Sekarang gue masih OTW ke tempat kejadian di mana masih ada 3 Dracula yang tersisa, shit gue merasa ini pertarungan yang menantang, buktinya gue di culik sama 2 Dracula tapi sayanf gue nga bisa melawan wkwk, terus tadi lagi gue nga nyangka bisa membunuh si Vampir jalang Jessica.
And now only 3 Dracula left dan ini saatnya gue memakai Tombak api ku dan Fire Crossbow ku, oh iya selama melawan Jessica gue nga pake Crossbow tsb wkwkw gpp deh setidaknya dia sudah mati.
Saat gue masih berlari tiba tiba saja ada seseorang yang muncul dari belakang, shit gue kaget ternyata paman Richard, tunggu bukannya paman Richard sedang melawan 3 Dracula yang di sana?
"Eh paman kagetin saja" Ujar ku.
"Heh Sorry Bi wkwk" Ujar paman.
"Tapi kok paman masih di sini sih, bukannya paman seharusnya ada di sana bersama Ilham dan Fiqar?" Tanya ku.
"Iya Bi seharusnya tapi paman teringat Gre dan Desy yang sedang melawan 3 Dracula, paman takutnya mereka di bunuh jadi paman datang saja menyelamatkan mereka" Ujar paman.
"Hmm begitu ya" Ujar ku
"Memang wkwk" Kata paman dengan tawanya, emang lucu? Cih wkwk.
"Btw Bi kalau di lihat sekarang lu menang ya melawan Vampir tadi" Ujar paman.
"Iya dong paman, tuh Vampir lemah bat" Ujar ku.
"Jah jadi lu dah mulai sombong ya Bi wkwk" Ujar paman.
"Nga juga sih wkwkwk" Ujar ku.
Malah gue dan paman bercanda wkwkwk, gpp lah setidaknya dengan tawa ini gue dan paman merasa aman dan tidak tegang melawan 3 Dracula tsb. Tiba tiba saja gue melihat ada ledakan, shit mungkin itu Fiqar atau Ilham, sebaiknya gue dan paman harus cepat untuk sampai di sana, shit lah.
"Paman Kita harus cepat!" Seru ku.
"Yoi Bi" Ujar paman. Gue usahain lari dengan secepat mungkin tapi tetap saja gue rasa masih lambat, okelah kalau begitu gue harus pake elemen api buat terbang. Yes I did that, gue terbang pakai elemen api dan meninggalkan paman wkwk, and akhirnya sampai di tempat kejadian.
Tiba tiba saja Fiqar dan Ilham terlempar dan mengenai ku sehingga kita bertiga jatuh. Shit baru gue datang malah begini.
"Anjay lah tuh Dracula" Ujar Fiqar.
"Shit mana kekuatan gue kurang lagi buat melawan" Ujar Ilham, anjay mereka nga menyadari kalau gue ada di sini.
"Lah Abi" Ujar Fiqar dan Ilham bersamaan, tuh kan shit lah mereka baru sadar.
"Apaan dah, kalian berdua nga sadar apa gue ada di sini?" Tanya ku dengan kesel.
"Yaelah Slow saja Bi, kan kita fokus ke Dracula itu" Ujar Ilham.
"Iya juga sih tapi pas gue datang kalian malah nabrak gue" Ujar ku.
"Aduh kan gue dan Fiqar mental dan tak bisa arahin mau kemana, lagian kita nga tau lu ada apa kaga!" Seru Ilham kayak marah.
"Sudahlah, bukan saatnya kita bertengkar, sekarang masih ada 3 Dracula yang harus di bunuh, jadi ayo kita gabungkan kekuatan dan membunuh mereka semua!" Seru Fiqar dengan tegasnya. Eh Anj*y gue lihat Fiqar yang cocok jadi pemimpin nih wkwk.
"Ya sudah gue juga dah siap kok, Si Ilham saja yang ajak gue tubir" Ujar Ku sambil melirik Ilham.
"Serah Lu deh Bi, sekarang kita fokus ke 3 Dracula dulu" Ujar Ilham sambil menyiapkan tombaknya.
"Heh baiklah" Ujar ku smbil mengeluarkan My Fire Dagger dan api mengelilingi tubuh ku. Fiqar pun memukul tanah dan muncullah Gauntlet petirnya.
"Hahahahaha Dasar lemah" Ujar salah satu Dracula, shit badanya warna merah lava alias Dia mungkin Dracula Pyro.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Vampire Hunter
FanfictionFANTASY / FANFICTION Para kaum manusia sedang dalam bahaya yang besar, kaum vampir sedang kehausan mencari darah manusia, tidak ada yang bisa menghentikan vampir ini kecuali Vampire Hunter. Cepat, Cerdas dan kuat itu lah Vampire Hunter, seorang ana...
