PART 23 (Secret)

1.1K 84 22
                                        

Hai,

HAI,

Late update bgt ya hm harus gimana lagi..Yaudah inget-inget lagi aja ya jalan ceritanya, walaupun slow update tapi aku yakin pasti kalian nunggu. #PeDe *ditimpuk batu lagi*

Oke, budayakan vote sebelum baca:p


**


The last kiss we shared tasted like our wine

Sweet and bitter like our memories

And I long for you to come right back to me,

Ohh..

Tommorow the time will be the same as today

Nothing goes on in my heart expect your memories

Where will you be and who will you think of?

Ohh yeah..

You were always gonna be my love

And you should know

Even if I fall in love with somebody else

I'll remember to love, you taught me how

You're always going to be the one

And for now, I'll still be singing this love song for

Somebody like you,

My first love...


Aku menghadap ke atas langit malam sambil menyanyikan lagu itu dengan petikan gitar. Lagu dari Boys II Men yang berjudul First Love, adalah lagu yang menjadi favoritku saat ini. Entah karena lagu itu enak didengar, atau karena liriknya yang sesuai dengan perasaanku, aku sangat menyukainya. Aku menyimpan gitar dari tanganku ke atas bangku taman.

Malam ini sangat sunyi. Angin pun sangat dingin menusuk kulit. Menambah kesan sepi yang menggelembu dalam hati. Hati yang selalu menanti kehadiran pujaannya. Si Cinta Pertama yang sebentar lagi akan dimiliki oleh orang terdekatnya, kakaknya sendiri.


CUKUP!


Keluarkan pikiran-pikiran ini dalam kepalaku Tuhan!

Ucapan Kak Ilham di kafe tadi begitu menempel diotakku. Pernyataannya bahwa Kak Fadly akan segera menyatakan perasaannya kepada Natasya tiga hari lagi, sudah cukup membuatku bergalau-ria. Kenapa selalu seperti ini? Kenapa semuanya sangat mendadak?

Besok, Kak Ilham akan pergi ke Australia. Dan aku tidak akan bertemu dia lagi dalam waktu dekat. Jujur aku sangat sedih karena akan kehilangan seorang sahabat seperti dia. Walaupun dia sangat brengsek dan otaknya geser, tapi aku sudah menganggapnya sebagai sahabat terbaik. Aku merasa bersalah kenapa waktu itu aku marah karena Kak Ilham tak sengaja memukul Natasya. Aku menyesal. Aku baru sadar kalau itu adalah sebuah bentuk ketidaksengajaan. Argh!

Tapi yasudahlah, mungkin ini sudah pilihan hidupnya untuk melanjutkan studi di Australia. Semoga saja dia sukses dan bahagia nantinya.

Dan sekarang, kembali lagi ke masalah awal yang dari tadi aku pikirkan. Ya betul, Natasya. Aku tidak bisa tenang kalau seperti ini. Kak Fadly akan 'nembak' Natasya tiga hari lagi? HAHAHA. Sebenarnya, aku tidak perlu segalau ini karena aku belum tau apakah nanti Kak Fadly akan berhasil memiliki Natasya atau tidak. Tapi seluruh dunia pun pasti sudah tau, betapa sempurnanya Kak Fadly itu. Wanita mana yang akan menolak Kak Fadly? Tidak ada. Terkadang aku suka iri terhadap kakakku sendiri. Bahkan lebih dari itu, kadang aku selalu berdoa agar aku bisa menjadi seperti dia. Argh!

BROTHERS: The Same GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang