Chapter 33

735 94 7
                                        

"URGHHKK!!"

Leher pria berambut cokelat itu dicengkram kuat, kakinya yang tergantung menendang-nendang udara saat napasnya perlahan-lahan mulai tersendat. Mata pria itu memerah seiring dengan menipisnya udara yang memasuki paru-parunya.

Si pelaku jelas tidak memberi ampun. Mata biru itu menatap dingin manusia yang lama-kelamaan lemas ditangannya. Di sekitar Luke terdapat beberapa tubuh yang pastinya sudah tidak bernapas. Bekas pertarungan terlihat dimana-mana, bahkan sebatang pohon pun dipenuhi jejak berdarah.

Itu jelas bukan milik Luke. Serigala itu tidak mendapatkan luka apapun. Hanya rambut panjangnya saja yang berantakan, membuat sosoknya terlihat seperti 'orang gila' yang mengamuk mencekik orang. Seperti sekarang.

Luke bisa merasakan jika denyut nadi orang di depannya perlahan-lahan mulai melambat. Rasa ketidakpedulian terpancar diwajahnya saat ia berbisik pelan, "Membosankan."

Krek!

Tubuh itu dibuang ke samping. Teriakan teredam terdengar begitu mayat itu berguling di tanah.

"Hm?" Luke yang tadinya akan pergi, melirik ke arah mayat itu. Atau lebih tepatnya, pada sebatang pohon yang ada didekatnya.

Penglihatan Luke telah dipertajam berkali-kali lipat dibandingkan serigala biasa. Matanya dapat melihat menembus sebatang pohon itu dan tahu jika ada bandit yang tersisa tengah gemetar memegang pisau ditangannya.

Ia menjilat bibirnya saat melangkah mendekat, "Masih ada yang tertinggal," ucapnya cukup keras.

Pria dibalik pohon dibuat begitu ketakutan. Bahunya bergetar tak terkendali, otaknya seolah berhenti bekerja karena rasa takut yang begitu hebat.

Luke menyisir rambutnya yang berantakan ke belakang menggunakan jari-jarinya. Mata biru itu masih sedingin salju saat si pemilik melangkah pelan. Sengaja menyiksa mangsanya dalam ketakutan.

Tapi baru beberapa langkah, Luke dibuat berhenti seketika. Rasa panas merayap di lehernya, dibarengi dengan segel kontrak yang menyala mengelilingi leher serigala itu. Dalam beberapa detik, sinyal bahaya langsung dikirimkan ke otaknya.

Tuannya sedang dalam bahaya.

Binatang roh yang telah dikontrak memiliki satu tugas utama. Mereka ditugaskan untuk memblokir berbagai macam serangan berbahaya yang diarahkan kepada Tuan mereka. Menjadikan tubuh mereka sebagai nyawa tambahan sang Tuan.

Dan jika Tuan mereka mati, maka binatang roh itupun akan ikut mati bersama Tuannya. Tapi tidak dengan sebaliknya. Memang kejam. Karena aturan kontrak ini dibuat agar binatang roh tidak melalaikan tugas utamanya.

Merasakan rasa panas yang begitu menyengat di lehernya, Luke tidak lagi peduli pada pria yang masih berada di balik pohon itu. Serigala itu dengan cepat melesat ke arah tenda yang sebelumnya ia tinggalkan.

Luke berlari begitu cepat hingga hanya beberapa detik dan ia sampai di bagian luar hutan. Tubuh yang awalnya siap untuk menerjang apapun yang mungkin membahayakan Luca, segera dibuat kaku saat matanya melihat tubuh seorang pria jatuh dengan keras ke tanah.

Rasa panas di lehernya menghilang, bersamaan dengan jatuhnya pria itu dan siluet seorang pemuda yang terpantul dengan jelas di matanya.

...

Luca menghembuskan napas lega saat melihat tubuh pria itu jatuh ke tanah. Ibu jarinya mengelus hiasan kupu-kupu yang ada di cincin perak. Jika bukan karena refleksnya dengan cepat mengelus cincin itu sehingga perisai perak miliknya keluar, maka falchion itu akan menghantam punggungnya dengan kuat, menyisakan luka robek yang besar.

[BL] Back To Medieval TimesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang