Hi guyss, maaf kalau author updatenya gak terjadwal yaa. Tolong maapkeun
~ Happy reading guys 🍀~
.
.
.
"Yeayyy akhirnya sampe juga" seru Meeka setelah keluar dari mobil yang menjemput dirinya dan Arka dari bandara.
Dari sisi lain Arka juga keluar dari pintu mobil lalu menurunkan 3 buah koper dari bagasi mobil yang dibantu oleh sopir pribadi keluarganya juga. Sedari tadi Arka tidak berhenti tersenyum hanya karena melihat istrinya berada dalam mood yang baik di liburan semester kali ini.
"Gimana kamu suka gak?" tanya Arka mengenai rumah baru mereka.
Liburan semester kali ini mereka sudah memiliki rumah sendiri dan saat pulang dari Yogyakarta mereka langsung pulang kerumah mereka tanpa ke rumah orang tua mereka terlebih dahulu. Bahkan Meeka tidak menghubungi papanya jika pulang ke Jakarta. Bukan tanpa alasan, Meeka memiliki rencana yang bagus di liburan semester kali ini.
"Untuk bagian depannya sih aku suka" ucap Meeka sambil mengetuk dagunya dengan jari telunjuk. Lalu, "tapi untuk bagian dalam masih gak tau. Ayo masuk" lanjut Meeka sambil menarik tangan Arka masuk kedalam rumah tidak sabar.
Bapak sopir pun mengikuti mereka dari belakang dengan 3 koper yang ditariknya. "Den, ini mau di taruh dimana?"
"Disitu aja pak" Jawab Arka.
"Kalo gitu saya kembali ke rumah nyonya dulu ya den, non" pamit bapak sopir. "Nanti saya kembali lagi kesini buat anter mobil den Arka"
Arka menganggukkan kepalanya menanggapi bapak sopir sedangkan Meeka dengan ramahnya tersenyum sambil mengatakan "Terima kasih sudah membantu kita hari ini pak. Hati-hati di jalan ya"
"Iya non. Itu sudah tugas saya" ucap bapak sopir sopan lalu keluar meninggalkan Meeka dan Arka.
Setelah kepergian bapak sopir, Meeka dan Arka melanjutkan aktivitas yang tadi tertunda yaitu melihat interior rumah mereka yang lumayan besar. Jika dilihat dari depan rumah mereka memiliki desain minimalis dengan dua lantai. Sedangkan saat masuk interiornya bernuansa campuran antara modern japanese dan chinese. Bagian yang paling Meeka sukai adalah taman belakang yang luas dan ada kolam renangnya juga. Mereka bisa bersantai saat sore disana.
"Bagussss. Aku suka" Meeka mengacungkan dua jempolnya kepada Arka.
Arka mengelus kepala Meeka dengan sayang. "Bagus deh kalo kamu suka" lalu menarik tangan Meeka "Sekarang istirahat dulu. Pasti capek kan"
"Kamar kita pisah kan?" Tanya Meeka saat menaiki tangga ke lantai dua.
"Nggak. Cuma ada 1 kamar disini" Jawab Arka padahal ada 3 kamar dirumah mereka. 2 kamar dilantai dua dan 1 kamar untuk mbok yang terletak di lantai satu.
"Liar" Meeka menyipitkan matanya "itu juga ada kamar" ucap Meeka menununjuk kamar satunya.
"Yang itu mau aku ganti jadi perpustakaan pribadi. Jadi cuma ada 1 kamar disini"
"Ihh kenapa?" tanya Meeka dengan muka cemberut.
Bukannya membujuk Meeka, muka Arka malah ikutan cemberut "Jadi kamu udah gamau satu kamar lagi sama aku?" Tanya Arka merajuk lalu masuk ke dalam kamar sendirian.
Meeka terkejut saat melihat raut wajah Arka yang sedang merajuk. Bagaimana bisa laki-laki yang terkenal dengan sikap dinginnya dan datar itu malah terlihat menggemaskan saat merajuk seperti ini.
Hahaha. Meeka tertawa dengan renyah. "Ternyata dia bisa ngambek juga ya. Hahaha comelnya" lalu berjalan seperti anak kecil yang sedang gembira menyusul Arka masuk kedalam kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romance"nikah sama gue atau ga keluar dari ruangan ini buat selamanya" "Buat apa kita aja gak saling cinta" "Cinta?" Laki laki itu tertawa mendengar kata itu. "Gue gak butuh cinta. Yang gue butuhin itu cuma lo" **** Meeka Paradibta menjadi Obsesi terbesar...
