Tubuh berbalut kain putih diletakkan dengan hati-hati disalah satu gerbong kereta barang yang telah dikosongkan. Matahari telah terbit, menyinari sedikit kain putih yang terjulur keluar dari kereta barang.
"Sampai kapan kau akan terus melihatnya? Bukannya dia akan bangun jika kau terus menatap."
Luca melirik Luke yang berdiri disampingnya, mata anak itu sedikit bengkak karena menangis semalam. Emosinya saat ini sudah cukup stabil, tapi dia masih sedikit sedih. Maka dari itu dia mengabaikan kata-kata Luke.
Luke yang diabaikan menyenggol bahu Luca pelan, "Hei, jawab aku."
Lagi-lagi, Luca tidak menjawab. Dia berpindah tempat agar bisa menenangkan sedikit pikirannya, tapi mau kemanapun ia pindah siluman serigala ini terus saja mengikutinya. Sebelumnya Luke tidak semenyebalkan ini, jadi kenapa serigala itu sekarang berbeda? Tolong kembalikan Luke yang pendiam untuk saat ini..
Tidak tahan terus di ikuti, akhirnya Luca berbalik menghadap Luke. Kata-kata yang ingin dia keluarkan terhenti di tengah-tengah karena kemunculan seseorang.
Itu adalah pria berjanggut dengan lengan yang telah diperban akibat pertarungan semalam.
"Tuan muda, kita akan segera berangkat. Anda bisa naik di kereta saya selama sisa perjalanan," pria itu berucap sopan.
Luca menatapnya sebentar sebelum memindahkan pandangan pada kereta yang sebelumnya ia naiki. Melihat arah pandang pemuda itu, si pria berjanggut paham dan segera berbicara. "Kereta pak tua itu akan dibawa oleh pedagang lain. Anda tenang saja, kami semua adalah pedagang yang jujur. Semua dagangan pak tua itu akan kami jual dan hasilnya akan kami serahkan pada anggota keluarganya di desa."
Baru saat kalimat itu terucap, Luca merasa lega. Senyum terpatri diwajahnya yang tampan, "Terima kasih, maaf merepotkan mu Tuan."
"Tidak, tidak sama sekali!" Pria berjanggut itu melambaikan tangannya cepat, "Kami yang harusnya berterima kasih karena bantuan anda dan pengawal anda."
Luke yang sejak tadi diam memperhatikan, sedikit menaikkan alisnya saat mendengar kata 'pengawal'. "Sejak kapan aku jadi pengawalmu?" Bisiknya dengan lengan yang lagi-lagi menyenggol bahu Luca. Si pemilik bahu tidak menjawab, melainkan membalas dengan menjaga jarak setengah langkah dari serigala itu.
Walaupun begitu, dia tetap menjelaskan pada si pria barjanggut. "Dia bukan-"
"HEI YANG DISANA! KITA AKAN SEGERA BERANGKAT!"
Suara Luca tertelan oleh teriakan pedagang lain yang sepertinya telah siap untuk berangkat. Pria berjanggut itu membalas teriakan yang lain dengan ibu jari terangkat, dia berbalik pada Luca dengan nada sopan seperti biasa, "Mari Tuan muda."
Melihat orang-orang telah siap, Luca menyerah pada ide untuk membenarkan kata-kata pria berjanggut. Pemuda itu tidak ingin menunda yang lain. Alhasil dia hanya mengikuti si pria berjanggut menuju keretanya dengan Luke dibelakang yang kembali diam seperti biasa.
Kereta milik pria berjanggut ternyata tidak sebesar kereta yang dinaiki Luca sebelumnya. Ini jauh lebih kecil dengan beberapa karung makanan pokok serta sayuran yang di ikat memenuhi kereta. Menyisakan sedikit tempat untuk mereka duduk.
"Maaf, kereta saya memang cukup kecil." Pria berjanggut itu menggaruk sisi kepalanya dengan malu.
"Tidak," Luca buru-buru membuka suara. "Sebuah keberuntungan bagiku untuk bisa menumpang di rombongan kalian, bahkan sampai Ibukota. Hal semacam ini," dia menggantung kata-katanya sesaat hanya untuk menampilkan senyum cerah, "Kau benar-benar tidak perlu meminta maaf."
"Tuah muda, anda benar-benar rendah hati!" Dia belum pernah melihat seorang bangsawan begitu ramah pada orang-orang seperti mereka sebelumnya. Kebanyakan orang-orang dengan darah bangsawan selalu menindas mereka yang lebih rendah.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Back To Medieval Times
General FictionSeorang pemuda tampan yang entah bagaimana bisa terlempar ke abad pertengahan dan terlebih lagi dunia itu adalah dunia dalam novel! Nasib menjadi karakter figuran dan mati dengan sia-sia. Luca : "Aku akan merubah semuanya." Kemudian... Para lelaki :...
![[BL] Back To Medieval Times](https://img.wattpad.com/cover/331570305-64-k53452.jpg)