#4

2.1K 58 0
                                        

Via berlari tergesa-gesa karena lima menit lagi bel sekolah berbunyi, jangan sampai dia terlambat kalau tidak bisa mampus dia. Via masuk ke barisan kelompoknya tepat pada saat ali melihatnya.

Mati gue!!

" loe telat. loe gak tau peraturan sekolah?gue gak mau tau alasan loe, loe lari keliling lapangan". Tanpa basa-basi ali mengeluarkan ultimatumnya.

" apa!tapi saya tepat masuk barisan sebelum bell kan kak?kok saya dihukum?"

" loe gak dengar gue bilang apa?! Gue gak mau tahu alasan loe, dan loe perlu ingat peraturan yang gue bilang semalam. Sekarang lari!"

Via berdecak kesal!kenapa sih dia harus ketemu sama senior menyebalkan kayak ali. Mau tak mau via berlari keliling lapangan, via tertawa kesal seumur hidup tidak ada seorangpun yang menghukumnya dengan cara seperti ini, konyol! Lari dikompleks rumah aja dia gak pernah, apalagi keliling lapangan. nasib sial. Via mulai kelelahan setelah berlari 3 kali mengeliligi lapangan belum ada tanda-tanda dari ali untuk memberhentikannya. Ali masih sibuk memperhatikannya.

Kalo gue gak berhenti sekarang, gie bisa pingsan. Gue gak sanggup lagi. God!!!

Via menghenikan langkahnya saat seseorang menghadang langkahnya. Cowok itu adrian, ketua osis sekolahnya.

" nih buat loe!gue tau loe capek, istirahat aja ntar gue yang bilang ke ali kalo loe udah capek. Ntar kalau dilanjutin loe bisa pingsan, wajah loe udah pucat gitu lagi."

Via menerima air mineral pemberian adrian, via hanya tersenyum.

" thanks yah kak."

" siapa yang suruh loe berhenti?"

Tanpa melihatpun via tahu kalau cowok itu ali.

" gue yang suruh dia istirahat li, loe gak liat dia udah pucat gitu?kalau dia pingsan gimana?" Adrian berusaha membela via yang masih diam.

" loe lupa kalau gue ketua ospek disini? Loe cuma pengurus osis yang tidak boleh ikut campur urusan ospek disini, jadi loe harus tahu batasan loe." Ucapan ali sangat membuat adrian geram, via bisa melihat adrian berusaha menahan amarahnya.

" ehm..kak drian, thanks buat bantuannya, tapi gue bisa lari kok kakak gak perlu khawatir." Via kembali berdiri dan berusaha berlari dengan tertatih. Gak ada gunanya berdebat dengan ali, yang ada malah membuatnya semakin gerah. Tapi panas matahari membuatnya semakin pusing, kesadaran via mulai hilang tubuhnya jatuh begitu saja, via bisa mendengar seseorang meneriakkan namanya.

###

" awww..gue dimana nih?" Via bertanya pada dirinya sendiri, kepalanya masih terasa berat. Dia baru ingat kalau tadi dia pingsan.

" udah sadar loe?"

Via dengan cepat menoleh sumber suara itu, ali..cowok itu dengan santainya duduk disebelah tempat tidurnya sambil bermain iphonenya, via gak peduli apa yang sedang dikerjakan ali, yang dia inginkan keluar secepatnya keluar dari ruangan ini. Via beranjak dari tempatnya dan meraih sweaternya.
Ali melirik apa yang sedang dilakukan via. Saat keduanya diam ada yang masuk begitu saja. Andrew dan verel

" loe?!" Andrew terkejut melihat via," wah...wah..ternyata loe anak baru disini, hari keberuntungan gue ketemu loe disini. Gue minta loe tanggung jawab soal kemarin."

" maksud loe?" Via berusaha menahan dirinya, ada 3 monster yang dihadapinya saat ini

" loe bego atau gimana?loe gak ingat loe pecahin iphone gue?gue minta loe ganti!" Emosi andrew mulai tidak tertahan.

Via hanya tertawa kecil, " loe minta gue tanggung jawab atas kesalahan yang bukan bukan kesalahan gue?loe gak sadar apa, bukan cuma loe yang rugi, gue juga!lagian gue gak berniat buat nabrak loe kan?atas dasar apa loe nuduh gue sengaja pecahin iphone loe?"

" loe?!"

Via tidak peduli dengan kemarahan andrew yang sudah diubun-ubun, via menatap ali yang masih diam ditempatnya.

" gue mohon kak, balikin iphone gue, gue gak mau papa gue mikir yang aneh-aneh kalau yang angkat telpon oranglain."

Ali merogoh kantung celananya dan menyerahkan benda mungil itu, via tidak menyangka kalau ali akan menyerahkan iphonenya secepat itu, tapi belum sampai iphone itu ditangannya, seseorang merampasnya.andrew tersenyum penuh kemenangan.

" ini iphone loe?" Via hanya menganģguk kecil, malas menghadapi andrew yang kekanak-kanakan. Andrew membanting ipjone via dengan sekeras-kerasnya membuat via terkejut, termasuk ali yang tadinya hanya diam bersama verel.

" loe?!!!" Via menatap sedih iphone yang hancur lembur.

" kenapa loe mau marah? Gue rasa kita impas sekarang.oiya, gue saranin ke loe, kalau loe mau cari perhatian sama kita bertiga, loe mikir deh, loe itu bukan level kita! Dan loe harus tau cara loe ini kampungan! " Andrew tersenyum sinis melihat via yang berusaha menahan amarahnya, air matanya hampir terjatuh. Via meraih hpnya yang sudah pecah berantakan. Via tertawa pelan.

" loe bilang apa? Gue cari perhatian?sama siapa?loe bertiga?emang loe bertiga siapa?kenal juga gak!yang gue tahu loe dan teman-teman loe cuma senior yang belagu dan sok keren didepan siswa lainnya!kalau gue mau cari perhatian, gue harus mikir ribuan kali kalau cowok itu loe dan teman-teman loe! Gue rasa loe bertiga juga gak layak diperhatiin." Via berlalu meninggalkan ruangan UKS sekolahnya.perasaannya sakit melihat iphonenya yang pecah berantakan. Tak terasa air matanya jatuh menetes begitu saja.belum beberapa hari sekolah, pertahanannya sudah runtuh begitu saja.

Salah apa sih gue!!!!ahhhh

" cara loe keterlaluan drew." Ali yang diam saja dari tadi mulai angkat bicara

" keterlaluan dimana? Gue ngelakuin yang harus gue lakuin kan, biar tuh anak gak belagu."

"Gue rasa banyak cara tapi gak kyak gitu."

" al..!ah,,jangan bilang loe mulai tertarik sama tuh cewek!"

" udah...udah.,loe berdua kenapa sih?!ini cuma masalah kecil yang gak perlu dibesar2in kan?lagian gue gak pernah liat loe berdua berantem kayak gini kalau saham loe berdua anjlok, ini masalah cewek loe berdua sampai kayak gini. Loe berdua gak ingat sama komitmen kita? Gak akan ada yang berantem apalagi masalah cewek.lupa loe berdua hah?!" Verel menatap kedua sahabatnya itu geram. Ali dan andrew hanya terdiam.

" gue minta maaf." Andrew akhirnya mengalah mengucapkan kata maaf itu, karna dia tahu dia gak mungkin mengharapkan ali minta maaf duluan, ali sosok yang keras ketika dia yakin ali benar.

DiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang