Beauty Lyra

1K 66 4
                                        

Hi yg masih jadi silent readers yuk di vote sama comment. Aku mau tau Novel ini bagaimana dari segi kalian. Oiya aku berencana mau post Roman D'Italiano dalam waktu dekat kalo kalian tertarik. Baca sinopsisnya yaaa

Sama jangan lupa baca Simillar & Different. Maaf berantakan aku post dari ponsel.

*****

Disuatu malam yang indah, Lyra baru saja kembali dari latihan dengan Bandnya karena waktu Arts Show sudah tinggal 2 minggu lagi.
Setelah keluar dari mobil, Lyra melangkahkan kakinya masuk ke rumahnya. Di balik pintu sudah ada Kim Ahjumma yang menunggunya. Tapi ada yang aneh, raut wajah Kim Ahjumma menyiratkan suatu hal.
"Ahjumma, waeyo? Wajahmu tak seceria biasanya"Tanya Lyra.
Kim Ahjumma hanya menunduk. Ia bingun harus mengatakan apa.
"Rupanya Agasshi sudah pulang"Ucap seseorang.
Segera Lyra menoleh ke sumber suara.
Tampak seorang wanita cantik dengan gaun merah maroon dan high heels hitam bertali yang membuat tubuhnya seakan sempurna. Tapi tidak sempurna dimata Lyra. Tak lama, Ayahnya menyusul dan berdiri di samping wanita itu dengan Tuxedo hitam yang memperlihatkan ketegasan Ayahnya walaupun sudah berumur 40an tahun..
"Ayah mau kemana?"Tanya Lyra dalam Bahasa Indonesia.
"Ayah hari ini akan pergi ke jamuan salah seorang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata"Jawab Ayah.
"Jangan katakan Ayah berniat pergi dengan Nenek sihir ini"Ucap Lyra.
"Jaga bicaramu Lyra. Kau memang benar, Ayah mengajak Nona Park"Jawab Ayah dengan Bahasa Korea.
Nona Park, ah tidak, stylist Park tersenyum sinis pada Lyra. Lyra menoleh ke Kim Ahjumma untuk mendapat penjelasan dari jawaban Ayahnya. Tapi Kim Ahjumma hanya menunduk mengiyakan.
"Kenapa Ayah tak mengajakku? Aku kan Putrimu. Biasanya Ayah juga mengajakku bahkan memberitahuku dua hari sebelumnya. Apa ini memang rencana Ayah atau dia yang sengaja?"Tanya Lyra dengan diakhir kalimat terakhir menatap tajam Stylist Park.
Duta Besar Im menoleh ke arah Stylist Park yang saat ini sedang tersenyum manis yang membuat Lyra muak.
"Ayah tak mau membuatmu kelelahan. Ayah tahu kau sedang mempersiapkan diri untuk tampil di pertunjukkan itu. Maka dari itu Ayah meminta Nona Park untuk menemani Ayah"Jawab Ayah.
Stylist Park tersenyum kemenangan mendengarnya. Sementara Lyra menaikkan sebelah alisnya. Rupanya ada seorang yang benar-benar berniat membuat dirinya menjadi Cinderella. Tapi Lyra tak akan membiarkan rencananya itu berjalan. Lyra bukanlah gadis naif dan polos. Ia cerdik. Catat itu.
"Tapi Ayah, jika Ayah mengajak Stylist Park itu terlihat tidak sopan menurutku. Ayah kan pejabat Indonesia. Menurutku itu tidak sopan Yah. Apa kata pejabat lain jika melihat seorang yang dipekerjakan di rumah menjadi pendamping Ayah sementara masih ada aku yang bisa menemani Ayah. Ayah bukannya selalu mengajakku? Dan aku juga berjanji pada Ibu untuk menemani Ayah? Lebih baik Ayah menungguku. Aku jamin tidak akan lama untuk berganti pakaian"Ucap Lyra dengan lembut dan tentunya menggunakan Bahasa Indonesia.
Bisa dipastikan otak stylist Park mengandung penuh tanya sekarang. Apalagi Duta Besar Im tampak berpikir keras menimang perkataan Lyra.
"Geurae, lekaslah berganti pakaian dengan gaunmu. Masih ada satu jam lagi acara dimulai. Ayah menunggu diluar"Ucap Ayah.
"Mianhaeyo Nona Park. Sepertinya lebih baik Lyra yang menemaniku. Karena aku juga berniat mengenalkannya pada kolegaku"Ucap Ayah lagi.
Merah padam, Stylist Park menggeram dalam hatinya. Ia marah sekali karena anak kecil seperti Lyra dapat mengalahkannya. Menghancurkan rencananya untuk mengambil hati Duta Besar.
Itulah kelemahan Ayahnya, jika sudah disangkut pautkan dengan hal-hal yang bisa membuat citra dirinya jelek yang akan berujung pada nama Indonesia, Ayahnya akan dengan senang hati mendengarkan Lyra.
Lyra berlari menuju kamarnya untuk segera mempersiapkan diri dibantu Kim Ahjumma. Stylist Park berjalan menuju pintu tapi tangan Chansung menahannya.
"Mianhamnida Agasshi, tapi menurutku sebaiknya kau bisa menyadari keadaan dan tahu batas sebagai pegawai disini"Ucap Chansung datar.
Stylist Park tersenyum sinis.
"Setahuku, bukankah kau juga menyukainya? Apa itu tindakan sopan santun dari seorang Pengawal terhadap seorang PRINCESS"Tanya Stylist Park.
"Kau benar. Aku menyukainya, maka dari itu aku akan terus melindunginya"Jawab Chansung.
"Drama!"Balas Stylist Park lalu pergi.
Terutama darimu, gumam Chansung dalam hati.
Rupanya dia bukan gadis bodoh. Aku yakin dia punya rencana yang akan menyakiti Lyra. Dan ia tak akan menyerah sampai disini. Aku berjanji akan membuatmu tak bisa menjangkau Lyra jika aku mendapatkanmu menyakitinya. Gumam Chansungdalam hati.

I'm (not) A PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang