Hingga Lyra di puncak frustasi dan mengacak rambutnya.
“Masa bodoh! “Gumam Lyra.
“Jika kau masa bodoh dengan pelajaran saya silahkan keluar Lyra“Ucap Kim Seonsaengnim.
Lyra pun kembali ke dunia aslinya.
“Jweisonghamnida Saem“Ucapnya sebelum akhirnya berdiri dan meninggalkan kelas ditemani tertawaan teman-temannya.
Sebegitukah efek ciuman pertama? Ini hanya ia yang berlebihan atau memang Lyra aneh?
Dikantin, Lyra semakin lesu karena ia baru menyadari tidak membawa bekal lauk dari rumah dan makan siang hari ini, menu lauk di Cafetaria hari ini adalah seafood.
Lyra yang sudah lesu itu pun hanya bisa menidurkan kepalanya di meja. Yaejin, Jong In, Kyung Soo dan Sungjae yang semeja dengannya semakin prihatin dan saling bertatapan memberi kode untuk bertanya pada Lyra.
Hanya Sehun yang memandang Lyra secara fokus.
Ada apa dengannya? Tak biasanya. Ya! Oh Sehun jangan katakan kau mulai mengkhawatirkannya? Gumam Sehun dalam hati.
Di meja lain, Jimin dan Hoseok tampak prihatin dan penasaran dengan sikap Lyra.
“Hyung sebenarnya apa yang terjadi di Dorm saat aku tak ada? Taehyung bilang sepertinya terjadi sesuatu antara Jin Hyung dan Noona“Tanya Jimin.
“Aku juga tak tahu. Seharusnya yang tahu itu Nam Joon. Tapi dia malah asik main games di kamar, meninggalkan mereka berdua“Jawab Hoseok.
Setidaknya kau lebih baik jika berisik seperti biasa. Gumam Hoseok dalam hati.
Hoseok hari ini kehilangan sosok yang selalu dijahilinya. Tadi ia sudah mencoba menggoda Lyra, hanya saja gadis itu tak perduli dan malah meninggalkannya dengan ekspresi yang sama, lesu.
Jong In ikut-ikutan menidurkan kepalanya dimeja dengan posisi berhadapan dengan Lyra.
“Whats wrong with you darling? “Tanya Jong In dengan wajah menggemaskan.
“I don’t know. I just.. I just.. arrrggghhh“Jawab Lyra dengan diakhiri mengacak rambutnya setelah duduk dengan posisi sempurna.
Jong In sampai terkejut dengan tingkah Lyra.
“Pourquoi vous taisez, quand il embrasse vous? Cest votre Embrassent d'abord Lyra! vous tes vraiment stupide Lyra! (Kenapa kau diam saja saat ia menciummu? Itu ciuman pertamamu Lyra! Kau benar-benar bodoh Lyra!) “Lyra menggumam keras dengan Bahasa Perancis.
Kini Jong In,Yaejin, Kyungsoo, Sungjong dan Sehun semakin mengerutkan kening tak mengerti. Beberapa siswa yang mendengarnya juga menatap Lyra dengan tatapan aneh. Sementara Lyra hanya menghela napas tanpa menyadari apa yang terjadi disekitarnya.
“Donc, vous vous comportez comme a parce que un homme que vous embrassez? (Jadi, kau bertingkah seperti ini karena seorang laki-laki menciummu?)“Tanya seseorang.
Lyra tersentak mendengarnya. Ia pikir tak ada yang mengerti ucapannya. Lyra pun menoleh.
“Kyumin Sunbae? “Ucap Lyra.
Kyumin yang duduk di meja di belakang meja yang Lyra tempati pun kini beranjak dari kursinya dan menghampiri Lyra yang masih takut karena Kyumin itu mengetahui-ucapannya.
“Vous vous comportez comme a parce que un homme que vous embrassez? (kau bertingkah seperti itu karena seorang laki-laki menciummu?)“Ulangnya.
“O...ui Sunbae. J'espre que vous dites pas les autres. (Ne Sunbae. Kuharap kau tak mengatakannya pada yang lain“)Jawab Lyra.
Kyumin yang berdiri di samping Lyra tersenyum.
“Très bien. Je pense que l'homme que vous embrasser parce qu'il vous aime. de sorte que vous n'avez pas besoin d'ètre frustrant comme’a (Baiklah. Menurutku, laki-laki itu menciummu karena ia mencintaimu. jadi kau tak perlu frustasi seperti itu)“Balas Kyumin.
Semuanya semakin memperhatikan Lyra yang terlibat percakapan yang membuat semuanya semakin penasaran.
“Quel? m'aimer? mais je ne sais pas je l'aime ou pas. il est arrivè trop vite et m'a fait impuissant (Apa? mencintaiku? tapi aku tak tahu aku mencintainya atau tidak. kejadiannya terlalu cepat dan membuatku mati kutu“)Jawab Lyra.
Kyumin tersenyum dengan tampannya mendengar jawaban Lyra.
“Vous êtes de si drôle. (Kau sungguh lucu) “Ucap Kyumin sambil mengacak rambut Lyra.
Lyra merapikan rambutnya sambil mengurucutkan bibirnya karena kesal Kyumin mengacak rambutnya yang menjadi semakin berantakan.
“Il suffit de suivre votre cœur. mais vous n'avez pas besoin d'être frustrant comme. (Ikuti saja kata hatimu. tapi kau tak perlu frustasi seperti itu) “Lanjutnya.
“Oui Sunbae, merci beaucoup. (Ne Sunbae. Jeongmal Gomawo) “Jawab Lyra dengan senyuman manisnya.
Kyumin mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi.
“Apa yang kalian bicarakan?“Tanya Jong In sambil mendekatkan wajahnya diikuti Kyungsoo, Yaejin dan Sungjong.
Sehun masih dalam posisinya yang menyandar di kursi.
“Kalian tak perlu tahu. Yang penting suasana hatiku lebih baik”Jawab Lyra.
“Beritahu aku saja kalau begitu”Balas Jong In sambil mendekatkan telinganya.
“Kkamjongie, aku tak mau cerita padamu”Jawab Lyra.
“Ah, pasti masalah perempuan. Kau harus menceritakannya padaku”Balas Yaejin.
Lyra tak jawab. Ia malah memandangi makanannya yang belum ia sentuh.
“Hari ini aku hanya makan nasi dan sayur”Ucapnya.
“Waeyo?”Tanya Kyungsoo
“Aku lupa membawa bekal lauk Sunbae”Jawab Lyra.
“Kau tak makan ikan salmonnya?”Tanya Sungjong.
“Sunbae mau? Ambil saja”Jawab Lyra sambil mendekatkan nampannya ke Sungjong.
“Udangnya untukku?”Tanya Jong In.
Lyra mengangguk, Jong In langsung mengambilnya dengan sumpit.
“Pengumuman, jam pelajaran ketiga ditiadakan karena para guru akan mengadakan rapat untuk Arts Show tahun ini. Namun, untuk kelas 2-A dan 3-B pelajaran Olahraga tetap dilaksanakan. Jadi, para siswa diharapkan langsung menuju lapangan karena tema kali ini adalah Baseball”Terdengar pengumuman dari speaker yang ada di Cafetaria.
Suara riuh yang tadinya menggema, menjadi seruan huuuuuu dari beberapa siswa yang berada di kelas 2-A dan 3-B.
“Bagaimana ini? Pasti kita kalah melawan kelas 3-B”Ucap Yaejin.
“Semoga saja tidak”Jawab Jong In.
Lyra kini subuk menyumpiti nasi dan sayur yang menjadi makan siangnya. Mau bagaimana lagi, daripada tidak makan=pingsan saat bermain baseball nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
FanfictionTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
