Part 28 : Little Game On The Forest

387 20 0
                                        

Please forgive me :( Author sibukkkk banget sama kuliah jadi ga sempet update. Author abisin aja ya ceritanya :D Love you muah muahh xoxoxoxo


Selama Summer School, Justin benar-benar menjemputku setiap hari. Kami banyak sekali meluangkan waktu bersama. Bukan hanya bersenang-senang tapi juga belajar. Aku benar-benar merasa senang. Justin benar-benar orang yang penuh kejutan.

Sayang sekali, momen Summer School sudah berakhir. Hari ini sekolah akan mengadakan acara Api Unggun untuk mengakhiri acara musim panas ini. Semua murid diperbolehkan datang, baik dia mengikuti Summer School atau tidak. Sebenarnya, ini adalah hal yang paling kutunggu-tunggu.

"Astaga... aku kehilangan satu tali sepatu," gerutu Justin dari ruang tamu.

"Bagaimana bisa?" tanyaku lalu menutup lemariku, sudah menemukan kalung yang kucari. Aku berlari kecil menghampiri Justin.

"Ada tali sepatu yang bisa kupakai, Sayang?" tanya Justin.

"Tentu," aku kembali lagi ke kamar dan melihat koleksi tali sepatuku. Aku terdiam dan mencoba mengingat warna sepatu Justin tadi. Kurasa itu biru tua. "Well, baiklah. Yang ini akan baik," gumamku lalu mengambil sepasang tali sepatu berwarna biru tua dan memberikannya ke Justin.

"Thanks," Justin tersenyum lebar seperti anak-anak lalu mulai memasang tali sepatunya. Aku menunggu dengan sabar lalu Justin berdiri. "Sudah siap?" tanya Justin.

"Lebih dari apapun!" kataku bersemangat.

~~~

"Woah...," aku ternganga melihat suasana disekelilingku.

Anak-anak begitu terlihat berbeda. Wajah mereka begitu gembira dan pakaian yang mereka gunakan juga lebih bebas dari disekolah. Bahkan beberapa gadis hanya mengenakan BH saja untuk atasannya.

Senyumku semakin melebar melihat api unggun yang sangat besar. Api unggun itu belum selesai. Justin dan teman-temannya masih menyusun diatas sana. Aku harap mereka tidak apa-apa.

Menuruti kata Justin untuk tidak khawatir, aku menatap ke sekelilngku lagi. Aura disini terasa begitu menyenangkan. Astaga! Itu kedai Fast Food! Minuman dingin! Hotdog! Astaga kenapa aku jadi lapar mata seperti ini. Lebih baik aku fokus memperhatikan Justin yang sedang sibuk diatas tumpukan kayu.

"Kagum dengan semuanya?" tanya Justin yang memelukku dari belakang.

"Iya!" kataku. Batinku berputar-putar sambil menari dengan riang. "Ini hebat sekali, Justin!" kataku senang.

"Ayo kita dance," kata Justin lalu menarik tanganku, bergabung ke kerumunan teman-teman yang sedang asik berdansa dengan lincahnya.

Justin langsung mengeluarkan kemampuannya. Biasanya aku akan malu, apalagi didepan umum seperti ini. Tapi suasananya begitu mendukung. Hawa kebebasan tersebar dimana-mana dan untuk malam ini, aku bebas!

Aku mengikuti gerakan Justin dan mulai terdengar beberapa sorakan. Justin menatapku dengan nakal, menungguku menyelesaikan gerakanku. Mau duet, Justin? Aku terima tantanganmu! Siapa sangka Ashley yang pemalu ini bisa berdansa. Sedikit.

"Keren, Ash!" Paulina menepuk bahuku dan aku tersenyum manis.

"Ini pesta yang hebat!" teriakku senang.

"Berterimakasihlah pada pacarmu. Dia yang mengatur semuanya. Aku yakin dia akan memegang pesta tahun depan juga," kata Paulina lalu menawarkan minuman. "Bersenang-senanglah," dia berkedip lalu berjalan menjauh, menghilang diantara kerumunan.

Lost StarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang