Hai. Ciee ketemu lagi.
Jangan bosen baca cerita ini yah.
Budayakan vote sebelum baca:p
****
Suara ponsel membangunkan diriku dari tidur panjang yang begitu nyenyak. Sontak aku meraih ponsel dan melihat nama 'Khansa' di layar. Ada apa sih jam segini udah nelpon?
"Halo?" ucapku yang nyaris serak.
"WOYY LO DIMANA?! UDAH JAM 9 NIH. YANG LAIN UDAH PADA NGUMPUL. TINGGAL LO YANG BELUM. LO JADI IKUT GA?" Khansa berteriak di telingaku. Aku terkejut dan seketika melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 9 kurang 2 menit. YA TUHAN.
"EH KHANSA KALEMIN DULU YAH, BARU BANGUN NIH. TUNGGU!!"
"APAAA? LO BARU BANGUN? YAAMPUN KITA UDAH MAU OTW!!! TERLALU LO!"
"IYAA MAAF GUA LUPA PASANG ALARM!!"
"GUA KASIH WAKTU 20 MENIT, LO HARUS UDAH ADA DISINI. KALO LEBIH, TERPAKSA KITA TINGGALIN."
"APA? 20 MENIT? PLIS YAH. BELUM MANDI BELUM NGAPA-NGAPAIN!!"
"LAH, SALAH SIAPA? KALO LO MAU IKUT, CEPET KESINI. JANGAN BUANG WAKTU. BYE!"
"SIP!"
Dengan kecepatan roket aku berlari ke kamar mandi. Mandi jebas-jebus gosok sana gosok sini(?). Dengan tubuh yang basah aku berlari ke kamar tidur lalu membuka lemari. Yaampun aku harus pakai baju yang mana? Bingung. Apa aku harus memilih baju kemeja lengan panjang batik bermotif mega mendung? Atau perahu layar? Plis! Ini bukan mau ke undangan. Atau.. Baju polos bertuliskan, "AWAS! Orang Ganteng Mau Lewat!"? Yaampun bingung sekali. Etdahh.
Akhirnya pilihanku jatuh kepada kaos branded adidas berwarna abu koala favoritku. Ditambah kemeja putih motif garis. Celana jeans warna putih kebawahnya memakai sepatu berwarna coklat. Yea!
Dengan cepat aku menata rambut. Kali ini aku tidak akan menggunakan gaya rambut seperti Zayn Malik. Itu akan memakan waktu yang lama. Sebaiknya aku menggunakan gaya rambut seperti Cameron Dallas. Simple, kece, tapi elegan. Itulah gayaku(?)
Apa aku terlihat tampan?
Yea!
Baju udah, celana udah, sepatu udah. Sip! Tinggal caw.
Untung saja kemarin malam aku sudah siap-siap jadi sekarang ga terlalu panik. Hmm. Aku menarik koper dan menggendong satu tas lalu menuruni tangga menuju lantai bawah. Disana, sudah ada mama, Kak Fadly, dan Nabila tentunya. Semua sibuk dengan aktivitas masing-masing.
"Ehh Gung. Ini udah jam 9 lebih loh. Gajadi liburannya?" mama menyapa ketika aku sedang membalas pesan dari khansa.
"Ini mau berangkat. Mama galiat Agung keberatan gini bawa koper sama tas?" jawabku sekenanya.
"Ohahaha. Pasti bangun telat. Kebiasaan kamu mah Gung.."
"Iya nih! Dasar GGK!" celetuk Nabila kepadaku. Issh apa sih anak kecil ikut-ikutan.
"Diem anak kecil. Eh GGK? Apaan?"
"Ganteng-ganteng KEBO!" teriaknya sambil tersenyum masam. Yaampun istilah macam apa itu.
"Yeeee gapapa kali. Yang penting ganteng." jawabku enteng dengan mata sinis.
"Ehh udah-udah! Ngapain debat sih." mama meleraikan. Lalu menghampiriku dan menyisipkan uang ke dalam saku kemejaku. Ia mengedipkan sebelah matanya. Aku tidak tau berapa jumlah uang yang mama kasih, tapi yang jelas, sikap mama kali ini membuatku geli.
KAMU SEDANG MEMBACA
BROTHERS: The Same Girl
Ficção Adolescente-Story Completed- (prev tittle; Aku atau Kakakku?) Bagaimana rasanya ketika kita harus menerima kenyataan kalau cinta pertama kita, adalah cinta pertama kakak kandung kita juga? Miris sekali bukan? Kehidupan cinta masa abu-abu yang seharusnya meny...
