#29

1.2K 91 5
                                        

“Apa yang kau lakukan pada mother?”

Suara sang anak terdengar, membuat dua sejoli yang tengah menikmati rasa sakit di dada itu terkejut. belum sempat, Jeno menoleh, tubuhnya sudah terpental akibat kekuatan Yushi. Atmosfer dalam ruangan yang sebelumnya penuh kesedihan berubah menjadi ketegangan. Sang pangeran philips nampak sangat murka luar biasa, tak berhenti menyerang sang ayah yang nampak sangat pasrah tanpa melawan. Di lain sisi, Jaemin nampak kebingungan, berusaha meneriaki sang anak agar berhenti menyerang Jeno. Namun ucapan Jaemin tak mempan sama sekali, pria itu akhirnya bangkit dari duduknya, berlari menghampiri sang anak yang tengah siap-siap menyerang kembali. Dipeluknya tubuh sang anak dengan lembut, membisikkan kata penenang pada sang anak yang kesadaran nya sudah direnggut kemarahan.  

“Nero, sudah.” Ucap Jaemin sembari memeluk lembut tubuh sang anak.

Tubuh yang awalnya sangat kaku itu akhirnya melunak, bola matanya pun sudah berubah menjadi coklat kembali, menandakan, bahwa emosinya sudah sedikit lega.

“Mother” Suara lemah dari sang anak itu membuat senyum Jaemin mengembang kecil. “Iya, ini mother, sayang.”

Tangan Jaemin tak berhenti mengusap tubuh sang anak, pun Jeno akhirnya Juga mendekat, berusaha meraih dua tubuh orang yang paling dicintainya.

“Maafkan father, sayang. Maafkan father, Yushi ah.” Ucapan sangat lembut itu berhasil membuat tangis sang anak pecah. Segala sakit dan kerinduan ia lampiaskan dalam tangis yang terdengar sangat menyakitkan.

Pada akhirnya, ketiganya menangis bersama sembari saling mendekap, satu hal yang dulu sekali selalu menjadi impian mereka.

Jaemin tersenyum kecil saat melihat raut ingin tau sang anak. Saat ini keduanya tengah terbaring saling berpelukan di kamar si manis. Keduanya memutuskan untuk beristirahat bersama setelah puas menangis, sedangkan Jeno harus segera pergi karena memiliki pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

Kesempatan ini digunakan oleh Jaemin untuk menceritakan banyak hal mengenai apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Yushi nampak mendengarkan dengan patuh tanpa menyela, namun Jaemin bisa melihat perubahan emosi sang anak yang terlihat jelas di wajahnya.

“Jadi, Father sangat mencintai mother?”
Jaemin mengangguk mantap, senyum dibibir nya merekah sempurna. “Father melakukan semua itu karena sangat mencintai mother, Nero. Saat itu, semuanya sangat kacau semua orang berusaha membunuh mother karena kekacauan yang telah terjadi. Father dengan sekuat tenaga melindungi mother yang saat itu bahkan sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk hidup karena rasa bersalah. Tapi akhirnya father berhasil meyakinkan jika semuanya akan baik-baik saja. Dan beberapa saat kemudian, kami mendapat keajaiban yang akhirnya membuat mother kembali bersemangat untuk hidup.”

“Apa itu?”

Senyum Jaemin mengembang teduh, “Kau, kau yang tumbuh di rahim mother yang akhirnya membuat kebahagiaan sedikit demi sedikit datang pada kami. Mother masih ingat, bagaimana father menangis saat kau lahir. Dia terlihat sangat jelek karena terlalu banyak menangis saat itu.”

Yushi nampak terdiam, tak berekspresi sedikitpun setelah mendengar ucapan Jaemin. “Father sangat mencintai kita, sayang. Dia sudah banyak berkorban untuk mother. Jadi, mother berharap kau tidak terlalu membencinya. Harusnya kau menyalahkan mother karena membuat terlalu banyak kekacauan hingga tidak bisa memberimu keluarga yang utuh. Maafkan mother, sayang.”

Yushi tidak menjawab, ia malah merapatkan pelukannya di tubuh jaemin, kepalanya ia sembunyikan di ceruk leher sang ibu. Jaemin tersenyum kecil, mengusap lembut rambut sang anak. Ia tahu meleburkan hati sang anak tidak akan mudah karena Yushi telah menderita sangat lama. Jaemin tidak akan memaksa, ia akan menceritakan segala sedikit demi sedikit, berharap suatu saat hati Yushi akan luluh dan mereka bertiga bisa memperbaiki segalanya.

Glimpse [Nomin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang