Nb : typo bertebaran
“Hi guys welcome back with Princess Yeri…., sudah berapa tahun ya kita tidak berjumpa, adakah yang rindu? Baiklah, baiklah aku rasa kalian semua rindu.” Sapanya riang kearah kamera yang sedang merekam kegiatan live-nya.
Dengan gemrusuk Yeri membuka tas dan lemari yang ada di kamaranya. Entah apa yang akan dia tunjukkan pada followersnya yang jelas itu seperti sesuatu yang krusial. Oh iya sekarang ini kegiatan yang sangat disukainya adalah membuat vlog, Yeri bercita-cita akan menjadi youtuber. Itu yang selalu dia katakan pada semua keluarganya.
“Aduh guys maaf ya ternyata barang yang mau aku tunjukkan ternyata tidak ada, mungkin tertinggal di asrama? Atau Yeri lupa menaruhnya dimana, atau nanti kita tanya ke mama saja ya, biasanya mama selalu tahu letak semua barang-barang yang ada di rumah, mama seperti cenayang hehe. Mama kalian seperti itu tidak?” tanyanya sembari menaik turunkan kedua alisnya.
- Yeri sekarang tinggal di asrama?
- Yeri diusir mama ya?
- Yeri sudah punya pacar belum?
- Papa Yeri sudah jatuh miskin ya, anaknya sampai dibuang ke asrama
Yeri dengan serius membaca semua komen yang masuk, terkadang dahinya berkerut bingung dan terkadang pula bibirnya melengkungkan senyum, lucu sekali semua komen penggemarnya ini.
“Baiklah guys, aku akan menjawab pertanyaan kalian satu-satu ya, aku harap kalian mendengarkan dengan baik hehe.” Ucapnya sok serius
“Jadi Yeri sudah beberapa bulan ini tinggal di asrama, dan ini memang aturan dari sekolah Yeri, yang harus mewajibkan semua siswa harus tinggal di asrama beberapa waktu kedepan. Terus Yeri tidak diusir mama ya, mana mungkin mama mengusir anak kesayangannya, jangan ngadi-ngadi kalian semua. Dan yang paling penting papa Yeri mana mungkin jatuh miskin, jangan membuat berita yang macam-macam ya, awas saja.” Peringatnya dengan mata yang melotot kearah kamera agar penggemarnya merasa terintimidasi dengan peringatannya.
- Di asrama Yeri ada embege tidak?
Dahi Yeri semakin mengkerut membaca salah satu komen dari penggemarnya, embege?
"Embege apa?" Tanya nya balik, "Ini semacam pelajaran atau lomba?" Lanjutnya lagi tidak mengerti dengan kata asing yang baru dibacanya hari ini. Pun pertanyaannya tidak ada yang berniat untuk menjelaskannya, dan dia menyimpulkan itu sesuatu yang tidak penting hanya pertanyaan yang ngawur.
- Lucu banget anak ini tidak tahu embege
- Jadi mana pacar Yeri?
- Yeri kemarin aku lihat kamu di mall bareng Mark ya?
Mata Yeri sedikit melotot kaget membaca salah satu komen yang masuk, tapi kemudian senyumnya mengembang hanya membaca satu kata yaitu “Mark”, tiba-tiba semua kenangan dengan lelaki itu masuk kedalam pikirannya tanpa permisi.
“Shutt… jangan membuat berita yang tidak benar ya guys, aku dan Mark kita…., hanya berteman saja.” Ucapnya dengan malu-malu
Berbeda dengan Yeri yang membahas teman lelakinya dilive dengan penuh binaran dimatanya, atmosfir di kamar seorang gadis bernama Wendy sedikit ada aura tegangnya, tanpa Yeri sadari sang kakak sejak pertama dia live Wendy sudah ikut nimbrung, dia hanya ingin tahu live macam apa yang adiknya lakukan, pembahasan apa yang akan adiknya utarakan pada penggemarnya, dia hanya penasaran dengan calon youtuber itu.
“Mark?” bisiknya pelan pada diri sendiri, memutar ulang ingatan diotak cerdasnya itu apakah ada teman adiknya yang bernama Mark. Sesekali dia mengamati wajah adiknya yang tersenyum malu-malu setiap kali menyebut nama Mark.
- Yeri kemarin aku juga lihat Mark menyuapimu ice cream
“Menyuapi? Teman?” tanyanya lagi pada diri sendiri.
“Wah ini bocah dimasukkan asrama bukannya focus belajar ikut olympiade malah pacaran saja, benar-benar otak kadalnya tidak sembuh malah makin menjadi-jadi” gerutunya pelan, Kembali lagi dia tatap adiknya yang kedua pipinya semakin memerah berkat pertanyaan itu.
Dilain tempat Yeri yang membaca komen penggemarnya semakin salah tingkah dibuatnya, dirinya hanya mengangguk-anggukan kepalanya pelan sembari tersipu malu.
“Kalian melihatnya? Aku jadi malu sendiri. Ayolah guys kita bahas yang lain saja, perasaanku tiba-tiba tidak enak.” Ucapnya pada penggemarnya. Entah kenapa Yeri tiba-tiba merasa was-was dengan live nya kali ini, seperti akan ada bencana yang mendatanginya.
Setelah mendengarkan kalimat yang diucapkan adiknya itu, tangan Wendy tiba-tiba sangat gatal ingin ikut nimbrung juga untuk berkomentar.
- Wah Yeri sudah besar, sudah berani suap-suapan dengan anak lelaki,
Mata Yeri seketika melotot membaca komentar yang tidak sengaja terbaca itu, bukan kalimat itu yang membuatnya kaget melainkan akun yang berkomentar @Wndy.Kim
Berbeda dengan respon Yeri, sang kakak Wendy malah cekikikan melihat ekspresi terkejut dari adiknya itu, dengan jahil dia menambahkan komentar lagi yang ia yakini adiknya akan semakin panas dingin membacanya.
- Mama harus tahu Yeri sudah besar, tambahnya lagi lalu keluar dari live Yeri dan berlari keluar kamar mencari mama nya.
“Mampus,” ucapnya pelan tidak menyangka kalau kakaknya ikut bergabung dalam livenya kali ini.
“Guys, disambung lain waktu lagi ya, sepertinya aku dalam keadaan berbahaya, do’akan aku ya guys agar tidak diusir sungguhan, bye……” lanjutnya sebelum mengakhiri live nya.
“MAMA….”
“KAKAK….”
Tamatlah sudah riwayatmu kali ini Kim Yeri.
Karena tiba-tiba rindu cewek kue jadinya nekat nulis lagi, tolong dimaaafkan jika tidak sesuai ekspektasi dan tolong berikan voment 🙏
03 Mei 2026
