38

21 4 4
                                        

"Nin aku titip Cia sama Griffin ya. Motor kamu aku pinjem dulu". Ujar If.

"Serius gak mau ditemenin?". Tanya Syanin.

"Hmm.. tenang aja ini masalah kecil. Aku cuma harus dapet bukti dan semoga aku gak telat". Ucap If.

"Aku yakin kamu bisa, tapi meskipun ini masalah kecil kamu harus tetep hati-hati ya. Jangan sampai kamu nyelamatin orang tapi diri kamu gak selamat". Ujar Syanin.

"Hmm.. thanks ya. Kalian hati-hati di jalan dan satu lagi, sabar-sabar ngadepin Cia". Ucap If yang diakhiri dengan tertawa pelan.

"Dia aneh banget anjir, mana bawel banget!". Kesal Syanin.

"Ya udah kalau gitu, aku duluan ya. Ntar bocil itu ngomel kalau kelamaan". Pamit Syanin.

Setelah Syanin pergi dari situ, If segera menuju kelas 10 untuk mencari Jeslyn. Sesampainya di depan kelas Jeslyn ternyata kelas itu sudah tertutup dan tidak ada orang.

"Duh.. Jeslyn kamu di mana?". Gumam If.

If segera meninggalakan tempat itu dan bergegas mencari keberadaan Jeslyn. If terlebih dulu mengecek tempat parkir untuk melihat keberadaan mobil Cindy dan ternyata mobil Cindy masih terparkir di sana. If segera berlari menelusuri tempat-tempat sepi atau jarang dijangkau oleh orang-orang. Menurut If bisa saja Cindy melabrak Jeslyn dan menyakitinya di tempat itu.

Saat menuju tempat paling pojok di area sekolah, If memelankan langkahnya karena mendengar suara rintihan perempuan. Tak lama juga terdengar suara bentakan dan jeritan yang terasa menyakitkan. If mengintip di balik tembok dan sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia melihat Jeslyn sedang terduduk dengan penampilan yang sangat memprihatinkan. Rambut acak-acakan, potongan kain yang menyerupai kain blazer berserakan di sekitarnya, dan kemeja yang terkoyak sehingga memperlihatkan badan Jeslyn.

Niat awal If akan merekam tidakan Cindy dan gengnya, tapi setelah melihat keadaan Jeslyn yang seperti itu membuatnya sangat emosi dan langsung saja ia keluar dari situ dan melindungi Jeslyn meskipun ia terlambat. Ia berlari saat Cindy dan gengnya akan melempari Jeslyn dengan telur dan tepung. Pada saat yang bersamaan If memeluk Jeslyn dan mereka melemparkan benda itu sehingga mengenai If.

"If!". Kaget Cindy.

If masih memeluk erat badan Jeslyn sambil membisikan sesuatu.

"Maaf aku terlambat datang. Aku bakal selalu lindungin kamu setelah ini". Bisik If.

Setelah berbisik, If melepas pelukannya dan mengalihkan helaian rambut Jeslyn yang menutupi wajahnya. Ia menangkup pipi Jeslyn dan mengarahkannya agar mereka saling tatap. Saat Jeslyn bertatapan dengan If, air mata If langsung jatuh. Ia melihat ujung bibir kanan Jeslyn berdarah dan pipinya merah sedikit bengkak. Ia tidak bisa memikirkan apa yang telah dialami oleh Jeslyn.

Sorot mata If menajam dan terpancar emosi yang tidak bisa ia bendung. Ia mengusap air mata Jeslyn dan berdiri menghadap Cindy. Ia melangkahkan kakinya hingga berhadapan dengan Cindy dan mendorongnya hingga hampir terjatuh jika tidak ditahan oleh Oliv.

"APA YANG UDAH LO LAKUIN, HAH!!!". Teriak If.

"Apa yang udah kalian semua lakuin!! Kalian itu cewek, tapi kenapa kalian tega perlakuin cewek kayak gini?! Gue dulu udah ingetin ya ke kalian, jangan pernah ngebully lagi, tapi kalian lakuin lagi dan sekarang lebih parah". Marah If.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 4 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang