Worthless (5) [end]

65 16 1
                                        

Tidak ada yang berubah.

Namun juga tidak ada yang benar-benar sama lagi.

Seoul masih dipenuhi gedung-gedung tinggi yang berdiri angkuh memantulkan cahaya matahari setiap pagi. Jalan-jalan utama masih sesak oleh orang-orang yang mengejar waktu. Jung Digital dan NovaMind tetap menjadi dua nama yang selalu muncul berdampingan dalam berita ekonomi, seolah keduanya memang ditakdirkan untuk terus dibandingkan.

Dunia tidak mengetahui bahwa perang itu telah berakhir.

Bukan di ruang rapat.

Bukan di meja negosiasi.

Melainkan di dalam hati seorang Jeon Jungkook.

Sejak hari ketika Eunha menjelaskan alasan di balik semua tindakannya, ada sesuatu yang perlahan berubah dalam diri Jungkook. Ia tidak lagi membuka berita bisnis dengan harapan menemukan kabar buruk tentang Jung Digital. Ia tidak lagi meminta tim analisnya mengirimkan laporan perkembangan perusahaan Eunha setiap pagi.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, nama Jung Eunha tidak lagi terasa seperti garis akhir yang harus ia capai.

Aneh.

Padahal perempuan itu masih sama.

Masih bekerja hingga larut malam.

Masih datang paling pagi ke kantor.

Masih berjalan dengan langkah tenang yang membuat orang-orang di sekitarnya tanpa sadar menyesuaikan ritmenya.

Yang berubah hanyalah cara Jungkook memandangnya.

Dulu ia melihat seorang konglomerat yang selalu berdiri terlalu tinggi untuk disentuh.

Sekarang...

Ia melihat seorang perempuan yang ternyata juga bisa kelelahan.

Perempuan yang meminum obat penambah darah setiap sore.

Perempuan yang sering lupa makan ketika terlalu fokus bekerja.

Perempuan yang diam-diam menyimpan semua proposal miliknya selama bertahun-tahun.

Dan anehnya, semakin banyak Jungkook mengetahui tentang sisi-sisi kecil itu, semakin besar pula rasa bersalah yang tumbuh di dalam dirinya.

Hari itu mereka kembali bertemu dalam rapat Asosiasi Industri Teknologi Korea.

Ruangan konferensi dipenuhi puluhan CEO dan jajaran direksi perusahaan-perusahaan terbesar di negeri itu. Di masa lalu, Jungkook selalu duduk dengan tubuh tegang setiap kali melihat Eunha memasuki ruangan. Ia akan memperhatikan setiap gerak-geriknya, berharap perempuan itu akhirnya menoleh dan menganggapnya sebagai lawan.

Kini, ia hanya mengangguk pelan ketika mata mereka bertemu.

Eunha membalas anggukan itu dengan senyum tipis.

Sesederhana itu.

Tidak ada lagi percikan permusuhan yang dulu selalu memenuhi udara di antara mereka.

Rapat berlangsung hampir tiga jam.

Ketika semua peserta mulai meninggalkan ruangan, Jungkook membereskan dokumen-dokumennya sedikit lebih lambat daripada biasanya.

Entah mengapa.

Mungkin karena ia tahu seseorang masih berada di sana.

Di ujung meja panjang itu, Eunha masih membaca beberapa lembar laporan yang baru saja diberikan sekretarisnya. Kebiasaannya tidak berubah sedikit pun. Ia selalu memastikan tidak ada satu pun pekerjaan yang tertinggal sebelum benar-benar meninggalkan kantor.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 14 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Their StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang