Part ini aku dedikasikan kepada semua pembaca setia AAK. Sudah saatnya aku harus menyelesaikan semua masalah dan misteri dicerita ini. Keep enjoy ya, guys!
Budayakan vote sebelum baca.
Love you, all.
**
-Author POV-
Seorang laki-laki membuka sebuah diari di kamarnya.
Halaman pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
Dia tersenyum, namun hatinya meringis kesakitan.
Tanpa dia sadari, satu tetes air mata mulai membasahi pipinya.
Dia tidak sanggup lagi.
Dia memeluk diari itu lalu menangis sendu.
**
Agung terbangun dengan perasaan aneh yang ada di tubuhnya. Pagi ini, walaupun cerah dan menyegarkan, tidak membuat Agung bergairah untuk pergi ke sekolah. Dia masih memikirkan tindakannya kemarin. Saking kepikirannya, dia sampai terbawa mimpi.
Dia juga tidak percaya, kalau dirinya sudah jauh dari apa yang selama ini ada pada dirinya.
Dia mabuk. Dia nakal. Dia... menyakiti perasaan sahabatnya. Mengapa ini bisa terjadi begitu saja? Mengapa semuanya cepat sekali berubah?
Dengan perasaan yang dibalut oleh pikiran-pikiran negatif, dia memarkirkan motornya di sekolah. Ini pertama kalinya Agung takut untuk datang ke kelas. Dia belum berani untuk bertemu Alief. Dia menyadari kalau dirinya tidak patut untuk memunculkan wajahnya di depan Alief. Agung menyadari kalau apa yang sudah ia lakukan terlalu berlebihan.
Kalian tau apa yang Agung mimpikan semalam?
Dia bermimpi, ayahnya datang kepadanya. Ayahnya sangat marah dan memukul Agung karena sudah berbuat hal yang melampaui batas. Di mimpi itu, Agung menangis karena untuk kesekian lama dia bisa bicara lagi dengan ayahnya. Ekspresi kecewa ayahnya di mimpi Agung, membuat dia menyesal atas apa yang telah dia lakukan. Maka dari itu sekarang dia takut. Agung sadar dia harus minta maaf, tapi Agung merasa kalau dirinya tidak bisa dimaafkan. Karena kalau Agung ada di posisi Alief kemarin, dia pasti akan sangat kecewa dan sakit hati.
Ya Tuhan kenapa penyesalan selalu datang terlambat?
Entahlah. Intinya kalau sudah dalam keadaan mabuk berat, tindakan gegabah dan ceroboh rentan kita buat.
Dari awal gue emang salah. Gue mudah dihasut. Gue mabuk, gue nakal, dan kalau Alief dan Zul ga bawa gue keluar dari tempat itu, mungkin akan terjadi sesuatu antara gue dan si jalang itu. Kenapa gue malah marahin orang yang bahkan sangat peduli ke diri gue? Kenapa gue membuat hati mereka sakit? Apa karena gue depresi hebat terus gue jadi berubah seluruhnya? Ya Allah, penyesalan ini sangat menakutkan.
Gue ganyangka, cinta bisa ngebuat diri gue berubah drastis. Cinta itu indah, namun jika salah langkah malah menyakitkan. Kenapa gue membiarkan cinta membawa gue ke arah negatif?
Agung masuk ke kelas dengan cemas. Berharap jika Alief akan menyapanya dan melupakan apa yang sudah ia lakukan. HAHAHA lucu sekali. Agung bahkan menertawakan dirinya sendiri karena berharap sesuatu yang mustahil terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BROTHERS: The Same Girl
Novela Juvenil-Story Completed- (prev tittle; Aku atau Kakakku?) Bagaimana rasanya ketika kita harus menerima kenyataan kalau cinta pertama kita, adalah cinta pertama kakak kandung kita juga? Miris sekali bukan? Kehidupan cinta masa abu-abu yang seharusnya meny...
