Bekas luka menjalar di bagian mata kanan yang berwarna abu sedangkan mata kiri berwarna amber. Seragam hitam keabuan membalut tubuh tegap pria itu dengan sangat sempurna dengan lencana bintang perak terselip dibagian dada kirinya. Sebilah pedang dengan sarung berukir emas menggantung di sampingnya, nampak sangat indah sekaligus mematikan.
Jika ingatannya tidak salah dan deskripsi yang ada di novel itu benar dengan apa yang ia lihat sekarang, maka tidak salah lagi. Orang yang Luca lihat di depan adalah Komandan Khusus Pertahanan Ibukota, sekaligus pemimpin Aegis, Elwin Waylon!
Sial! Aku berniat untuk mengakali anggota Aegis, bukan pemimpinnya!
Elwin Waylon, cucu dari seorang kesatria yang mengorbankan nyawanya untuk Kaisar saat ia pertama kali naik tahta. Karena itu, Kaisar secara khusus memperhatikan keluarga Waylon.
Elwin sendiri bukannya diangkat sembarangan oleh Kaisar untuk menjadi komandan pertahanan. Kaisar melihat potensi yang ada pada pria itu setelah mengirimnya ke medan tempur untuk menaklukkan kerajaan yang ada di Tenggara agar bergabung dengan Kekaisaran. Hasilnya, pria itu mampu memimpin dan menaklukkan kerajaan tersebut dalam kurun waktu dua bulan.
Setelah kepulangannya, Kaisar langsung memberikan jabatan sebagai Komandan Pertahanan Ibukota. Tidak sampai sini saja, satu tahun setelah jabatan itu diberikan, Elwin lagi-lagi menunjukkan kecakapannya dalam bertarung. Pria itu berhasil menaklukkan binatang roh tingkat atas yang mengamuk di dalam Ibukota, mencegah binatang itu melukai rakyat lebih banyak. Bekas luka dan kebutaan pada mata kanannya merupakan bukti betapa sengit pertarungannya saat itu.
Karena prestasinya, Kaisar memilih Elwin sebagai pemimpin asosiasi Aegis yang dibentuk setelah kejadian itu. Semuanya tertulis dalam novel, karena karakter ini pernah bersinggungan dengan pemeran utama wanita.
Tuhan, bukankah aku memintamu agar tidak ada anggota Aegis yang berjaga? Kenapa kau malah kirim pemimpinnya?!
Keringat dingin mengalir di pelipis Luca. Jika dia dan Luke terus maju, maka kemungkinan besar Luke akan dikenali dan ditahan oleh asosiasi. Hal ini, tentunya tidak akan Luca biarkan terjadi.
Berbagai cara berputar di kepalanya saat Luca berjongkok dan berbisik tepat pada telinga serigala itu. "Luke sepertinya-"
Kalimat selanjutnya terhenti saat logam dingin terasa di leher pemuda itu. Luke segera berbalik menghadap Luca, serigala itu dalam mode bersiap. Menatap seseorang yang berada tepat di belakang Luca dengan geraman rendah tapi tidak berani menyerang karena pedang yang berada di leher Tuannya.
Orang-orang yang berbaris di belakang mereka segera mundur ketakutan. Dalam sekejap, Luca dan Luke telah di kelilingi anggota Aegis yang menghunus pedang ke arah mereka.
Manik cokelat itu melirik sedikit bilah pedang bercorak yang menahan lehernya. Sekali lihat, dia bisa tahu siapa pemiliknya. Senyum kaku terukir di wajah Luca saat suaranya terdengar, "Tuan, maksudmu apa?"
Di situasi seperti ini, Luca agak merindukan ayahnya. Jika Victor ada di sini dan menyaksikan pedang terhunus di leher putranya, sudah di pastikan pria itu akan langsung meninju wajah Elwin. Walaupun tidak sampai melakukan pembunuhan, tapi itu cukup untuk merusak wajah tampannya dan mematahkan beberapa tulang.
Sayangnya, Victor berada di perbatasan. Dan Elwin yang tidak mengetahui status Luca hanya menganggap bahwa pemuda itu mencurigakan. Dengan serigala hitam besar yang dibawa, Elwin mencurigai jika pemuda itu akan melakukan sesuatu di Ibukota.
Elwin menyipitkan matanya saat menatap mata biru serigala hitam itu. Energi yang lain sama persis seperti binatang roh tingkat atas yang pernah ia kalahkan bertahun-tahun yang lalu, bahkan lebih kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Back To Medieval Times
General FictionSeorang pemuda tampan yang entah bagaimana bisa terlempar ke abad pertengahan dan terlebih lagi dunia itu adalah dunia dalam novel! Nasib menjadi karakter figuran dan mati dengan sia-sia. Luca : "Aku akan merubah semuanya." Kemudian... Para lelaki :...
![[BL] Back To Medieval Times](https://img.wattpad.com/cover/331570305-64-k53452.jpg)