Chapter 06: Aksi

133 11 3
                                        

Saat ini aku sedang melindungi Shani dari ancaman para Vampir tapi Shani tidak mengetahui identitas ku sebagai Vampire Hunter jadi aku tidak akan menyebut namanya dan aku akan pura pura tidak tahu siapa dia.

"Hei, tetaplah di belakang ku, jangan lari kemana mana, para vampir itu bisa saja mengejar mu" ujar ku dengan serius.

"Iya" ujar Shani dengan wajah polosnya.

Kemudian aku menegur 6 vampir itu dengan tegas;

"Hei, sebelum kita bertarung, aku ingin bertanya kepada kalian semua" seru ku menatap mereka.

"Apa itu?" Tanya Bradley.

"Apakah kalian tahu teror yang telah terjadi di supermarket kemarin?" Tanya ku.

"Iya memang kenapa?" Seru vampir yang ada di samping kiri Bradley.

Bagus! Sudah kuduga mereka pasti tahu tentang teror itu, mungkin mereka lah pembunuhnya, baiklah aku rasa saatnya untuk menebak kemudian membunuh jika aku benar.

"Kalau begitu kalian pasti pembunuhnya kan" seru ku dengan senyum tipis.

"Apa! Jangan asal menuduh, kamu pikir vampir hanya 1 saja di dunia ini? Tentu saja tidak" seru Bradley dengan amarahnya.

"Kalau bukan kalian, jadi siapa?" Tanya ku.

"Pembunuhnya sudah tewas!" Ujar Vampir yang ada di sebelah kanan Bradley.

Sial, ternyata pembunuhnya sudah mati ya tapi siapa yang membunuh vampir itu, pasti bukan Vampire Hunter.

"Siapa yang membunuhnya?" Tanya ku lagi.

"Dia sendiri!" Seru Bradley dengan senyumannya.

"Bagaimana bisa? Apakah dia bunuh diri?" Ujar ku terkejut.

"Tentu saja, kami para kaum vampir menganggapnya lemah sehingga dia frustrasi dan ingin bunuh diri, cihh, padahal kami ingin memberinya kekuatan tapi malah dia sudah tewas duluan hehehe" ujar Bradley dengan tawa kecilnya.

Baiklah, sekarang masalah di supermarket Alfa sudah selesai karena pembunuhnya telah tewas bunuh diri, apa boleh buat aku akan menelpon pak Bakri dan memberitahunya tentang hal ini tapi jangan sekarang karena aku sedang berhadapan dengan vampir yang tamak.

"Hei kalian para vampir, apakah kalian ragu untuk melawan ku?" Tanya ku dengan senyum licik.

"Sialan kau! Aku akan menunjukkan mu!" Seru vampir yang ada di sebelah kiri Bradley kemudian berlari ke arah ku dengan penuh amarah.

Vampir itu langsung mengarahkan cakarnya ke arah ku, dengan cepat aku menghindari serangan tsb kemudian menyerangnya dengan belati ku dan akhirnya serangan ku merobek perutnya sehingga vampir itu tidak bisa bergerak alias mati.

Kemudian Vampir yang ada di sebelah kanan Bradley berlari ke arah ku, melompat dan mengeluarkan tebasan dari cakarnya, sial, aku hampir saja terluka oleh serangan itu untung reflek ku cepat.

"Kau lumayan juga nak!" Ujar Vampir yang menyerang ku tadi.

"Serangan mu boleh juga, jadi bolehkah aku menyerang mu sekarang" ujar ku menyeringai

"Baiklah, aku siap!" Seru vampir itu dengan cakarnya.

Dengan penuh kecepatan aku berlari ke arah vampir itu tapi tanpa aku sadari tiba tiba saja ada 1 vampir yang datang dari samping kiri dan menendang ku dengan keras, sialan aku sudah tertipu, ternyata mereka bermain licik, kalau begini aku harus waspada terhadap gerak gerik mereka.

"Mwahahaha kau lemah!" Ujar Vampir yang menendang ku tadi.

Tanpa basa basi lagi Vampir yang menendang ku itu langsung berlari ke arah ku dan menyerang ku dengan kekuatan aneh yang berwarna hitam tapi dia meleset dan akhirnya aku punya kesempatan untuk membunuhnya, aku langsung melompat dan menusuk vampir itu tepat di perutnya kemudian jantung.

The Vampire HunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang