My secret status

724 37 4
                                        

Haiiii sorry ya baru bisa update, Miss J kemarin sibuk parah. oiya ada kabar bagus loh, kemarin tim editor info ke aku kalo November bakal buka PO buat novel aku. saat ini kita lagi design buat background, sampul dll buat keperluan promosi. buat yang penasaran kenapa nggak dijual di toko buku? sabar guys, buat awal kita emang PO dulu.

Aku info sekali lagi kalo Novel ini ada 4 cerita dari  4 penulis berbeda. dan salah satunya aku, bocoran sedikit ceritanya mengenai I'm Not A princess yang diremake dengan cerita yg lebih bikin baper (jujur aja gue aja baper guys). BTW, yg mau tanya tanya bisa ke akun sosmed gue IG, Snapchat ikaawulandaris, or more info bisa pantenging timeline Loveable sama dreamers.id.



Lyra bersemangat hari ini. Ia berniat melupakan perkataannya dengan Chansung semalam. Lyra sudah bertekad 'Biarkan berjalan seperti air mengalir, walaupun tak tahu bagaimana kedepannya. Toh ia berusaha mencobanya'. Ya, mulai hari ini ia adalah seorang kekasih dari seorang Jung Taek Woon. Hari yang indah ini sudah dimulai ketika pagi tadi Taek Woon menghubunginya untuk sekedar menyuruhnya sarapan dan semangat

Tapi, sejujurnya Lyra bersedih karena harus merahasiakan hubungan dan statusnya. Dari Ayahnya, teman-temannya. Taek Woon hanya membolehkan teman satu Groupnya dan Chansung yang tahu. Bagaimana Lyra sanggup menyembunyikannya dari Yoongi dan kedua sahabatnya, Yaejin dan Jong In yang begitu peka dengan segala kondisi dan situasinya.

Lyra keluar dari mobilnya dengan tas yang sudah ia sampirkan di punggungnya.

"Pengawal Hwang, kau tahu kan, tak boleh ada yang mengetahuinya. Jangan coba-coba beritahu Jong In. aku tahu kau dekat dengannya"Ucap Lyra.

"Nde, Agasshi"Jawab Chansung.

Lalu ia melenggang masuk ke sekolahnya. Menyuduri koridor sambil sesekali menyapa temannya, sampai berada di dalam kelas, senyumannya masih melekat di sudut bibirnya.

"Apa yang membuatmu bahagia Lyra?"Tanya Yaejin.

"Bukankah kau tahu? Aku orang yang murah senyum"Jawab Lyra lalu duduk di mejanya.

"Don't lie with me baby. I know that, something or someone who make you happy like this. Okay, tell me now. Atau aku akan bilang pada Jong In"Ucap Yaejin mengancam.

Jika Yaejin tidak akan menyerah untuk mendapat penjelasan, dan setelah mendapatkannya ia bisa bungkam. Tidak dengan Jong In yang banyak omong dan semuanya akan menjadi rumit.

"Baiklah, setelah kelas dance aku akan bercerita. Without Jong In okay? Tadinya aku tak ingin memberi tahu siapa pun. Tapi, sepertinya tak begitu denganmu"Jawab Lyra pasrah.

Yaejin merangkul pundak Lyra.

"Kau tahu aku bisa kau percaya dan tak akan membeberkan semua keluh kesahmu hahaha"Ucap Yaejin meyakinkan.

Lyra mengangguk sambil tersenyum.

"Sudah lepaskan, nanti Jong In datang, dia bisa curiga"Ucap Lyra.

Yaejin pun melepas rangkulannya dan duduk di bangkunya kembali.

Tak lama, benar, Jong In datang dengan suaranya yang berlebihan.

"Good morning, aku datang"Ucapnya.

"Shut Up Jong In, suaramu hanya baik di rap kau tahu?"Ledek Jeongmin.

"Ya! Ketua kelas, kau jangan sombong hahaha"Balas Jong In lalu menghampiri kursinya.

Disampingnya ada Lyra yang sedang memakan bekalnya. Ya, tahu kan jika Lyra datang pagi, dia tak akan sarapan dirumah.

"Hello Sakura"Ucap Jong In.

"Sungguh aku geli mendengar suaramu memanggilku sakura Kkamjong"Balas Lyra.

Lalu memakan sandwichnya kembali.

"Aigoo, lihatlah bekalmu ada 5 sandwich, kau tak takut gemuk?"Tanya Jong In.

"Biarkan saja. Lagi pula aku bukan idol atau apalah itu yang harus menjaga berat badan"Jawab Lyra.

"Ckckck kau ini"Balas Jong In.

"Jika kau mau ambillah, jangan banyak bicara"Ucap Lyra.

Jong In tertawa karena Lyra tahu maksudnya. Tadi Jong In baru sempat makan satu roti tawar dengan selai kacang. Maklum, ia kesiangan dan harus menunggu antrian terakhir mandi setelah Kyungsoo dan Sehun.

Jong In menggerakkan tangannya untuk meraih Sandwich itu, tapi tangan lain sudah mengambil lebih dulu.

"Ya! Jung Hoseok"Teriak Lyra.

"Kau benar-benar tidak sopan Hoseok-ah"Ucap Jong In.

Hoseok melenggang ke kursinya tak perduli.

"Yasudah biarkan saja. Cepat ambil yang terakhir Jong In. sebelum orang lain mengambilnya lagi"Ucap Lyra.

Dengan segera Jong In mengambil, Lyra menutup kotak bekalnya dan segera memasukkannya ke tas dengan kesal. Yaejin terkikih geli karena Lyra kesal sekali dengan Hoseok yang bersikap tak perduli karena merebut makanan tanpa izin.

Tak lama Seonsaengnim masuk dan memulai pelajaran pertama.

***********

"Jadi kau sekarang berkencan dengannya?"Tanya Cha Hak Yeon.

Taek Woon mengangguk semangat dengan senyumannya.

"Jadi benar kan kau menyukainya? Tapi, apa kau yakin secepat itu?"Tanya Hak Yeon lagi.

"Aku harus yakin dengan perasaanku. Memang awalnya aku tak menyukainya. Tapi itu malah membuatku tertarik padanya. Aku juga harus bergerak cepat sebelum Jin mendapatkannya"Jawab Taek Woon.

"Jadi kau menjadikannya kekasihmu karena Jin?"Tanya Hak Yeon.

"Aku memang menyukainya, dia juga menyukaiku yang membuatku harus segera memilikinya. Ya, walau pun aku senang bisa membalas Jin yang tidak bisa memiliki seseorang yang ia sukai. Tapi, aku memang benar-benar menyukainya"Jawab Taek Woon.

"Apakah kau hanya menyukainya? Maksudku, apa kau mencintainya?"Tanya Hak Yeon.

Taek Woon terdiam, berpikir beberapa saat.

"Ya, tentu saja"Jawab Taek Woon.

********

"Jadi kau sekarang berkencan dengannya?"Teriak Yaejin.

Lyra segera membungkamnya dengan tangannya.

"Kau tak berniat memberitahu semua orang yang mendengar suaramu ini kan?"Tanya Lyra kesal.

"Uppss mian hehehe. Aku terlalu kaget"Jawab Yaejin.

"Kuharap kau benar-benar merahasiakannya. Atau aku tak akan mau bercerita denganmu lagi"Balas Lyra lalu duduk di bangku di ruang ganti.

"Kau bisa pegang janjiku tadi Lyra-ya. Dan barusan aku hanya terkejut setelah kau menceritakannya"Jawab Yaejin.

Yaejin menyadari raut sedih Lyra.

"Waeyo? Kau murung. Apa kau tak bahagia berkencan dengannya?"Tanya yaejin.

"Aniyo, jelas aku bahagia. Hanya saja, aku sedih harus menyembunyikan kenyataannya"Jawab Lyra.

"Itulah risikonya darl. Kau harus bisa menerima semuanya jika kau menyukai dan mencintai seseorang. Bukankah itu yang dinamakan pengorbanan? Aku yakin dia juga sudah memikirkan konsekuensinya"Balas Yaejin yang kini duduk disamping Lyra.

Benar yang dikatakan Yaejin. Ia tahu kekasihnya adalah seorang idol, member dari sebuah Group Rookie yang sedang menuju puncak popularitas. Ya, dia harus menerima kekurangannya yang salah satunya harus merahasiakan hubungan demi kelancaran kariernya. Dia harus bisa, rela berkorban.

"Gomawo Yaejin"Ucap Lyra.

"Anytime"Balas Yaejin.

Haah... betapa bodohnya seorang gadis jika sudah terjebak pesona seorang lelaki. Diawal saja sudah membuatnya rela berkorban hati dan perasaan. Bagaimana seterusnya? Lyra memang sungguh bodoh dalam hal cinta. Bodohnya ia tak menimang kemungkinan yang akan terjadi. Bisa saja Taek Woon menyukai dan berkencan dengan gadis lain karena status yang tidak diketahui banyak orang kan? Kadang cinta memang menghapus logika seseorang. Membuat mereka yang sudah terjebak tidak bisa membedakan kesakitan dan kebahagiaan.

I'm (not) A PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang