Winter memperhatikan penampilannya di depan kaca. Setelah penampilannya dirasa sudah baik, Winter pun keluar dari kamar.
Kedatangan Winter disambut dengan kue ulang tahun dan nyanyian selamat ulang tahun dari Rain dan Yoohan. Senyum merekah tercipta di wajah Winter.
Pagi ini Rain berinisiatif untuk memberikan kejutan ulang tahun pada Winter walaupun mereka sudah mengucapkan selamat ulang tahun pada Winter tadi subuh.
"Padahal kalian tidak perlu repot sampai menyiapkan kue untukku." Kata Winter dengan senyum bahagianya.
"Hari ulang tahun tidak akan seru jika tidak meniup lilin." Kata Rain sambil menyodorkan kue ke hadapan Winter.
Winter memilih untuk menerimanya saja, dia bahkan tersenyum manis sebagai bentuk responnya.
"Jangan lupa buat permohonan dulu." Kata Yoohan menambahi.
Selama beberapa saat Winter terdiam, sebenarnya dia bingung untuk meminta permohonan apa kali ini.
"Karena tiba-tiba sekali, aku jadi tidak tahu harus meminta apa." Kata Winter dengan tawa renyahnya.
"Kalau begitu minta supaya hidup bahagia saja." Kata Rain.
"Ditambah punya banyak uang juga." Kata Yoohan menambahi.
Mereka dibuat tertawa oleh perkataan Yoohan. Winter pun melipat tangannya lalu menutup matanya.
"Aku ingin hidup bahagia dengan orang-orang yang aku sayangi." Kata Winter dengan tulus di dalam hatinya.
Winter membuka matanya lalu meniup lilin ulang tahunnya. Rain dan Yoohan bersorak riuh.
Mereka pun akhirnya melanjutkan kegiatan mereka bersama. Mereka bahkan sempat berfoto bersama dan setelah mereka itu sarapan bersama.
"Pukul berapa kau akan berangkat dari sini?" Tanya Rain di sela kegiatan sarapan mereka.
"Mungkin sekitaran jam 9. Kak Jina dan Soo oppa juga sedang dalam perjalanan menuju kemari." Kata Winter sambil melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi.
Rain mengangguk mengerti.
"Kau pasti datang ke konser nanti kan?" Kata Winter.
"Iya, tentu saja aku harus datang. Aku tidak ingin membuang tiket gratis." Kata Rain dengan senyum cadaannya.
Memang tiket konser milik Rain itu diberikan oleh Winter secara gratis. Winter ingin supaya teman baiknya itu melihat penampilannya di atas panggung.
"Jika aku tidak memberikannya kepadamu, kau mungkin tidak akan berjuang untuk mendapatkannya kan?" Kata Winter.
"Aku ingin berusaha, tapi berlomba dengan semua fansmu itu sangat sulit. Apalagi konser kali ini juga kan konser besar semua idol di agensimu, pasti akan sulit untuk mendapatkannya juga." Kata Rain menjelaskan.
Winter mengangguk mengerti. Winter juga pernah mencoba untuk membeli tiket konsernya sendiri, tapi dia tidak berhasil mendapatkannya.
Para fans nya sangat cepat. Bahkan tiket yang diberikan pada Rain itu pun dibantu oleh orang lain untuk membelinya. Berkatnya Winter berhasil mengamankan dua kursi untuk Rain.
"Kau akan datang sendiri?" Tanya Winter.
"Tidak, jadinya aku akan datang bersama Yoohan oppa saja." Kata Rain.
Winter mengangguk mengerti.
"Tunggu dulu, mendengar perkataanmu membuatku merasa seperti seorang cadangan." Kata Yoohan dengan wajah anehnya.
"Memang benar cadangan. Awalnya aku berencana pergi dengan kak Mina, tapi oppa juga tahu saat ini kak Mina ada dimana." Kata Rain santai.
"Jahat sekali." Kata Yoohan tidak terima.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Safe Time
Fanfiction📌 Follow Dulu Sebelum Baca 😊 Menjadi terbaik dalam bidang pekerjaanku adalah hal yang terhebat, tapi menjadi terbaik baginya adalah hal yang luar biasa. Karena itu aku memerlukan waktu yang bisa membuat perjalanan hidup terkesan menyenangkan serta...
