"How is she?" tanya Tristan ke Hana yang sedang mengoleskan lotion ke tangannya sebelum tidur.
"Sad," jawab Hana singkat.
Tristan menghela napas panjang, merasa lelah. Dia membuka selimut ketika Hana mendekat, membiarkan istrinya menyusup masuk. Hana menyenderkan kepalanya ke lengan Tristan yang langsung memeluk dan mengecup keningnya.
"Am I making a right decision, Hana?" tanya Tristan ragu-ragu.
"Aku tak pernah melihat Rein sesedih itu. It broke my heart to see her like that," ucap Tristan yang mendadak meragukan tindakan yang dia ambil.
Pembicaraannya dengan Angkasa jelas mengejutkannya. He has a kid? Ayah manapun tak akan rela anak kesayangannya menjalin hubungan dengan pemuda yang sudah punya anak di usia 18 tahun.
Walaupun Angkasa mencoba meyakinkannya kalau dia mencintai putrinya tetap saja Tristan tak akan setuju.
Dia tak bisa membiarkan Rein menjalin hubungan lebih jauh lagi dengan Angkasa. Rein juga baru 18 tahun. Dia harusnya belajar, fokus pada masa depannya, mungkin bersenang-senang sedikit tapi jelas tidak menjadi pengganti ibu dari anak orang lain. Membayangkannya saja membuat Tristan bergidik.
Tristan mencoba mencari prespektif lain agar bisa menilai lebih adil. Tapi tetap saja dia sulit untuk tidak mengeluarkan kartu otoritasnya sebagai orangtua. Dia tidak meragukan perasaan Angkasa terhadap putrinya. Dia menghargai kejujurannya dan niat baiknya untuk meminta restu dari Tristan dan Hana agar tetap bisa menjalin hubungan dengan Rein, tapi tetap saja Tristan tak bisa memberi restu.
"Rein will hate me," keluh Tristan.
Hana menepuk-nepuk dada Tristan dan mencium pipinya.
"Kita orangtua, semua anak remaja membenci orangtuanya. Kamu tenang saja, apa yang kamu lakukan tidak salah, Titan. Kamu hanya ingin melindungi Rein, suatu saat dia akan mengerti."
"Aku mengkhawatirkan Rein. Angkasa pria pertamanya dan kita berdua mewariskan DNA bodoh yang membuat kita terikat pada cinta pertama kan?"
"Hmmm... benar... too bad."
"Bagaimana kalau Rein tak bisa melupakan Angkasa?" tanya Tristan sangsi.
"We'll never know. Tapi dia juga mewarisi logika dinginmu, Titan. Dan dia pasti sadar kalau banyak orang di sekitarnya yang mencintai dia juga. She's young, lukanya akan sembuh dengan cepat. Aku hanya bisa berharap seperti itu."
"Ohhhhh...so much for become parents, untung saja Zain belum membuat ulah."
"Akan ada masanya nanti apabila dia bisa mengalihkan matanya dari mesin-mesin dan game. Mungkin kita akan lebih kewalahan lagi nanti. tapi dia anakmu, he's a fine gentleman like you, we don't have to worry. He'll be fine."
"Kuharap begitu," ucap Tristan sambil tersenyum.
"Aku sudah menghubungi Nindi tadi, menanyakan keadaan Ken. Rein bilang Angkasa luka-luka karena Ken. Nindi marah sekali kemarin ketika Ken pulang babak-belur tapi tak mau mengatakan apapun dan sekarang dia sedang menghukum Ken dengan memotong uang sakunya selama dua minggu."
"Anak itu tak bisa mengendalikan emosinya sama sekali. Kadang Ken membuatku khawatir."
Hana tertawa. "Nindi dan Hans juga sudah kewalahan menghadapinya. Dia begitu karena dia menyayangi Rein. Walaupun aku tak setuju sama sekali dengan tindakannya, tapi Angkasa juga tidak mengatakan apa-apa kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere Only We know
Teen FictionWhen your some kind of Brother fall in love with you, now you are in a serious trouble!!! ketika Rein menyadari kalau Ken si playboy, anak dari sahabat baik orangtuanya, yang tumbuh dan besar bersama sebagai musuh besar menyatakan kalau dia mencinta...
