The Willing Victim

36 8 1
                                        

Eunha tidak pernah percaya pada cinta pandangan pertama. Baginya, cinta adalah ilusi yang merepotkan. Orang-orang menyebutkan perasaan, takdir, bahkan keajaiban, seolah-olah manusia dipertemukan oleh sesuatu yang tidak dapat mereka kendalikan. Itu semua hanyalah omong kosong bagi Eunha.

Sampai akhirnya dia bertemu dengan Jungkook.

Hari itu tidak ada yang istimewa. Langit mendung, cuaca dingin, dan jalanan dipenuhi orang-orang yang terburu-buru pulang. Eunha duduk sendirian di sebuah kafe, menikmati secangkir americano hangat. Pandangannya tanpa sengaja menatap ke pintu masuk kafe yang terbuka dan kemunculan seorang pria.

Awalnya ia tidak tahu siapa nama pria itu. Eunha hanya melihatnya duduk dengan tenang di sudut ruangan, memesan kopi dan menghabiskan hampir satu jam dengan laptop terbuka di depannya.

Eunha memperhatikan semuanya tanpa bosan. Justru semakin lama ia melihat pria itu semankin banyak hal yang ingin ia ketahui darinya.

Mengapa pria itu selalu memegang cangkir kopi di tangan kiri?

Mengapa setiap orang melewati mejanya, ia sedikit mengangkat kepalanya?

Mengapa pria itu selalu menatap ponselnya dengan tersenyum?

Sampai akhirnya pandangan pria itu jatuh kepada Eunha.

Rasanya seperti ada sengatan halus di benak Eunha. Namun Eunha tidak ingin mengalihkan pandangan. Ia penasaran dengan tatapan pria itu. Ia membalas tatapan itu dengan senyum termanis yang pernah ia berikan kepada orang lain.

Namun pria itu justru mengalihkan padangannya ke arah lain, terlihat salah tingkah. Eunha tertawa kecil, gemas.

Saat itu ia meyakini kalau ia jatuh cinta pada pandang pertama kepada Jungkook.

***

Eunha mulai sering datang ke kafe itu, bahkan setiap hari. Ia ingin bertemu kembali dengan pria tampan itu.

Hari pertama, pria itu tidak datang.

Eunha datang lagi besoknya, masih tidak datang.

Namun di hari ke tiga, pria itu datang.

Alih-alih menghampirinya, Eunha justru mengamati pria itu dalam diam. Menikmati semua hal-hal kecil yang ia lakukan.

Setelah mengetahui nama Jeon Jungkook dari barista kafe, Eunha mulai mencari tahu semua tentang Jungkook. Ia mengikuti semua sosial media Jungkook, mengamati semuanya bahkan hal-hal kecil tentang pria itu. Dari sana, Eunha mulai mengetahui semuanya. Alamatnya, tempat kerjanya, makanan kesukaannya, teman-temannya, dan tempat di mana saja Jungkook berada.

Eunha sadar dengan hal yang dia lakukan sudah tidak normal, namun ia sangat menikmatinya.

Kegilaan Eunha tidak hanya sebatas itu. Ia bahkan menjadi penguntit Jungkook. Ia berusaha mengikuti Jungkook namun tetap membuat seolah-olah mereka dipertemukan oleh takdir.

Eunha yakin ia sudah tergila-gila dengan pria itu.

Eunha ingin memiliki Jungkook.

Eunha ingin Jungkook melihatnya.

Eunha ingin Jungkook tersenyum padanya.

Rasa itu semakin gatal ketika ia melihat seorang gadis datang menghampiri Jungkook dan berbagi tawa dengan pria itu.

Dengan mata melotot ia mengepalkan tangannya. Rasanya ingin mencabik-cabik gadis itu.

Memanfaatkan waktu sendirian Jungkook, Eunha datang menghampiri Jungkook. Beralasan menanyakan tempat dan meminta tolong untuk diantarkan.

Their StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang