Part 33 - Dance

10.3K 1K 37
                                        

Ken menghampiri Rein yang sedang berdiri di samping panggung.

"You owe me a dance," tegur Ken sambil mengamit pinggang Rein dan menautkan tangan mereka, menarik Rein ke tengah lantai dansa.

Ken tersenyum menatap Rein yang tersenyum malu-malu kemudian menyenderkan kepalanya di dada Ken dan berdansa perlahan dalam iringan lagu.

Ken memeluknya erat dan mencium keningnya. "You look pretty," bisiknya sambil menghirup aroma Rein dalam-dalam, dia sangat merindukannya.

"And you look awesome," balas Rein sambil tersenyum.

"Harus, kalau mau sebanding dengan kamu."

Rein tertawa."Mana Chika? Kamu ga sopan banget deh, kok kamu meninggalkan teman prom-mu sendirian?"

"Sama ga sopannya kayak kamu yang ninggalin Dean untuk dansa sama aku," balas Ken tapi tangannya memeluk Rein lebih erat lagi seakan mengisyaratkan kalau Rein berani beranjak menjauh darinya, dia akan mengikat tangan Rein ke tangannya, memaksanya untuk terus berada di dekatnya.

"I'm not going with Dean, aku diantar Papa sama Zain tadi."

Mata Ken membulat karena terkejut.

"Really?" tanyanya tak percaya.

"Aku cuma ga mau kamu marah," jawab Rein pelan sambil menunduk malu.

Ken menatapnya gemas. Wanita ini selalu berhasil membuatnya kesal tapi kemudian menaikkan mood-nya dalam waktu yang bersamaan. Rein yang selalu penuh dengan teka-teki membuatnya hampir gila.

"Thank you, Rein... you sounds beautiful tadi. Memangnya kamu ga keberatan hubungan kita ketahuan sama semua orang?"

"I sing for you and dancing with you right now, Ken, kamu pikir aku peduli sama omongan orang soal kita sekarang?"

"Yeah right." Ken tertawa kemudian mencium Rein tepat di bibirnya.

Selesai satu lagu, Ken mengajak Rein duduk lali pergi mengambilkan makanan dan minuman untuknya.

"We need to talk," ucap Ken sambil mencomot canape dan mengunyahnya. Sebetulnya dia tak sabar ingin menarik Rein ke tempat tidur, terutama karena kekasihnya terlihat sangat hot malam ini. Tapi alangkah lebih baik kalau mereka membicarakan hubungan mereka sampai tuntas. Ken tak ingin ada ganjalan apapun yang akan membahayakan hubungan mereka lagi.

Rein menelan sushi yang diambil oleh Ken untuknya tadi sebelum menjawab.

"Mau bicara soal apa?"

"First, aku mau minta maaf soal ucapan aku yang menyakiti kamu waktu itu. I'm really sorry, Rein... I snap!! I shouldn't said a worst thing like that," ucap Ken yang terlihat sangat menyesal.

"Tak perlu minta maaf, you have every right to be angry. I act like a bitch."

"Ya... kamu bertindak menyebalkan dengan mendiamkan aku selama dua minggu, tapi tak seharusnya aku mengucapkan hal seburuk itu. I'm sorry."

"Well, I'm sorry too...." ucap Rein sambil tersenyum.

"Saling memaafkan kalau begitu?" tanya Ken.

"Deal!!"

Ken tertawa mengusap kepala Rein pelan dan kembali menyantap makanannya.

"So, your mom found out about us? Everything about us?" tanya Ken lagi.

Somewhere Only We knowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang