"loe cari siapa sih?" Tanya Ghea yang penasaran melihat Ali kembali ke cafe dengan wajah sejuta pertanyaan
"Gak kok, gue kayak liat seseorang tadi."
"Siapa?"
"Ada deh...kenapa gak tanya dimana Andrew?" Tanya Ali sambil mencicipi cappucino greenteanya.
"Buat apa?dia pasti baik-baik aja."
Ali tahu, sekuat apapun Ghea menutupi perasaannya masih terlihat jelas di wajah Ghea bahwa cewek itu masih menyimpan perasaan pada Andrew. Hanya Ali yang mengenal mereka sangat baik, Ghea tahu itu.
"Yakin gak mau tahu?"
"Al...udah deh, gue lagi gak mood bahas dia. Bahas yang lain aja, gue dengar loe berhasil dapat kontrak dari perusahaan besar,bener?"
"Ya begitulah...dalam Minggu ini kita ketemu sama CEO baru nya, semua juga karena Andrew."
"Hmm..." Ghea hanya mendengus kesal, Ali tertawa kecil dia tahu kalau Ghea lagi tidak ingin mendengar nama sahabatnya yang satu itu.
"Hei...ini tentang kerjaan, ya loe juga harus profesional kan?loe juga salah satu pemilik saham di perusahaan. Untuk urusan pribadi loe bisa tinggalin dulu, jangan sampai kita kehilangan client, loe tahu kan tujuan kita dari dulu berdiri di atas kaki sendiri, ini mimpi kita. Gue gak mau kita kehilangan kesempatan, gue harap loe bisa profesional untuk urusan kerja kita."
"Gimana dengan kak Nadira?dia juga salah satu pemilik saham kan?berarti dia akan bergabung dengan kita."
"Hmm...gue...gue lagi pikirkan itu, soalnya dia udah menyerahkan urusan perusahaan sama gue dan verell termasuk Andrew."
"Loe gak ada masalah sama kak Nadira kan Al?"
"Gak kok."
"Al...loe gak bisa bohong sama gue, ini kesempatan buat loe buat buktiin ke kak Nadira loe pantes buat dia, gue bakal hubungi kak Nadira buat kasih tau masalah kontrak ini."
"Oke."
Ali hanya mendesah pelan, ada rasa bahagia dihatinya bisa melihat Nadira, tapi ada rasa sakit saat mengingat pertemuan mereka di bandung. Ali juga tidak ingin merusak mood Ghea yang hari ini sudah bisa tersenyum.
Hari ini adalah hari pertama via masuk sekolah setelah beberapa hari bolos sekolah dari kejadian kemarin, masalahnya juga sudah selesai dengan Ghea, tinggal seseorang yang seharusnya memberi penjelasan padanya. Via melihat Ghea yang sudah duduk manis di kursinya, teman-teman yang lain juga seperti biasa seperti tidak terjadi apa-apa. Wajar aja sih, karena mereka sudah tahu siapa Ghea, hanya dirinya yang tidak tahu kalau Ghea berasal dari anak-anak elite siapapun tidak akan ada yang berani membukanya apalagi ada Ali dan verell yang menemaninya saat ini dikelas.
Ngapain si mereka berdua harus duduk di kursi gue?kalau kayak gini gue bingung mau duduk dimana.
Mau tak mau, via duduk didepan kelas yang ada tempat duduknya, pihak sekolah membuatnya untuk tempat duduk pada saat jam istirahat. Semua kelas memilikinya. Mata via melirik Ghea yang tertawa lepas, via bisa melihat Ali yang perhatian pada Ghea, dan verell yang masih mengelus rambut Ghea tidak ada kata risih disana karna semua tampak alami dan tulus bukan dibuat-buat. Via sampai heran kenapa Ali dan verell jika bertemu dirinya tampak seperti tidak suka, tersenyum aja tidak apalagi tertawa. Tanpa sadar Ali sudah melihat via yang mulai bosan ditempat duduknya. Getar ponselnya membuyarkan lamunannya.
"Halo.....gue gak bisa, bentar lagi bell masuk.....Andrew.....cukup loe gangguin gue,apa loe belum puas?.....oke, gue kesana sekarang." Via mematikan ponselnya dan tanpa sengaja menabrak Ali yang sudah berdiri dibelakangnya membuat via terjatuh.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dia
RomanceGimana rasanya ketika loe gak punya salah, tapi loe menjadi sasaran setiap kemarahan dan kekesalan mereka?!gimana rasanya loe yang gak tau apa-apa menjadi bahan tertawaan mereka?! Loe yang hanya ingin hidup tenang,nyaman tapi semua dirusak hanya kar...