Beberapa pasang mata menatap saat Luca berjalan melewati pasar. Pemuda itu terus saja menundukkan kepala, merasa malu dengan tatapan warga desa yang cukup terang-terangan. Ia sudah tidak mengenakan jubah dan hanya menggunakan pakaiannya yang terbilang cukup mewah. Padahal sebelum pergi, Luca telah memilih pakaian yang menurutnya paling sederhana.
Ayolah Luca, di kediaman Marquess pakaian yang paling sederhana justru adalah yang paling mahal. Belum lagi statusnya yang seorang bangsawan, menemukan pakaian yang biasa-biasa saja sangatlah tidak mungkin.
Ditambah dengan siluman di belakangnya yang sedang dalam wujud manusia. Memikirkan ini, Luca menoleh ke arah Luke yang juga tengah menatap Luca.
Alis serigala itu terangkat, "Ada apa?"
Sudut bibirnya berkedut saat Luca menarik senyum canggung, "Tidak ada. Hanya ... bisakah kau berubah menjadi anak serigala saja?"
Bisik Luca sedikit mendekat ke arah Luke. Tinggi keduanya tidak terpaut jauh, Luca sedikit lebih pendek dari Luke setengah kepala. Jadi saat Luke menurunkan pandangannya, mata sebiru kristal itu langsung bersitatap dengan netra cokelat milik Luca.
Mata cokelat itu berkilau layaknya sebuah kaca, emosi di dalamnya begitu jelas sampai-sampai Luke tidak berani untuk menatap lebih lama. Serigala itu memilih untuk berjalan mendahului Luca dan menjawab dengan suara yang entah kenapa menjadi sedikit serak.
"... Tidak."
Mendapatkan penolakan yang begitu jelas, Luca tidak bisa berbuat apa-apa. Ia kembali menyamakan langkahnya dengan Luke dan berjalan menuju gerbang desa.
Menurut apa yang dikatakan nona penjaga penginapan, hari ini terdapat beberapa kereta barang yang akan menuju Ibukota Kekaisaran dan mereka bisa menumpang di sana. Ini merupakan keberuntungan pertama Luca semenjak ia memulai perjalanannya ke Ibukota, jadi tentu saja ia memutuskan untuk tidak menunda.
Mengenai Luke yang bisa masuk atau tidak, kita berdoa saja jika Aegis memiliki beberapa urusan dan tidak menjaga gerbang kota.
Dan di sinilah Luca berada, tepat di gerbang Desa Sylmere di mana beberapa orang tengah sibuk memindahkan hasil panen mereka ke dalam kereta.
Kali ini Luca memperhatikan pemilik kereta dengan saksama, ia tidak mau kembali di tipu dan berakhir di antah berantah.
Luke yang posisinya telah kembali di belakang Luca, memperhatikan punggung pemuda itu. Serigala ini kembali seperti saat ia masih dalam wujud serigala, pendiam.
Luca melangkah maju saat ia telah memilih orang yang keretanya akan ia tumpangi. Di sana, terlihat seorang pria paruh baya yang tengah kesulitan mengangkat sekarung gandum. Melihat karung itu akan jatuh, Luca buru-buru menghampiri dan memegang sisi karung yang lain. Mengangkatnya dan meletakkan gandum itu di dalam kereta.
Merasa terbantu pria paruh baya itu hendak mengucapkan terima kasih, ia menoleh dan seketika di buat gugup saat melihat wajah orang yang membantunya. Di lihat dari betapa mewah baju yang di kenakan pemuda bermata cokelat ini serta pria kekar yang berpakaian seperti pengawal di belakangnya, pria itu tahu jika anak ini pastinya adalah anak bangsawan.
Maka dari itu ia menundukkan kepala, "T-terima kasih Tuan Muda!"
Suaranya secara tidak sadar naik satu oktaf karena kegugupan dan ia secara refleks menutup mulutnya. Mata pria itu melirik ke arah anak bangsawan yang kini tersenyum padanya.
Tunggu.
Tersenyum?!
"Tidak masalah, Tuan," Luca menepuk-nepuk tangannya yang sedikit kotor, netra cokelat itu menatap pria pemilik kereta barang.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Back To Medieval Times
General FictionSeorang pemuda tampan yang entah bagaimana bisa terlempar ke abad pertengahan dan terlebih lagi dunia itu adalah dunia dalam novel! Nasib menjadi karakter figuran dan mati dengan sia-sia. Luca : "Aku akan merubah semuanya." Kemudian... Para lelaki :...
![[BL] Back To Medieval Times](https://img.wattpad.com/cover/331570305-64-k53452.jpg)