23 Maret...
Nama ku Abiradama, biasa di panggil Abi, aku lahir di Bali tapi tinggal di Kota Halves, aku tak perlu menjelaskannya karena itu cerita yang panjang. Hobby ku adalah mendengar musik dan aku juga suka dengan B.inggris. Aku sekolah di salah satu sekolah yang berpredikat A, SMAN 2 Halves, kelas XI IPA 3, tentu saja, status ku saat ini adalah seorang pelajar dan Vampire Hunter hehe. Saat ini, teman teman ku sedang membahas tentang kejadian yang pernah menimpa kami di Perumahan Bromal, sial, kenapa mereka mengingatnya.
"Jadi Rahmy, kamu masih tinggal di situ?" Tanya Febby.
"Iya lah, Bapak ku tidak ingin pindah pindah lagi, lagian Vampir di sekitar daerah itu juga sudah tidak ada vampir" ujar Rahmy sambil memainkan HP nya.
"Aku masih takut nih, sejak kejadian itu, aku tidak mau keluar lagi" ujar Mega.
"Aku masih ingat Verdy hampir di bunuh oleh vampir, untung ada Abi" ujar Fiqry memukul pundak ku.
"Heh, itu mah biasa saja, kan sebagai teman kita harus menolong" ujar ku sambil tersenyum.
Kalau aku tidak berani melawan vampir pasti Verdy sudah mati dan aku juga pasti tidak akan menjadi Vampire Hunter, yahh, tapi syukurlah aku punya keberanian yang tinggi. Tiba tiba Anhar datang kemudian berkata;
"Ck ck ck, sudah cukup bahas Vampirnya, sekarang kan sudah ada Vampire Hunter, untuk apa kita harus takut selama masih ada dia" kata Anhar.
"Terus apakah Vampire Hunter itu banyak?" Tanya Ranti yang tiba tiba bertanya.
"Hmmm..setahu ku hanya 1 Vampire Hunter, tapi dia kuat dan lincah" ujar Anhar.
"Lah 1 saja? Kalau begitu bagaimana dia mau menyelamatkan semua orang, lagian Vampir kan tersebar di seluruh kota ini" ujar Ranti dengan tidak yakin.
"Kau ini, Vampire Hunter kan hebat jadi dia itu bisa dong menyelamatkan semua orang, lagian dia pasti punya banyak rencana untuk menangkap vampir" ujar Febby.
Hm! Mereka pikir mudah untuk menjadi Vampire Hunter, kemarin saja aku gagal menyelamatkan warga yang ada di kompleks Wira dan Vampirnya juga lari dari ku, cihh, penakut. Tiba tiba Bel pelajaran terakhir pun berbunyi dan guru kimia kami sudah masuk ke kelas.
2 jam kemudian...
Bel pulang sekolah telah berbunyi, huhh, akhirnya pulang juga, otak ku bisa saja terbongkar kalau belajar kimia, damn.
"Hati hati ya di jalan guys!" Ujar Febby.
"Bye Febby" ujar Rahmy, Mega, Anisa.
"See you!" Ujar Febby kemudian meninggalkan kelas.
"Bye!" Ujar ku. Saat aku sudah sampai di parkiran tiba tiba saja ada yang memanggil ku dari belakang;
"Woii Abi, pulang bareng yuk" seru orang itu sambil membawa motor matic. BGZD, ternyata itu si Tegar, aku tidak percaya anak itu bisa saja menjadi sombong.
"Kirain siapa, ternyata kamu Tegar" ujar ku dengan kesal.
"Hehehe, kebetulan aku melihat mu jadi kita pulang bareng saja sekalian aku ingin ke rumah mu juga" ujarnya.
"Heh, baiklah" ujar ku sambil menarik gas motor ku.
Tegar adalah sahabat ku yang sudah lama aku kenal, kami dulu satu kelas waktu masih kelas 10, tapi sekarang kelas 11 malah terpisah jauh jadi kita jarang bertemu juga. Akhirnya kami sudah sampai, huh, perjalanan yang melelahkan, aku kehausan gara gara membalap dengan kencang, Tegar saja tidak bisa berjalan karena lapar wkwkwkw.
Aku tinggal di Perumahan Aqua, tempatnya tidak terlalu jauh juga dari sekolah. Aku hanya tinggal bersama Paman Richard, kalau soal makan sih, hanya mie doang, memang Bangsat, kalau begini terus bisa bisa usus ku penuh dengan mie instan, duh, tapi mungkin kalau paman nggak sibuk dia akan memasak, and guess what, masakannya enak loh.
"Tegar kamu mau makan mie instan?" Tanya ku saat membuka pintu.
"Boleh saja, aku mah terserah kamu" ujarnya.
"Nanti kamu rasa soto saja, kalau aku rasa ayam bawang"
"Itu berarti aku mie kuah kan?" Tanya Tegar.
"Yaelah, tidak lah, kamu mie goreng rasa soto, ini mah mie instan terbaru tahun ini wkwkwkw" seru ku.
"Lah kirain kuah, bangsat!"
Aku pun tertawa dengan keras sambil mengganti pakaian ku, sial, tadi itu lucu sekali wkwkwkw. Setelah itu, aku dan Tegar menyiapkan segala alat untuk membuat mie.
"Tegar, memangnya kamu pernah membuat mie di rumah mu?" Tanya ku sambil mengisi 2 panci kecil dengan air.
"Pernah lah, kalau soal ini mah gampang banget" ujar Tegar sambil membuka bungkus mienya.
"Cih, sombong amat!" Ujar ku sambil meletakkan 2 panci kecil di kompor kemudian menyalakan api. Duh, tunggu air mendidih itu biasanya 5 sampai 10 menit lumayan lama juga. Tegar sudah menyiapkan mienya, bumbu sudah ada di piring, tunggu air mendidih dan sekarang dia duduk di kursi kemudian mengambil HPnya, bangsat, kayak Boss saja.
10 menit kemudian...
Sial, airnya sudah mendidih, aku langsung memukul Tegar untuk memasukkan mienya ke dalam panci kecil. Akhirnya, mie kami sudah siap untuk di santap, bakalan kenyang deh kalau begini.
"Selamat Makan!" Ujar kami berdua.
"Nonton yuk Bi!" Seru Tegar sambil memegang remot. Sialan, sejak kapan dia mengambil remot itu, aku saja tidak lihat, nih anak memang aneh.
"Okelah" ujar ku sambil memakan mie.
Tv pun menyala dan tiba tiba saja ada berita buruk yang membuat nafsu makan ku hilang.
Di TV
"Perhatian! Baru saja terjadi sebuah teror yang bertempat di Supermarket Alfa, Jl.Leo, no.10, 4 karyawan supermarket tewas dengan wajah yang pucat, ini pasti ulah dari Vampir yang mengambil darah mereka, dan ada juga bekas gigitan vampir di leher mereka, saat ini juga Polisi masih melakukan insvestigasi untuk menemukan vampir tsb, kami juga berharap kepada Vampire Hunter untuk menangkap vampir ini. Sekian terima kasih"
Damn, tidak mungkin, para Vampir itu sudah melakukan teror meskipun di siang hari, cih, aku harus pergi sekarang.
"Tegar, tunggu di sini, aku juga akan pergi ke supermarket Alfa!" Ujar ku dengan wajah yang serius.
"Mau ngapain? Di sana kan berbahaya" ujarnya.
"Pokoknya tunggu di sini, kalau paman ku datang bilang saja aku sedang pergi" ujar ku sambil menatap Tegar dengan tajam.
"Uh...baiklah" ujar Tegar
Aku pun langsung memakai pakaian Vampire Hunter ku yang mirip seperti jubah, dan topi berwarna hitam seperti koboi dan 5 Orb yang ada di tali pinggang ku, terus mengambil Panah di belakang pintu kamar ku, kemudian menyalakan motor, dan pergi ke supermarket dengan cepat.
And finally I arrived, banyak sekali orang yang berkumpul di supermarket tsb, tiba tiba semua warga kaget karena melihat ku sudah datang di sini. Heh, sudah kuduga itu akan terjadi.
"Salam, Vampire Hunter" ujar Petugas Polisi memberi hormat.
"Salam Pak!" Ujar ku.
"Nama ku Officer Bakri, aku ingin meminta kerja sama anda untuk mencari Vampir yang telah membunuh 4 karyawan di supermarket ini, apakah anda bisa?" Tanya Officer Bakri.
"Heh, tentu saja, tunggu apa lagi ayo kita mulai!"...
*Hai, Semoga ceritanya bagus untuk di baca, saat ini juga aku masih mikir2 jalan ceritanya jadi bersabar ya hehhee
KAMU SEDANG MEMBACA
The Vampire Hunter
FanfictionFANTASY / FANFICTION Para kaum manusia sedang dalam bahaya yang besar, kaum vampir sedang kehausan mencari darah manusia, tidak ada yang bisa menghentikan vampir ini kecuali Vampire Hunter. Cepat, Cerdas dan kuat itu lah Vampire Hunter, seorang ana...
