Heart Attack

917 61 1
                                        

Maap ya Miss J baru bisa update. Maap juga kalo berantakan soalnya dari hp.

Setelah diberi aba-aba, Lyra segera membawa Gi Eun bersamanya untuk bersembunyi. Tapi ia merasa ada yang kurang. Lyra menoleh kebelakang dan mendapati Taek Woon berjalan malas dengan menggendong Gi Chan. Sebenarnya ia malas karena Lyra, karena ia menyukai anak-anak.
"Ya! Ppali nanti kita kalah"Ucap Lyra.
"Ne Oppa ppali"Ucap Gi Eun.
Lyra sudah kehabisan kesabaran, ia pun menarik tangan Leo agar lebih cepat. Lyra menggenggam tangan Gi Eun dan membawanya beserta Leo untuk mencari tempat bersembunyi.
"Gi Eun-ah, kau tahu dimana tempat persembunyian yang bagus?"Tanya Lyra.
"Dibelakang Noona, disamping gudang"Jawab Gi Chan.
"Okay kita kesana"Ucap Lyra.
"Di semak-semak saja"Balas Taek Woon.
"Kalau disana mudah ditemu"iUcap Lyra.
Lalu ia menarik tangan Taek Woon untuk bergerak cepat, sementara Gi Eun menunjukkan jalan.
Berani-beraninya dia menyentuhku lagi. Tapi, kenapa aku merasa ada yang aneh dengan jantungku? Gumam Taek Woon dalam hati saat tangan Lyra menggamit tangannya.
Gi Eun menunjuk ke sebuah ruangan kecil dengan pintu kayu yang punya celah-celah.
"Kau yakin Eonnie bersembunyi disini?"Tanya Gi Eun.
"Ne, cepatlah masuk"Ucap Lyra.
Gi Eun dan Gi Chan pun masuk. Tapi Taek Woon sepertinya enggan masuk ke ruangan gelap nan kotor itu.
"Taek Woon Oppa masuk ppali"Ucap Lyra.
"Aku tak pernah memintamu memanggilku Oppa"Balas Taek Woon.
"Memang tidak"Ucap Lyra.
Taek Woon tak bergeming, akhinya Lyra menarik tangan Taek Woon dan membuatnya masuk.
"Noona gelap"Ucap Gi Chan.
Taek Woon yang merasa gelap pun mencari dimana saklar.
"Gwenchana, lebih baik gelap. Tak mudah ditemui"Balas Lyra.
Tangan Taek Woon yang merambat di tembok berlapisi kayu itu berhenti mencari keberadaan saklar.
"Tapi Gi Eun takut"Ucap Gi Chan.
Lyra pun meraba sekitarnya, mencari sosok Gi Eun dan Gi Chan.
"Dapat"Ucap Lyra saat memegang sebuah tubuh.
"Pabo"Ucap Taek Woon lalu menyentak tangan Lyra.
Dan lagi ia merasakan sesuatu yang aneh saat Lyra menyentuhnya. Jantungnya berdetak dengan lebih cepat.
"Mian, kupikir Gi Chan dan Gi Eun"Balas Lyra.
Lalu tangannya meraba udara lagi. Hap, Ia dapat menemukan Gi Chan yang memeluk Gi Eun.
"Tenang. Ada eonnie disini"Uca Lyra.
Lalu mereka berempat memutuskan duduk berdekatan di belakang menyandar tembok yang terbuat dari kayu itu.
Lyra sesekali melihat ke celah untuk melihat keadaan luar. Untung saja di pintu terdapat celah, jadi setidaknya ada cahaya yang masuk.
"Gi Eun kau jangan berisik. Ada penjaga yang sedang mencari"Ucap Lyra berbisik.
Gi Eun yang sedang berceloteh pun diam.
Rupanya Taek Woon juga memastikan keadaan luar melalui celah didekatnya. Ia dari tadi mengacungkan telunjuknya di depan bibir Gi Chan, jadi ia tak berceloteh seperti Gi Eun dari tadi.
"Aigoo ia menyadari ada orang disini"Ucap Lyra.
Grep
Dalam satu gerakan Taek Woon menarik tubuh Lyra hingga menubruk tubuhnya yang berada di belakang Lyra.
"Pabo!, kau mau ketahuan?"Bisik Taek Woon ditelinga Lyra.
Lyra memegang dadanya, memastikan detak jantungnya yang tak berjalan normal saat ini dengan posisinya yang menempel bersandar pada Taek Woon. Bahkan ia bisa merasakan hembusan napas Taek Woon di yang mengenai rambutnya.
"Aigoo apa ini, kenapa begini?"Tanya Lyra dalam hati.
Taek Woon yang tahu ruangan itu dihampiri salah satu penjaga pun menggunakan kakinya untuk menahan pintu agar tak bisa terbuka. Bingo! Setelah penjaga gagal membuka, ia pun pergi karena merasa pintunya terkunci.
Setelah itu ia menoleh ke depan yang baginya gelap, namun kenyataannya ada Lyra. Disaat itulah ia baru menyadari posisinya. Taek Woon bisa menghirup aroma shampoo yang tercium dari helaian rambutnya. Taek Woon memejamkan matanya. Ia juga merasakan detak jantungnya yang tidak normal (lagi).
Sayangnya Lyra sibuk menormalkan detak jantungnya, jadi ia tak menyadari. Bahkan ia tak menyadari lengan kirinya digenggam Taek Woon.
"Noona, eotthae? Apa kita sudah aman?"Bisik Gi Eun menghancurkan suasana Taek Woon dan Lyra.
Mereka langsung menjauh memisahkan diri. Andai saja tidak gelap, pasti Gi Eun dan Gi Chan akan menertawakan keduanya.
"Sepertinya penjaga sudah menyerah"Ucap Taek Woon.
"Kajja! Kita keluar"Ucap Lyra.
Dengan hati-hati Lyra keluar. Benar sudah sepi, sepertinya penjaga memang sudah menyerah. Akhirnya mereka pun jadi pemenang.
"Aku tak menyangka kalian menang"Ucap Hongbin.
"Itu kebetulan Sunbae"Ucap Lyra.
"Sepertinya kalian terlihat serasi dengan dua anak ini"Balas Hongbin.
Lalu Taek Woon menatap tajam ke Hongbin yang membuatnya mendelik tanpa Lyra ketahui.
"Kalau begitu aku hampiri pasanganku dulu"Ucap Hongbin lalu pergi.
"Eonnie kajja! Temani aku bermain"Ucap Gi Eun.
Lalu ia menarik tangan Lyra membawanya duduk di sebuah bangku panjang.
"Hyung Kajja!"Ucap Gi Chan.
Lalu ia melakukan hal yang sama dengan Gi Eun.
"Kenapa kau membawaku kesini?"Tanya Taek Woon.
"Karena aku ingin bermain dengan Gi Eun"Ucap Gi Chan.
"Sudahlah pasrah saja. Bukankah tadi setiap pasangan diwajibkan menemani mereka bermain?"Ucap Lyra.
Berhubung banyak juga paparazzi yang ada disana. Tentu saja Taek Woon pasrah. Ia tak mau imagenya rusak.
"Aku ingin punya Eomma seperti Lyra Eonnie"Ucap Gi Eun.
Lyra tertawa kecil mendengarnya.
"Ne, lalu Taek Woon Oppa Appanya"Ucap Gi Chan.
Taek Woon membulatkan matanya yang sipit karenanya.
"Kau mau punya Appa sepertinya? Seperti patung dan tanpa ekspresi walaupun tampan"Tanya Lyra.
"Bukankah serasi dengan Eonnie yang cantik dan menyenangkan?"Tanya Gi Eun.
Lyra diam, ada rasa senang karena ucapan Gi Eun. Taek Woon pun begitu, entah ia kenapa bisa menampilkan senyuman sekilasnya setelah ucapan Gi Eun.
"Ya! Eonnie yakin kau sering melihat drama orang dewasa eoh? Makanya kau bisa berbicara seperti itu?"Tanya Lyra.
Lihatlah sikapnya sama seperti anak kecil ini. Gumam Leo dalam hati.
"Noona hebat bisa menebak"Ucap Gi Chan.
"Gi Eun, jangan menonton drama orang dewasa. Nanti sikapmu tak natural arajji?"Tanya Lyra.
"Tapi aku bosan"Ucap Gi Eun.
"Tunggu sebentar"Balas Lyra lalu pergi.
Kemudian Lyra kembali dengan membawa kotak. Itu kotak barbienya. Lyra menaruh kotak itu di samping Gi Eun dan membukanya.
"Barbie?"Tanya Gi Eun.
Bahkan ia penyuka Barbie? Kekanakan, Gumam Taek Woon dalam hati.
"Ne, mulai sekarang kau harus bermain bersama mereka. Aku membawa banyak. Jadi kau bisa berbagi dengan teman-teman perempuanmu. Aku percayakan semua Barbie ini padamu. Rawat dan jaga jangan sampai rusak. Arrajji?"Tanya Lyra.
"Wow! Barbienya pasti mahal ne? kau mengoleksinya Eonnie?"Tanya Gi Eun.
"Ne. sejak kecil"Ucap Lyra.
Lalu Lyra mengambil satu Barbie.
"Igo. Untuk yang ini kupercayakan padamu. Ini Barbie favoritku, itu pemberian dari Eommaku pertama kali"Ucap Lyra.
Lalu ia terlihat murung. Taek Woon diam-diam memperhatikan Lyra dari tadi.
Kenapa dia? Gumam Taek Woon dalam hati.
"Kau pasti sangat menyayangi mereka. Tapi kenapa kau berikan padaku?"Tanya Gi Eun.
"Karena kupikir aku sudah dewasa dan aku hampir tak punya waktu untuk merawat mereka dan bermain dengan mereka. Lalu aku sudah tak punya teman lagi untuk bermain. Jadi kuputuskan untuk menyerahkan padamu dan teman-temanmu disini"Jawab Lyra.
"Tidak punya teman?"Tanya Gi Eun.
"Satu-satunya orang yang menemaniku bermain dengan mereka adalah Mendiang Eommaku. Beliau juga penyuka Barbie. Tapi saat ini ia sudah pergi"Jawab Lyra.
Gi Eun refleks memeluk Lyra yang bersedih. Taek Woon tersenyum karena Gi Eun memeluk Lyra.
Jadi itu sebabnya. Gumam Taek Woon dalam hati.
"Eonnie jangan bersedih"Ucap Gi Eun.
"Ne. Noona, kau terlihat jelek saat sedih"Ucap Gi Chan.
"Aniyo. Aku tak bersedih"Jawab Lyra.
Lalu pandangannya tak sengaja bertemu dengan Taek Woon yang duduk di bangku dihadapannya. Taek Woon menghilangkan senyumannya perlahan.
"Apa kalian ingin makan? Sepertinya sudah makan siang"Ucap Lyra berusaha menetralkan keadaan.
"Ne Eonnie. Tapi suapi aku"Ucap Gi Eun.
Lyra mengacak rambut Gi Eun sambil mengangguk.
"Kau mau kuambilkan?"Tanya Lyra.
Taek Woon menangguk acuh.
Lyra pun pergi untuk mengambil dua piring makanan. Satu untuk Gi Eun dan Gi Chan dan satu lagi untuk Taek Woon. Bukankah ia terlihat seperti seorang Ibu yang mengambilkan makanan untuk suami dan anaknya?
Lalu ia kembali.
"Igo"Ucap Lyra sambil menyerahkan satu piring makanan ke Taek Woon.
Lalu ia duduk disamping Leo untuk menyuapi Gi Chan dan Gi Eun.
Kenapa hanya dua? Dia tidak makan? Gumam Leo dalam hati.
Sambil makan, Taek Woon mengamati Lyra yang menyuapi Gi Eun dan Gi Chan secara bergantian.
Hongbin dan Sang Hyuk benar, dia istimewa dan berbeda. Dia cantik. Gumam Taek Woon dalam hati.
Sedetik kemudian,
Ya! Apa yang kau pikirkan Jung Taek Woon? Kau tak berniat menyukainya kan? Gumam Taek Woon dalam hati.
"Lyra-ya"Panggil Hongbin yang ternyata sudah berada di samping Taek Woon.
"Oh, ada apa Sunbae?"Tanya Lyra.
"Tadi saat ke depan aku bertemu Pengawalmu. Dia menitip pesan agar kau segera makan, karena ia tahu kau pasti terlalu asik bermain"Jawab Hongbin.
"Ne, nanti aku makan"Balas Lyra.
"Tapi, kenapa Pengawalmu tidak mengikutimu? bukankah biasanya ia selalu ada dibelakangmu?"Tanya Hongbin.
"Ah, aku malah senang dia tidak mengikutiku. Pengawal Hwang bilang disini sudah banyak pengawal dan aman. mungkin maksudnya aman sama seperti saat aku ke jamuan waktu itu. aku baru menyadari sering-sering saja aku ke acara seperti ini jadi bisa bebas tanpanya"Jawab Lyra.
"Kau ini"Balas Hongbin.
Hongbin hendak membisikkan sesuatu ke Taek Woon,
"Hyung kalian terlihat seperti keluarga bahagia"Bisik Hongbin.
"Ya!"Ucap Taek Woon membuat Lyra menatapnya bingung.
Hongbin segera berlari kabur.

******

"Apa kau yakin hanya menunggu di sini? Bukankah kau paling siaga dalam menjaga Agasshi?"Tanya Lee Ahjussi.
"Ne, Ahjussi. Aku yakin pengamanan disini sudah diatas rata-rata"Jawab Chansung.
"Wae Ahjussi?"Tanya Chansung.
"Ani, aku hanya heran. Biasanya bahkan kau tak membiarkan Agasshi pergi ke halaman rumah sendirian. tapi sekarang kau malah memilih disini. Ah, tidak, waktu ke jamuan itu kau juga menunggu di mobil bukan? Padahal justru acara yang dihadiri orang penting itu kau harus ekstra menjaga Agasshi dan Duta Besar"Jawab Ahjussi Lee.
Sial, kenapa Ahjussi bertanya seperti itu? batin Chansung.
"Aku tak berani meninggalkan Agasshi jika memang benar-benar aman. terbukti bahwa acara itu berjalan dengan lancar"Balas Chansung.
"Haissshh, arasseo. Aku memang selalu kalah jika berdebat denganmu, sama seperti Agasshi"Jawab Lee Ahjussi.
Aku tak mau mengambil resiko berada di tempat yang sama dengan beberapa orang yang mengetahui siapa diriku sebenarnya. Sebelum Pria tua itu mengizinkanku mengambil S2ku dan melupakan obsesinya. gumam Chansung dalam hati.

*********

Taek Woon menoleh dan mendapati Lyra yang melihatnya. Lalu ia beranjak pergi.
"Kenapa orang itu?"Tanya Lyra.
Lalu ia meneruskan acara menyuapinya.
"Igo"Ucap seseorang.
Lyra menoleh dan mendapati sebuah piring dengan makanan. Taek Woon lah yang mengambilkannya. How Sweet!
"Makanlah. Biar aku yang menyuapi mereka"Ucap Taek Woon.
Lyra pun menurut dan berganti posisi dengan Taek Woon.
Lyra makan di bangku sambil memperhatikan ketiga orang beda usia didepannya. Saat ini ia tak melihat Taek Woon yang tanpa ekspresi. Taek Woon tampak bercanda dengan Gi Eun dan Gi Chan. Senyuman terukir diwajah tampannya yang membuat Lyra ikut tersenyum.
Setelah menghabiskan waktu, akhirnya acara amal pun usai. Sebenarnya Lyra sedih harus berpisah dengan Gi Eun dan Gi Chan. Hanya saja ia mendengar ucapan Taek Woon yang berjanji akan mengunjungi keduanya saat keduanya berat melepas dirinya dan Taek Woon. Itu membuat Lyra juga berjanji lain kali akan mengunjungi keduanya lagi.
Lyra berjalan meninggalkan panti.
"Lyra-ya"
Lyra menoleh.
"Ada apa Sunbae?"Tanya Lyra.
Hongbin mendekat diikuti Taek Woon.
"Boleh aku minta nomer ponselmu?"Tanya Hongbin.
Lyra bingung menjawabnya.
"Kau tenang saja. Aku hanya menyimpan nomer ponselmu untuk kebutuhan sekolah. Karena aku hanya punya nomer ponsel Jeongmin dan ia terkadang susah dihubungi"Ucap Hongbin.
"Baiklah"Jawab Lyra.
Lalu mereka bertukar nomer ponsel. Setelah itu Lyra pamit untuk segera meninggalkan tempat.
"Kenapa kau meminta nomer ponselnya?"Tanya Taek Woon.
"Wae? Kau cemburu Hyung?T"anya Hongbin.
"Ya!"
"Tenang saja. Aku yakin nanti kau membutuhkannya"Jawab Hongbin.
"Maksudmu?"Tanya Taek Woon.
"Aku tahu kau dari tadi memperhatikannya bahkan aku melihat kau tersenyum saat ia tak melihatmu. Bukankah itu kemajuanHyung?"Tanya Hongbin lalu pergi.
Taek Woon memikirkan ucapan Hongbin.
"Ya! Kemari kau. Aku akan membunuhmu"Ucap Taek Woon lalu berlari menghampiri Hongbin yang sudah masuk mobil.

I'm (not) A PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang