Ken mengikuti Angkasa berjalan ke arah proyek perluasan Rumah Sakit yang sepi karena sekarang hari libur. Ken sibuk menghitung langkah untuk menenangkan dirinya selama dia berjalan di belakang Angkasa yang entah mengapa terlihat tenang padahal Ken murka luar biasa.
'He had a kid? Bahkan ibu dari anaknya masih ada. Apakah dunia sudah gila? Apakah Rein tahu akan hal ini dan ikut merahasiakannya juga? Atau dia membohongi Rein?' bermacam-macam pertanyaan silih berganti bercokol di pikirannya membuat kepala Ken seakan meledak.
Mereka sampai gedung yang baru separuh jadi, Angkasa berbalik dan menatap Ken dengan pandangan dingin.
"What do you want to talk about?" tanyanya datar.
Ken benci melihat wajah tenangnya.
"Who is she?"
"Her name is Jane."
"What is she to you?"
"Mother of my daughter," jawab Angkasa tanpa ragu.
Ken menarik napas tajam. Dia hampir tak mempercayai berita yang didengar dari suster, tapi mendengar Angkasa yang mengakuinya secara terang-terangan malah jauh lebih mengejutkannya. Hanya satu yang ada di pikiran Ken sekarang.
Rein.
"Did Rein know about it?"
Angkasa tersenyum sedih dan menggeleng.
"No, she didn't know."
Amarah Ken naik lagi ke ubun-ubunnya, dia melompat menerjang Angkasa dan memukuli wajahnya.
"You Bastard!!! You shouldn't treat Rein that way!!"
If you didn't love her, you should leave her!! Aku menyerah akan Rein bukan untuk mengetahui Rein diperlakukan tak adil oleh bajingan sepertimu!! Stop playing her!!!" teriak Ken murka.
Angkasa mendorong tubuh Ken dan balas memukul wajahnya.
"I love her bastard!! I love her!!!" seru Angkasa marah.
Ken meninju perut Angkasa dan Angkasa balas meninju rahangnya. Mereka saling memukul sampai kehabisan tenaga dan jatuh terduduk di tanah.
Angkasa meludahkan darah dari mulutnya sementara Ken menyeka pelipisnya yang berdarah.
"Stay away from Rein!!" ancam Ken ketika dia sudah bisa bernapas lagi.
"I can't," jawab Angkasa sambil mengadahkan kepalanya karena hidungnya tak berhenti mengeluarkan darah akibat pukulan Ken.
"I love her. So I can't," ulang Angkasa lagi.
"No you don't! You didn't love her! You just don't want to be alone! She just good for your ego and makes you feel better about your pathetic life. But you didn't love her. Because you don't hiding the truth from the people you love! You won't tell a lie to someone that you really love!" sahut Ken tajam.
"What do you know about my life, you Jackass!! You never been through hell like me! You never wish that you are dead! You never felt that all you ever wanted is right there in front of you but you cannot have it!! If you never felt that way, don't you dare to judge me!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere Only We know
Teen FictionWhen your some kind of Brother fall in love with you, now you are in a serious trouble!!! ketika Rein menyadari kalau Ken si playboy, anak dari sahabat baik orangtuanya, yang tumbuh dan besar bersama sebagai musuh besar menyatakan kalau dia mencinta...
