37. The Talk*

6 1 0
                                        

A/N : jujur ada adegan kurang senonoh dibawah jadi please be wise, okay?


Author's POV

Beberapa minggu terakhir dihabiskan Ashley dengan kegiatan yang super padat, clothing line yang dibangunnya kini sudah dapat diakses dan dibeli oleh semua orang.

Jika Natalie memegang kuasa penuh atas proses produksi mencangkup seluruh kegiatan dibalik layar, maka Ashley bertanggung jawab atas proses pemasaran dan juga penjualan brand tersebut.

Hal yang sebenarnya tidak terlalu sulit baginya, karena secara sukarela dan tanpa ia ketahui, Sofia dengan bangganya terus memamerkan berbagai macam koleksi perdana yang dibuat oleh adiknya itu.

"Ash, meeting dengan tim IMG dalam 30 menit, mereka akan sampai dalam 15 menit." Cher, sekertarisnya memberi info.

Ashley yang tengah fokus merapihkan deck di layar laptopnya pun menoleh dan mengangguk singkat, meeting terakhirnya untuk minggu ini sebelum dirinya terbang ke Agusta untuk menemani Niall– juga ayahnya dalam kompetisi golf bergengsi tersebut.

"Seseorang juga menunggumu dibawah, dia berkata ingin berbicara sebentar padamu, namanya Megan. Should I sent her in?" ucapan Cher selanjutnya membuat Ashley sontak menatapnya.

Menimbang-nimbang sebentar, Ashley memutuskan untuk mengizinkan Cher membawa Megan ke ruangannya. Saat ini dia hanya memiliki waktu sekitar 10 menit, jadi momen ini dirasa pas baginya untuk membereskan apapun yang terjadi diantara keduanya.

"Hi, Ashley. Maaf jika kedatanganku mengganggumu." Ashley memperhatikan Megan yang kini sudah mampu berjalan dengan stabil, meski masih terlihat hati-hati.

"Hi, duduklah.." balasnya singkat, jarinya mengetik beberapa kata pada laptopnya sebelum dia menggeser benda itu sehingga kini keduanya duduk berhadapan.

"Aku hanya memiliki waktu 10 menit, Meg. So just say what you what to say."

Perkataan Ashley yang cukup menohok membuat Megan menegapkan tubuhnya.

"Aku hanya ingin meminta maaf atas semuanya, mulai dari kehadiranku secara tiba-tiba di London, permasalahan masa laluku dengan Niall, kondisi kesehatanku saat ini dan yang paling penting adalah ucapanku tentang hubunganmu dengan Niall saat itu di rumahnya." Megan mengatakan hal tersebut dalam satu tarikan nafas.

Dengan kedua tangan yang dia genggam erat dibawah meja kerja Ashley, Megan memberanikan dirinya untuk menatap kedua iris mata Ashley, yang ternyata sudah menatapnya lekat terlebih dahulu.

"Aku minta maaf, Ashley. Aku menyadari bahwa apa yang telah kulakukan sangat melewati batas, terlebih untukmu yang sudah sangat berbesar hati atas kehadiranku ditengahmu dan juga Niall. I should've really thought before I speak, aku paham jika kau masih belum mau untuk menerima maafku, tapi aku akan kembali ke London sebentar lagi, sebelum kita berpisah, aku hanya ingin mengucapkan permintaan maafku ini secara langsung padamu, I hope you understand." lanjutnya lagi.

Mendengar ucapan maaf secara langsung dari Megan membuat apapun yang Ashley rasakan sebelum ini terhadap gadis itu sirna seketika, Ashley memang sudah tidak terlalu memikirkan permasalahan itu sejak hubungannya dengan Niall kembali membaik, namun tak bisa ia pungkiri juga bahwa mendengar permintaan maaf dari mulut Megan ternyata membuat hatinya terasa lebih lega.

"I forgive you, Meg." kata itu keluar dari bibir Ashley dengan tulus, membuat Megan sempat terkejut disusul dengan senyuman kecil diujung bibirnya.

"In fact, aku seharusnya mengucapkan terima kasih padamu." lanjut Ashley lagi yang membuat Megan bingung.

"Terima kasih untuk?"

Another WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang