Part 3 : The Day I Lost You

331 31 1
                                        

Maafkan aku, Nialler's Girls :') Tidak bermaksud jahat tapi ini hanya cerita. Muah :')


Suara telpon di kamarku berbunyi. Aku pun sadar dar tidurku, tapi belum membuka mataku. Kurasa sekarang tengah malam dan Ibu kemungkinan besar akan mengangkat telponnya.

"Kriiinng.... kring..... kring....," suaranya berhenti. Yap, Ibu mengangkatnya.

Aku kembali berusaha tidur dan mendengar nafas Lucky, anjingku yang tidur disebelahku.

"Kriet....," pintu kamarku terbuka dan aku membuka mataku, langsung.

Aku menatap Ibu yang matanya basah, lalu Ayah berjalan dibelakangnya. "Ashley...," kata Ibu bergetar.

"Guk!" Lucky langsung bangun lalu mengendus tanganku. Dia mengeluarkan suara sedih lalu aku sadar apa yang terjadi.

"Sayang, ayo...," Ayah mengelus kepalaku.

Ibu berjalan cepat mengambil jaket tebalku. "Ayo, Ashley," ajak Ibu.

Tanganku bergetar dan Ayah menghela nafas. "Niall sudah tidak ada," kata Ayah.

Aku langsung merinding dan rasanya kepalaku pusing sekali. Aku sepertinya masih mimpi tapi kenapa rasa sesak di dada ini sangat nyata? Niall bilang 3 bulan, harusnya masih ada waktu sekitar 1 bulan lagi.

"Niall...," aku memanggil namanya.

"Sayang...," Ibu duduk disebelahku, menahan tangisnya.

"NIALL!!" teriakku lalu menangis sesegukan.

"Oh, Ashley-ku...," Ayah ikut duduk disebelahku dan mereka berdua memelukku erat.

"Tidak... jangan pergi... kumohon....," tangisku.

~~~~~

"Sayang...," panggil Ibu lembut.

"Iya?" aku sadar dari lamunanku.

"Kamu mau memberikan bunga kan? Ini giliranmu," kata Ibu.

"Oh ya...," aku berjalan ke dekat peti mati Niall lalu menatap buket bunga yang diberikan Niall kemarin.

Aku menatap kartu ucapannya dan mengambil satu bunga mawar lalu meletakkannya di atas peti mati Niall. Aku menundukkan kepalaku dan berdoa. Setelah selesai, aku berjalan ke arah Ibu Niall, Maura, yang memang jarang bertemu Niall karena berbeda rumah.

"Ini," aku menyerahkan buket bunga itu. "Niall memberikan ini kemarin," kataku pelan.

"Oh Ashley... simpanlah untukmu, Sayang," kata Maura haru.

"Aku akan simpan kartunya...," kataku lalu mengambil kartunya dan tersenyum kecil. Maura akhirnya mengambil buket bunga itu dan tersenyum. Kami berpelukan.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Greg lembut.

Aku menatap ke peti mati Niall lalu menghela nafas. "Aku tidak tau. Tapi... Niall memintaku untuk kuat, jadi aku akan melakukannya," kataku pelan.

"Kita akan baik-baik saja," kata Maura lembut.

"Iya," aku mengangguk lalu menyalami mereka semua bergantian.

Aku kembali berjalan ke Ayah dan Ibu yang menunggu diseberang. Mereka berdua memelukku bergantian lalu melambai ke orangtua Niall. Ibu menggandengku dan kami berjalan menuju mobil kami.

Lost StarsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang