Aku mengajak Shani untuk bergabung di meja makan yang aku tempati tadi bersama Ilham, Gre dan Ci Ilen, iya Shani malu begitu ketika aku ajak malah tangan halusnya ingin lepas dari ku tapi aku tahan saja hehe.
Akhirnya aku dan Shani tiba, Gre dan Ci Ilen bertanya tanya Shani ini siapa ku, tentu saja teman tapi kalau menurut ku pacar hahaha, Garing.
"Ci Ilen, Gre perkenalkan ini teman ku namanya Shani" ujar ku memperkenalkan Shani.
"Hai Shani kamu ini pacarnya Abi ya" Ujar Ci Ilen sehingga membuat aku dan Shani terkejut.
"Tidak Ci" Ujar Shani, "Kita berdua hanya teman"
"Iya Ci Ilen kita berdua hanya teman, jangan salkir" ujar ku.
"Teman tapi mesra wkwkw" ujar Ilham.
"Apaan sih lu ajak tubir saja" ujar ku menarik kerah bajunya Ilham.
"Abi sudah jangan berkelahi" ujar Shani menenangkan ku.
"Slow saja Bi gue hanya main main" ujar Ilham kesel.
"Terserah lu saja"
Shani pun duduk di sampingnya Ci Ilen dan aku di sampingnya Gre dan Ilham sendirian, rasain tuh Njirr. Entah apa yang ingin aku lakukan tapi Ci Ilen, Gre dan Shani sudah sangat akrab What the hell, nggak apa apa lah, malah bagus supaya Shani ada teman.
"Shani mau pergi shopping nggak bentar?" Tanya Ci Ilen.
"Aku terserah Cici saja" ujar Shani.
"Aku anggap itu sebagai Iya" ujar Ci Ilen.
"Abi mau ikut nggak?" Tanya Shani ke aku, Ya Tuhan tatapannya.
"Gimana ya, kayaknya aku ikut saja deh" ujar ku.
"Kalau aku mau pulang Bi" ujar Ilham.
"Terus lu mau naik apa pulang?" Tanya ku.
"Naik angkot saja deh lagian murah juga dari sini ke rumah mu Bi" ujarnya.
"Oke baiklah" ujar ku. Ilham pun keluar dari Restoran Ressort dan sekarang tinggal aku, Ci Ilen, Gre dan malaikat cantik alias Shani, what the hell hanya gue ya laki lakinya, sich Ilham sengaja begitu ya ninggalin gue di sini, yaelah. Kami pun masuk ke dalam mobil dan aku duduk di belakang bersama Shani, sich Gre sengaja melakukan ini kepada ku tapi nggak apa apa lah, gue senang juga.
"Abi nggak apa apa kan aku di sini?" Tanya Shani.
"Nggak apa apa, anggap saja keluarga" ujar ku.
"Iya Shani, Kak Abi senang loh kalau kamu sama dia terus apalagi sekarang berduaan cieeee" ujar Gre, yaelah mulai lagi.
"Hahaha Iya Gre" ujar Shani dengan tawa kecilnya.
Sich, Shani malah bilang iya, duhh gue juga ingin bilang tapi takutnya Gre complain lagi.
"Shani menurut mu kak Abi itu gimana?" Tanya Gre, Ya Tuhan nih anak.
"Hmm menurut ku sih Abi orangnya ramah, pintar dan ganteng juga" Ujar Shani, What The hell, hati gue serasa ingin terbang.
Aku nggak terlalu ganteng sih, Cewek di sekolah gue nggak pernah bilang gue ganteng, cihh nggak apa apa lah yang penting ada Shani yang sudah mengatakan itu.
"Pendapat kak Abi tentang Shani apa?" Tanya Gre.
"Dia orangnya cantik, baik, pintar dan senyumnya manis" ujar ku dan Shani pipinya memerah, yes aku dah buat Shani terpesona.
"Wah kalian berdua pendapatnya hampir sama, aku lihat kalian couple yang cocok" ujar Gre, aduh semoga saja aku dan Shani couple. Saat kami masih dalam perjalanan tiba tiba saja kami menabrak sesuatu entah apa itu tapi membuat mobil kita mental dan di situ aku dan yang lainnya tidak sadarkan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Vampire Hunter
FanfictionFANTASY / FANFICTION Para kaum manusia sedang dalam bahaya yang besar, kaum vampir sedang kehausan mencari darah manusia, tidak ada yang bisa menghentikan vampir ini kecuali Vampire Hunter. Cepat, Cerdas dan kuat itu lah Vampire Hunter, seorang ana...
