Caelaaah

1.6K 104 1
                                        

Ali tersenyum mendengar ocehan prilly. Ali langsung menarik tangan prilly untuk masuk, karena hari yang sudah malam dan udara malam yang sangat tidak membaik kan untuk kondisi tubuh.

"Biasa aja kali ngomelnya. Eeh Prill, masakin Mie dong. Laper nih.. Kan gue capek habis surprice in lo"

"Ya habisnya tu cewek kelewatan banget. MIE? Masih ada gk ya li? Oohh jadi lo gk iklas kasih kejutan buat gue? Yaudah sana ambil lagi semuanya" ucap prilly pura pura ngambek.

"Ahahah gk gk gk gk orang gue cuma becanda"

"Berapa lo rugi semuanya? Hitung sana, sekalian biaya rumah sakit dulu" ucap prilly langsung berbaring di atas ranjangnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Eh eh eh gk gitu, gk gitu Prill. Sumpah gue cuma becanda, jangan marah Prill" ucap Ali serius dengan suara yang sendu.

"Udah sana hitung semuanya, kalau udah kelar kasih gue biar gue ganti"

"Gk, gk mau Prill.. Gue gk mau !! Lo jangan gini." Balas Ali yang masih tegak sebelah prilly berbaring.

"Prill... Jangan gini, baru aja tadi gue seneng banget liat lo nangis karena bahagia dapat kejutan dari gue. Tapi sekarang gue buat lo marah lagi. Maafin gue ya Prill, tapi jujur gue cuma becanda doang. Yaudah, kalau lo mau tidur, gue ke kamar dulu ya" ucapan Ali langsung melemah, dan meninggalkan prilly.

Dengan cepat prilly berlari dan bergelayut di lengan Ali.

"Jadi mau Mie gk?" Ucap prilly tersenyum menatap Ali.

"Iihhhh lo ngerjain gue? Ya jadi lah !!"

"Biarin, sekali sekali juga" balas prilly kedip kedip kan matanya.

"Iihh mulai ya, lo mulai bisa ngerjain gue. Berani lo? Hmmm!?" Ucap Ali yang langsung menggelitiki perut prilly.

"Aah.. Ali.. Ali.. "

"Bilang dulu, ampun Ali ganteng"

"Aah Ahahah gk mau, aah Ali Ali.. Udah"

"Yaudah, males berhenti !!"

"Aah aah geli, iyaa iyaa gue minta ampun sama ganteng. Ampuni saya ganteng"

Dengan cepat Ali menghentikan penggelitikan nya di perut prilly.

"Udah sana, buatan gue Mie. Laper banget"

"Haaa hasstt iyaa iyaa... Taa..pi temenin gue" ucap prilly dengan ngos ngosan.

"Ahahaha iya iya, sesak banget nafas nya buk? Minum dulu"

Semenjak mendapat kiriman dari gritte, Ali langsung menunjukkan care nya kepada sosok gadis yang saat ini kemana mana harus bersama dia.

"Di bilangin suruh minum, malah langsung masak" ucap Ali mengambilkan minum untuk prilly.

"Hehe iya, lupa bro" balas prilly tersenyum sambil menerima suapan air minum dari Ali.

"Gue tunggu depan TV ya" ucap Ali tersenyum ketika prilly usai minum.

"Wokeh bos" balas prilly dengan mantap dan langsung mengerjakan tugasnya.

1 menit. 2 menit. 3 menit. 4 menit. 5 menit. 6 menit. 7menit. Akhirnya selesai juga dan prilly langsung menghampiri Ali yang tengah menonton film dari DVD.

"Lama ya?"

"Gk kok, udah selesai ya?"

"Udah nih, gue sekalian buatin juice apel. Mumpung apelnya tinggal 3 makanya gue juice aja"

"Pedes gk?" Ucap prilly.

"Gk, tapi kenapa? Emang nya gk sama ya?"

"Punya gue gk berani banyak kasih cabe nya, takut ntar" balas prilly menyendok sendiri Mie nya.

"Oohh, mau coba? Nih"

"Gk ah, pasti pedes" tolak prilly.

"Aak dulu, aaaak" paksa Ali dengan mantap.

Prilly sedikit mencobanya, dan ternyata sukses membuat raut wajah prilly merah merona karena rasanya yang begitu pedas. Dengan cepat prilly menghisap juice apel nya. Prilly mempelototi Ali sambil menghisap juicenya tersebut. Sedangkan Ali hanya tersenyum dan mencubit pelan hidung prilly.

"Dikit doang kok pedesnya"

*PAGI MENJELANG*
**PRILLY POV**

Kuregangkan otot otot ku yang sempat kaku karena tidur. Kulihat jam yang sudah menunjukkan pukul 09.56 pagi. Untung saja hari ini pembelajaran di mulai 15.35 sore nanti. Setidaknya aku bisa bersantai dulu.

Eeh tapi aku kok disini? Perasaan tadi malam aku lagi nonton dengan Ali di bawah. Hmmm palingan juga Ali yang gendong aku ke kamar. Eeh Ali belum bangun ya?

Begitu turun dari ranjang, aku langsung mencuci muka dengan sabun pembersih dan langsung turun ke bawah. Aku membuka helaian Gorden satu persatu dan langsung menuju dapur. Kali ini aku cukup masak nasi goreng dan sekalian untuk Ali.

Tiba tiba ketika aku masak, aku denger suara Ali manggil aku.

"Prill.."

"Yaa, gue lagi masak. Udah bangun?" Teriakku dari dapur.

"Udah, masak apa?" Tanya Ali kepadaku dengan suaranya yang serak karena bangun tidur.

Makes love things beautifulDove le storie prendono vita. Scoprilo ora