Pagi itu jagad hiburan Korea dikejutkan dengan berita misstatement pada salah satu aktor kenamaan. Bukti mengenai skandal yang dibuat-buat menyebar dengan luas di sosial media. Sang aktor yang sering diberitakan karena skandalnya kembali menjadi perbincangan karena ternyata semua skandal itu adalah buatan agensinya sendiri. Komentar dan spekulasi mulai memenuhi laman berita, tak sedikit pula anonim yang mulai speak up dan membeberkan beberapa cocokologi mengenai kejahatan yang menimpa sang aktor. Banyak orang yang merasa kasihan namun beberapa masih menolak untuk percaya.
Siang harinya berita itu tak mereda sama sekali, bahkan semakin ramai hingga trending di berbagai negara. Ditambah dengan berita hiatusnya sang aktor yang diumumkan hari itu juga. Sungguh nama Jaemin semakin banyak diperbincangkan. Kali ini imagenya berubah, bukan lagi sebagai aktor problematic yang memiliki banyak skandal. Kali ini banyak orang berbondong-bondong membelanya bahkan mengirim pesan penyemangat untuk apapun yang sedang ia perjuangkan.
Jeno tersenyum puas dengan hasil kerja sang anak yang dinilai cepat. Untuk urusan berita dan sosial media, Yushi memang sangat bisa diandalkan. "Kerja bagus, nak." Ucapnya yang hanya dibalas anggukan singkat oleh sang anak. "Setelah ini apa yang harus dilakukan?" Yushi bertanya sembari mengemasi beberapa barangnya yang berserakan di meja kerja sang ayah.
"Tidak ada, setelah ini serahkan semua pada Father. Kau hanya perlu menjaga ibumu."
"Baiklah aku akan pergi." Yushi mengangguk singkat sebelum bersiap untuk pergi. Ia sudah ada janji untuk makan siang dengan sang ibu, jadi ia harus segera pergi untuk menemui pemuda kesayangannya itu.
"Tunggu sebentar." Ucap Jeno sebelum bergegas pergi ke sudut ruangan untuk mengambil sesuatu dari dalam rak. "Ini," ucapnya kemudian sembari menjulurkan sebuah kotak usang begitu kembali ke hadapan sang anak.
"Apa ini?" Tanya Yushi sembari membuka kotak tersebut. Sebuah kalung dengan bandul berwarna hijau menyala terang begitu kotak usang itu berhasil terbuka.
"Itu adalah Malachite, batu itu memiliki kekuatan penyembuh milik nenek buyutmu." Yushi mengamati batu itu dengan seksama. "Untuk apa kau memberikannya padaku?" Si yang lebih tua tersenyum tipis. "Batu itu sedikit banyak akan membantumu memulihkan energi mu, nak."
Yushi sudah menduga jika sedikit banyak sang ayah pasti tahu mengenai keadaannya. Ia juga sadar jika selama ini sang ayah selalu mengirim Kun begitu keadaannya memburuk. Namun saat ia mendengar sang ayah yang membicarakan keadaannya secara langsung, sesuatu dalam dirinya tiba-tiba berdesir hangat. Pemuda itu akhirnya menggeleng saat beberapa pikiran berkecamuk liar di kepalanya. Buru-buru ia tutup kembali kotak itu, berniat ingin mengembalikannya pada sang ayah namun gerakan tangannya berhasil dicegah oleh si yang lebih tua. "Ambillah, batu ini akan lebih bermanfaat untukmu." Pada akhirnya Yushi hanya bisa pasrah, memasukkan kotak itu ke dalam tas jinjingnya kemudian buru-buru pergi.
"Akhirnya anda bisa memberikan batu itu setelah sekian lama." Celetuk Kun yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara ayah dan anak itu dalam diam.
"Ya, setelah sekian lama." ucap Jeno sembari tersenyum dengan hangat.
Senyum itu tak luput dari pandangan Kun. sedikit banyak pria itu mengetahui bagaimana perjuangan sang raja demi kesembuhan anaknya. Batu Malachite dulunya hanyalah batu segel yang digunakan untuk menyegel dunia vampire setelah peperangan. Batu itu memang memiliki kekuatan namun kekuatannya hanya akan bereaksi jika dekat dengan inti batu lainnya. Namun suatu hari, saat Jeno sudah sangat putus asa mencari obat untuk kesembuhan sang anak, tiba-tiba neneknya berkata jika batu Malachite bisa digunakan untuk menyimpan kekuatan dengan menyimpan inti jiwa dari seseorang yang memiliki kekuatan yang diinginkan. Jeno yang saat itu memang memiliki sedikit kekuatan healing dari sang nenek akhirnya berusaha keras untuk mengembangkan kekuatannya. Ia berlatih terus menerus tanpa mengenal letih, mengorbankan segalanya untuk kesembuhan sang anak. Lalu di suatu malam penuh kesakitan, akhirnya usahanya berhasil, inti jiwa api miliknya akhirnya berubah menjadi air. Kekuatannya sebagai philips memudar, berganti dengan kekuatan penyembuh milik salvatore. Setelah itu, sang raja harus merasakan sekali lagi rasa sakit yang teramat sangat untuk memecah separuh inti jiwanya dan memasukkannya ke dalam batu Malachite. Kun sangat tahu jika saat ini sang raja hanyalah sebuah cangkang yang hampir kehabisan kekuatannya dan bisa saja hancur sewaktu-waktu.
—
"Mereka tidak main-main saat mengatakan akan membalas semua rasa sakitmu." Komentar Haechan yang baru saja membaca seluruh berita panas hari itu. Pemuda itu sampai geleng-geleng karena Jeno dan Yushi berhasil mengumpulkan begitu banyak bukti yang dulunya tak bisa mereka dapatkan.
"Mereka memang ayah dan anak yang menakutkan." Ucapan lirih Jaemin mengundang tatapan aneh dari Haechan dan Renjun. "Aku masih merasa aneh saat kau mengatakan hal itu." Ucap Renjun yang menghadirkan kekehan kecil dari Jemin.
"Yo, kalian berkumpul disini rupanya." Suara melengking itu datang dari Mark yang baru saja masuk ke dalam rumah Jaemin. Pemuda itu terlihat sedikit berantakan dengan lingkaran hitam di bawah matanya.
"Ada apa dengan penampilanmu?" tanya Haechan sembari berinisiatif untuk menggeser tempat duduknya agar Mark bisa duduk di sebelahnya.
"Kekasih dan manager sementaramu sangat gila, Jaemin ah. Mereka membuatku tidak bisa tidur selama dua malam."
Ketiga pemuda yang lain tertawa puas mendengar keluh kesah Mark. Pemuda itu sangat jarang mengeluh, jadi jika ia sudah merengek seperti ini tandanya pekerjaannya memang sangat menguras tenaga dan emosi. "Memangnya apa saja yang kau kerjakan?" Mark mulai menceritakan setiap detail pekerjaan yang diberikan oleh Yushi padanya. Keempat pemuda itu berbincang dengan suka cita hingga sosok Yushi memasuki rumah sembari menenteng banyak makanan.
"Selamat siang semuanya."
"Selamat siang, Yushi. Wah kau membawa banyak sekali makanan."
Yushi memberikan makanan yang ia bawa kepada Ahn Ahjumma untuk disiapkan. Kemudian pemuda itu mendudukkan diri di sebelah sang ibu dan langsung meletakkan kepalanya di bahu yang lebih tua. Semua orang yang melihat itu nampak gemas kecuali Mark yang terlihat sedikit terkejut dengan kedekatan kedua orang itu.
"Kau sudah membaik Renjun ssi?"
"Panggil Hyung saja seperti kau memanggil Haechan. Dan yah, aku sudah jauh lebih baik."
Si paling muda mengangguk mengerti kemudian kembali mencari kenyamanan di bahu sang ibu. Obrolan kembali berlanjut, banyak hal yang mereka bahas dari mulai sesuatu yang penting hingga sesuatu yang sangat tidak penting. Mereka baru selesai mengobrol saat Ahn Ahjumma datang dan mengatakan jika makan siang sudah siap. Haechan menjadi yang paling pertama bangkit, mendorong kursi roda Renjun menuju ruang makan diikuti yang lain.
"Kau baru saja bertemu father?" Jaemin bertaya lirih pada sang anak yang masih setia menggandeng tangannya. Sebuah anggukan singkat diberikan sebagai jawaban, mengundang senyum hangat dari Jaemin.
"Bagaimana jika kita mengundang father untuk makan malam dan menginap?"
Yushi tak langsung menjawab, pemuda itu nampak menimbang-nimbang sebelum akhirnya mengangguk. "Ok, mother akan meminta Ahn Ahjumma menyiapkan makan malam kesukaan kalian." Pekik Jaemin dengan antusias.
"Mother terlihat sangat senang saat membicarakan father." lirih Yushi yang masih bisa didengar dengan baik oleh Jaemin.
"Tentu saja, siapa orang yang tidak bahagia saat membicarakan orang yang dicintai."
"Mother sangat mencintai father?"
"Tentu saja, mother sangat mencintai father, dan selamanya akan seperti itu."
---
Yey update lagi. aku usahain akan selesain book ini secepatnya yaaa...
ini kita lebih banyak part yushi dulu yaaa.. nanti part nominnya dipending dulu hahahah..
vote and comment juseyonggg..............
KAMU SEDANG MEMBACA
Glimpse [Nomin]
FanfictionNa Jaemin, seorang aktor dengan banyak skandal dibuat terkejut dengan kedatangan sosok Lee Jeno yang tiba-tiba memanggilnya 'ratuku' dan bersikukuh membawanya 'pulang'. Entah 'pulang' kemana yang Jeno maksud karena Jaemin tak merasa mempunyai rumah.
![Glimpse [Nomin]](https://img.wattpad.com/cover/353863591-64-k628412.jpg)