Waktu berjalan jauh lebih cepat daripada yang disadari Jungkook.
Tanpa terasa, genap satu tahun sejak ia menandatangani kontrak kerja sebagai asisten pribadi Jung Eunha.
Satu tahun yang awalnya ia kira akan terasa menyiksa.
Namun ternyata berlalu begitu saja, diam-diam mengubah banyak hal dalam hidupnya.
Ekonominya perlahan membaik. Tagihan rumah sakit yang dulu terasa mustahil kini tidak lagi menjadi mimpi buruk setiap kali ia membuka mata. Haneul juga menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik. Gadis itu sudah kembali melanjutkan kuliahnya, bahkan sesekali mengirimkan pesan singkat yang mengeluhkan tugas-tugas kampusnya.
Keluhan yang dulu terdengar mustahil kini berubah menjadi sesuatu yang menenangkan.
Setidaknya, adiknya telah kembali menjalani hidup sebagaimana mestinya.
Sementara Jungkook...
Ia masih menjalani rutinitas yang sama.
Datang lebih pagi daripada kebanyakan pegawai.
Pulang lebih larut daripada sebagian besar staf.
Menjadi orang pertama yang memastikan seluruh agenda Eunha berjalan tanpa celah, sekaligus orang terakhir yang menutup laptop setelah seluruh pekerjaan hari itu selesai.
Namun selama satu tahun itu, Eunha mulai menyadari sesuatu.
Jungkook terlalu berbakat jika hanya menjadi asisten.
Perempuan itu tidak pernah mengatakannya secara langsung.
Ia hanya mengamati.
Cara Jungkook menyusun data.
Kecepatannya membaca laporan.
Kemampuannya menemukan kesalahan kecil yang luput dari puluhan pasang mata.
Dan terutama...
Cara pria itu memandang teknologi.
Seolah komputer bukan sekadar alat kerja, melainkan bahasa yang telah ia kuasai sejak lama.
Kesempatan membuktikan kemampuannya datang tanpa diduga.
Suatu malam, pusat data Jung Digital mengalami gangguan yang membuat beberapa layanan utama perusahaan berhenti beroperasi. Tim teknologi informasi bekerja tanpa henti, tetapi semakin lama sistem diperbaiki, kerugian yang ditanggung perusahaan justru semakin membengkak.
Ruang kendali dipenuhi kepanikan.
Monitor-monitor menampilkan deretan angka yang terus berubah.
Telepon berdering tanpa henti.
Semua orang berbicara dalam waktu yang bersamaan.
Di tengah kekacauan itu, Jungkook yang semula hanya datang mengantarkan dokumen kepada Eunha tanpa sengaja memperhatikan pola kesalahan yang muncul di salah satu layar.
Ia tidak banyak bicara.
Ia hanya meminta izin melihat log sistem.
Beberapa menit kemudian, jemarinya mulai bergerak di atas papan ketik.
Tidak tergesa-gesa.
Tidak pula ragu.
Ruangan yang semula dipenuhi suara mulai perlahan menjadi sunyi.
Semua orang memperhatikan pria yang bahkan bukan bagian dari divisi teknologi itu.
Kurang dari satu jam kemudian, penyebab utama gangguan berhasil ditemukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Their Story
FanfictionKumpulan Short Story Eunkook. Ada part bahasa non baku! Update sesuka hati author!
