Malam ini bu Khanza mengajak Ali dinner sebelum besok Ali terbang kembali ke Jakarta. Ali cukup tau gelagat wanita yang bertujuan baik dan yang sok cari perhatian. Dia pun ngga kehilangan akal...diperintahkannya Dany sang asisten jntuk menghubungi Tobi dan diajak ke acara dinner tersebut.
Bukan di sebuah restaurant atau cafe yang mewah, melainkan di rumah bu Khanza sendiri dinner itu dilakukan. Ali, Dany dan Tobi datang ke rumah pengusaha wanita itu dengan penampilan yng biasa aja. Biar bagaimanapun 'biasa'nya bertiga itu tetap terkesan luar biasa dan lain dari yang lain.
Bu Khanza tampak all out malam ini. Masakan yang luar biasa tertata rapi di meja makannya. Dentingan sendok dan garpu mengalun di ruang makan yang mewah ini....
"Bu Khanza.....anda tinggal sendiri?" Tanya Tobi
"Iya....kenapa" Tanya Tobi
"Kalau menurut saya rumah segini kegedean buat ibu, mana ga ada pembokatnya lagi, pasti capek kan bu nyapu dan ngepelnya....auw...auw..." Di akhir perkataannya Tobi merintih keskitan ya karena kakinya diinjak oleh Dany.
"Tentu semua tidak saya kerjakan Tob...atau kamu mau ngelamar jadi pembokat saya disini" jawab bu Khanza dengan senyum.
"Ehehe....maaf bu saya kelasnya bukan kelas pembokat melainkan suami simpanan atau suami kontrak gitu gimana? Jadi nanti saya biar make over penampilan saya...." Jawab Tobi.
"Uhuk...uhuk...." Ketiga orang yang dimeja tersebut tersedak mendengar jawaban Tobi.
~~~~
Makan malam pun berlalu. Dan bu Khanza meminta Ali untuk ke ruang kerjanya. Ketika Ali hendak mengajak Dany ke ruang kerja pengusaha wanita itu, malah tidak diperkenankan olehnya. Disini Ali merasa tidak enak.
@Ruang Kerja
Bu Khanza memastikan urusan perceraiannya harus bisa selesai dalam kurun waktu 3 bulan. Dan dia ingin semua harta gono gini jatuh ke tangannya. Melihat bukti2 yang telah dikumpulkan dengan rapi Ali memastikan kasusnya akan berjalan dengan mudah, namun urusan harta gono gini akan beda lagi.
Sesungguhnya bukan karena itu bu Khanza meminta Ali masuk ke ruang kerjanya. Ketika Ali sedang duduk berhadapan dengan client nya itu, bu Khanza berdiri dan memposisikan dirinya tepat didepan Ali. Tangannya mulai berani menyentuh pipi Ali, membuatnya sedikit terperanjat dan menepiskan tangan wanita ini.
"Apa apaan ini bu?"
"Sepertinya anda sosok pria sejati, tampan, karir bagus dan cukup bertanggung jawab dengan kehidupan anda..." Kata bu Khanza dengan tingkahnya yang menggoda, dia duduk diatas meja kerja yang besar dan kuat itu, tepat didepan Ali.
Gaun warna peach dengan belahan panjang diatas pahanya tersibak memperlihatkan paha mulusnya. Belum lagi rambut ikalnya yang selalu disibakkannya, serta belahan pada dadanya yang terlihat jelas, tampaknya sengaja disodorkan untuk menggoda pengacara muda ini.
"Pak Ali jika anda mau...anda boleh menikmati saya sejenak disini..." Tawarnya
"Maaf saya sudah beristri..." Keringat dingin keluar dan berkali-kali dia mengeluarkan sapu tangan dan mengelap keringatnya menandakan kalau dia nervous juga.
"Sudahlah...toh dia tidak ada disini..."
Drrt...drrtt...drrtt...
Ponsel Ali berbunyi, dan pasti kalian tau siapa yang menelepon....
"Halo sayang....iya ini Tobi udah sama aku...in--"
Belum selesai Ali ngomong, tiba2 bu Khanza berani2nya menyambar telepon Ali.
"Halo...anda istri pak Ali?"
"A...anda siapa? Berani sekali mengambil ponsel suami saya."
"Saya client dia...anda selalu saja mengganggu pekerjaan suami anda, hingga diskusi kami selalu saja terpotong oleh telepon dari anda..."
KAMU SEDANG MEMBACA
KAMU PUNYA AKU (Completed)
РазноеBerawal dari keinginan kedua orang tua yang mengikutsertakan putra dan putrinya untuk bergabun dengan Teenaga Summer Camp. Harrow School di Hongkong adalah tempat dimana mereka dipertemukan. Sentuhan rommance dan Adventure benar benar membuat kisah...
