"Soal itu........ bukankah Pengawal Hwang akan melanjutkan studi di Perancis? Jadi bukan masalah Ayah"Jawab Lyra.
"Baiklah, nanti Ayah akan ikut ke Indonesia untuk mengantarmu"Balas Duta Besar.
Ia sedih sejujurnya, ia berharap Ayahnya menolak pendapatnya ini. Tapi, ini memang idenya dan ia lebih senang untuk menyendiri terlebih dahulu. Daripada ia harus dihadapkan dengan yang namanya perasaan.
"Kalau begitu, aku keluar untuk mempersiapkan barang-barangku"Ucap Lyra lalu berbalik.
"Kau yakin, Lyra?"Tanya Duta Besar sekali lagi.
Lyra berhenti dan kembali berbalik. Ia mengangguk tanpa memandang Ayahnya.
"Lusa kita berangkat. Ayah juga ada sedikit keperluan penting disana"Jawab Duta Besar.
"Baik Ayah"Balas Lyra lalu keluar ruangan.
Namun, begitu ia membuka pintu, diluar sudah ada seorang yang menunggunya. Orang itu langsung menarik Lyra keluar, menutup pintu ruangan Duta Besar dan segera membawa Lyra mengikuti langkah kakinya yang panjang-panjang itu.
"Pe...pengawal Hwang?"
Chansung bukannya berhenti malah semakin mempercepat langkahnya, hingga ia masuk ke ruang anggar dengan pintu belakang Ruang Anggar yang berada di dekat dapur.
Ceklek....
Chansung segera menutup pintu itu, menyisakan mereka berdua didalam.
"Apa maksudmu kembali ke Indonesia? Apa kau ingin melarikan diri?"Tuntut Chansung.
"Mmm..mwo?"
"Kau mau melarikan diri?"Tanya Chansung lagi.
"Kk..kkau..... kau mendengar........?"
"Jawab saja aku Lyra"Potong Chansung dengan nada suara lebih tinggi.
"Ne, aku kembali ke Indonesia. Tepatnya lusa......"
Chansung hendak memotong ucapan Lyra lagi.
"Jangan potong ucapanku, aku kembali ke Indonesia, bukan berarti aku melarikan diri. Bukankah masalah sudah diatasi? Justru karena aku ingin menghukum diriku sendiri, aku ingin mengembalikan kepercayaan Ayah. Aku ingin menunjukkan aku benar-benar menyesal"Lanjut Lyra.
"Kau tak perlu melakukan hal itu, ini juga salahku. Coba saja aku lebih melarangmu dekat dengan Taek Woon, pasti tak seperti ini"Balas Chansung putus asa.
"Hey, Pengawal Hwang, ini bukan salah siapa-siapa. Ini keputusanku. Aku sudah memikirkan semalaman, dan Ayah pun tidak keberatan. Anggap saja ini usahaku untuk menjadi lebih baik, menjadi lebih dewasa dan....."
"Tapi bagaimana dengan sekolah, teman-temanmu?"Potong Chansung.
Lyra tersenyum lembut.
"Aku kembali homeschooling, dan masalah teman, aku yakin mereka bisa tanpaku hahaha"Jawab Lyra sedikit bercanda.
Tapi candaannya tak merubah raut wajah Chansung yang menatapnya lekat. Lyra mengerutkan kening, lalu menaikkan sebelah alisnya karena ada hal yang ia baru sadari.
"Aku baru sadar, kau menggunakan bahasa banmal denganku? Bahkan kau memanggil namaku bukan 'Agasshi'mu itu"Ucap Lyra.
Chansung membulatkan matanya terkejut, lalu ia terlihat salah tingkah dengan memandang kearah lain dan memejamkan matanya.
"Kau tak suka?"Tanya Chansung.
"Huh? Tentu saja itu kemajuan, terdengar lebih santai, dan tidak kaku"Jawab Lyra.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
Fan-FictionTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
