(Sudut Pandang Tegar Emal)
Sialan, kok aku di tinggal, padahal aku ingin ikut juga dengan dia, mie-nya juga belum habis, kalau begitu aku habiskan saja daripada terbuang sia sia. Akhirnya 2 mangkuk mie habis dalam 15 menit, tiba tiba seseorang membuka pintu dan masuk, then said;
"Hah? Siapa kamu?" Tanya orang itu dengan heran.
"Eh..aku Tegar, temannya Abi" ujar ku dengan takut.
"Ohh gitu ya, perkenalkan aku Richard, pamannya Abi"
Ohh jadi dia pamannya Abi, huhh, ternyata baik juga ya orangnya, aku takut sekali ketika dia menanyakan ku seperti itu tadi.
"Ohh iya kenapa kamu ada di sini? Di mana Abi?" Tanya paman Richard sambil melepaskan jas putihnya, kayaknya paman ini seorang dokter.
"Dia pergi ke supermarket Alfa untuk melihat kejadian yang terjadi di sana!" Ujar ku.
"Hah? Kejadian apa?" Tanya paman Richard.
"Katanya ada Teror Vampir"
"Apa! Sialan, mereka sekarang sudah bergerak untuk mengambil banyak darah, kalau begini terus warga Kota Halves bisa saja berkurang dengan cepat"
Kok paman Richard serius sekali dengan masalah itu, jangan jangan dia adalah Vampire Hunter.
"Hei Tegar, kau lebih baik pulang sekarang soalnya keadaan sekarang sedang memburuk" ujar paman Richard.
"Aku lebih baik ke supermarket Alfa saja, daripada pulang ke rumah" ujar ku dengan penuh gaya.
"Apa yang akan kau lakukan? Kau sebaiknya pulang, di sana berbahaya" teriak paman Richard melarang ku.
"Berbahaya? Terus kenapa Abi ke sana? Apakah dia Vampire Hunter? Kenapa paman juga melarang ku kalau Abi ada di sana? Paman ini memang aneh" aku pun langsung keluar dari rumah dan menuju ke garasi dan menyalakan motor. Aku akan menunjukkan ke paman Richard bahwa aku tidak takut dengan Vampir Bangsat ini, aku bukanlah anak kecil, lihat saja...
(Sudut Pandang Abiradama)
Sebelum aku mulai investigasi, aku harus menanyakan keselamatan semua pembeli, mungkin ada saksi mata.
"Apakah semua pembeli supermarket Alfa selamat semua?" Tanya ku.
"Iya nak, mereka semua tadi lari bersama sama dan selamat tapi hanya 4 karyawan saja yang tewas" ujar pak polisi yang menjadi sanksi mata.
Hmm, membingungkan, padahal banyak sekali pembeli di supermarket ini dan Vampir tidak menyerang mereka, apakah dia ingin mencari darah yang segar? Aku lebih baik melakukan investigasi daripada bingung.
Oke, saatnya aku memulai investigasi, pertama, mengecek situasi di dalam supermarket mulai dari pintu masuk, and bingo, ada bekas warna hitam di atas pintu masuk tsb.
"Tuan Bakri, lihat lah di atas sana, ada bekas yang berwarna hitam" ujar ku sambil menunjuk bekas hitam yang ada di atas.
"Jadi maksudnya itu apa Nak!" Seru tuan Bakri heran.
"Itu berarti Vampir masuk melalui bagian yang berbekas itu"
"Tapi bagaimana caranya?"
"Vampir itu bisa membuat diri mereka menjadi asap yang tipis sehingga mereka bisa melewati lubang yang sangat kecil, layaknya seperti debu"
Vampir ini sangat bodoh, seharusnya dia masuk dari pintu belakang, ini pasti Vampir kategori yang ke 3, pasti lemah sekali untuk di tangkap. Kemudian aku melanjutkan investigasi yang kedua yaitu area perbelanjaan, aku menyuruh tuan Bakri untuk memeriksa bagian 1 dan 2 yaitu tempat buah buahan dan minuman sedangkan aku bagian 3 dan 4 yaitu tempat snack, alat mandi dan make up. tiba tiba saja tuan Bakri memanggil ku untuk datang ke tempat di mana ia sedang memeriksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Vampire Hunter
Fiksi PenggemarFANTASY / FANFICTION Para kaum manusia sedang dalam bahaya yang besar, kaum vampir sedang kehausan mencari darah manusia, tidak ada yang bisa menghentikan vampir ini kecuali Vampire Hunter. Cepat, Cerdas dan kuat itu lah Vampire Hunter, seorang ana...
