Setelah menempuh hampir 9 jam perjalanan tanpa berhenti, kereta yang ditumpangi Luca akhirnya menetap di sebuah tanah lapang yang berada tepat di sebelah persimpangan setelah mereka keluar dari hutan yang mengelilingi desa Sylmere. Omong-omong soal persimpangan, sudut bibirnya berkedut saat mengingat sesuatu.
Luke yang baru saja turun dari kereta, menyenggol sedikit bahu pemuda yang malah menatap persimpangan sesaat setelah dia turun dari kereta.
"Kenapa malah menjadi patung di sini? Tuan muda tidak ingin membantu, huh?" ejeknya sambil lalu.
Celetukan ini berhasil membuat Luca kembali dari ingatan tidak menyenangkan yang sempat terlintas di kepalanya. Pemuda itu menatap punggung siluman berwujud manusia yang entah kenapa lama kelamaan perkataannya menjadi menyebalkan. Aku rindu serigala hitam yang tidak banyak bicara itu.
Bergegas menuju rombongan yang saat ini membangun tenda untuk bermalam, Luca pun ikut membantu meskipun tidak banyak. Ia tidak terbiasa mendirikan tenda, entah itu di kehidupan sebelumnya dan saat ini yang memang mempunyai latar belakang bangsawan. Pemilik asli tubuh ini jelas tidak akan menyentuh hal-hal seperti ini, pasti akan selalu ada pelayan yang menyiapkan segalanya.
Matahari sudah tenggelam saat rombongan itu menyelesaikan persiapan untuk bermalam. Ada api unggun besar yang dinyalakan ditengah-tengah dan orang-orang mulai berkumpul untuk makan malam bersama. Setelah selesai dengan tendanya sendiri, Luca pun ikut berkumpul bersama yang lain.
Pakaiannya yang memang terkesan mewah, membuat dirinya menonjol dikalangan pedagang. Mereka mau tak mau penasaran, bagaimana seorang pemuda yang jelas sekali terlihat seperti anak bangsawan malah berakhir bersama mereka ketimbang menyewa kereta yang lebih mewah. Melihat pemuda bermata cokelat yang sempat membantu mendirikan tenda mereka itu cukup ramah, salah satu dari para pedagang ini memberanikan diri untuk bertanya.
"Tuan muda, maaf jika saya tidak sopan," pria berjanggut itu meminta maaf terlebih dulu, takut-takut pertanyaannya menyinggung. Melihat si lawan bicara mengangguk dan mempersilahkan, pria berjanggut itu melanjutkan. "Saya penasaran, kenapa anda tidak menyewa kereta yang lebih mewah ketimbang ikut bersama rombongan kami?"
Pertanyaan ini mendapat perhatian dari orang-orang yang mendengar. Bahkan beberapa wanita yang tengah memasak di belakang sampai menjulurkan kepala mereka untuk mendengar jawaban dari si anak bangsawan.
Tidak memiliki celah untuk menghindari pertanyaan, Luca hanya bisa tertawa miris mengingat serangkaian kejadian sial yang sempat menimpanya sebelum akhirnya sampai ke desa Sylmere. Semuanya ia simpulkan menjadi satu kalimat, "Aku tidak punya cukup uang."
Para wanita yang mendengar dibuat kaget, salah satunya yang termuda, secara refleks menjawab.
"Bagaimana bisa? Anda jelas bukan orang sembarangan - AH! Bu! " seru gadis itu saat merasakan cubitan di lengannya.
Tidak ingin ada pertengkaran karena dirinya, Luca buru-buru menyela saat ibu dari gadis itu berniat berbicara. "Asal kau tahu saja, Nona. Sebelum sampai ke desa Sylmere aku mengalami banyak masalah," ceritanya.
"Jangan bilang anda di hadang beberapa Bandit?"
"Saya dengar diluar desa sedang banyak hal-hal semacam ini. Itu sebabnya kali ini kita menyewa beberapa pengawal."
Para pedagang mulai membicarakan rumor mengenai bandit dan turut merasa kasihan dengan apa yang telah dialami pemuda itu. Di sisi lain, Luca yang dikasihani hanya bisa mengangguk malu. Ia tidak bisa mengatakan jika dia di tipu oleh seorang pria dan seorang anak, kan? Itu akan melukai harga dirinya, oke?
"Tapi Tuan muda, bukankah anda membawa pengawal?"
Pertanyaan yang sama sekali tidak Luca duga, ditanyakan oleh pria tua yang keretanya ia tumpangi tadi. Pria tua itu sudah sedikit santai daripada sebelumnya. Mungkin karena keramahan yang Luca tunjukkan atau mungkin karena Luke yang sedari tadi menghilang entah kemana.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Back To Medieval Times
General FictionSeorang pemuda tampan yang entah bagaimana bisa terlempar ke abad pertengahan dan terlebih lagi dunia itu adalah dunia dalam novel! Nasib menjadi karakter figuran dan mati dengan sia-sia. Luca : "Aku akan merubah semuanya." Kemudian... Para lelaki :...
![[BL] Back To Medieval Times](https://img.wattpad.com/cover/331570305-64-k53452.jpg)