Chapter 14: Kemampuan Menyamar

96 10 2
                                        

(Sudut Pandang Raja Vampir, Dennis)

Aku sangat sedih, hari ini ketua Team Attack, David dan anggota team Attack, Annie telah tewas di bunuh Vampire Hunter, tidak kusangka Vampire Hunter ada 3 orang sekarang, cihh aku benci ini.

"Yang Mulia, aku minta maaf soal ini" ujar Jessica.

"Iya Jessica, ini bukan salah mu juga, David menyuruh mu pergi agar kita mengetahui hal ini" ujar ku

"Hmph, terima kasih yang mulia" ujar Jesscia

"Baiklah mulai sekarang ketua team Attack adalah Bradley!" Seru ku.

Semua para vampir heboh membicarakannya, entah apa yang salah dari Bradley.

"Yang Mulia, jadikan Jessica Ketua saja, dia kan kuat" ujar salah satu vampir bernama Sam.

"Bradley saja takut melawan Vampire Hunter, lihat Jessica dia malah memiliki keberanian yang tinggi" ujar vampir bernama Bobby.

"Tenang semuanya! Aku tahu Jessica telah berhadapan dengan Vampire Hunter tapi ingat musuh kita itu kuat mereka tidak akan membiarkan para kaum vampir mengambil darah dengan mudah, jadi aku butuh kerja sama kalian!" Seru ku.

Kaum vampir tidak boleh lengah melawan Vampire Hunter, mereka semua harus punya strategi untuk melawannya, cih kalau begini malah makin sulit, Vampire Hunter sekarang memiliki elemen dari senjata mereka dengan elemen itu mereka bisa menahan Dark Power kita semua, cihh.

"Bobby! Kau memiliki kemampuan untuk menyamar, sekarang kau harus mencari Vampire Hunter bernama Abi dan menyamar menjadi orang yang ia suka, apa kau tahu siapa orang yang ia sukai?" Tanya ku.

"Hmm entahlah tapi aku akan mencari tahu yang mulia hehehe, tenang saja kemampuan menyamar ku ini tidak akan ketahuan tapi kayaknya aku tidak ingin menyamar menjadi orang yang ia sukai" ujar Bobby.

"Ohh begitu ya, ku serahkan saja semuanya kepada mu" ujar ku.

"Kalian semua tetaplah di sini, biarkan Bobby melakukan tugas ini" ujar ku lagi.

"Baik yang mulia!" Seru semua vampir.

"Bobby, jangan menyerang Vampire Hunter itu, ini bukan saat yang tepat, kau hanya boleh memata matai, pergilah ke sekolahnya" ujar ku.

"Heh, tentu saja" ujar Bobby meninggalkan markas.

Bobby langsung saja meninggalkan markas ini dan menuju ke sekolah, hmmm kayaknya tahap pertama Bobby akan berubah menjadi seorang pemuda yang tampan, dia kayaknya tidak bisa menjadi wanita hehehe...

(Sudut Pandang Bobby, The Vampire)

Akhirnya aku sampai juga di SMA 2 Halves, tempat di mana Vampire Hunter itu sekolah, heh, aku akan menyamar menjadi seorang pemuda lelaki yang tampan. Aku akhirnya berubah menjadi seorang pemuda yang tampan, cihh saatnya bersekolah.

Semua orang tiba tiba saja kaget melihat ku, bahkan para gadis gadis terpesona melihat ku, heh aku memang tampan, sekolah ini juga ternyata penuh dengan cewek cewek cantik, hmm darah mereka akan jadi milikku tapi aku harus tetap menjadi manusia normal jangan bertingkah bodoh.

Aku pun memasuki ruang tata usaha dan bertemu dengan bapak guru atau mungkin guru tata usaha.

"Selamat siang pak!" Ujar ku.

"Ohh jadi kau ini murid baru ya" ujar pak guru.

"Iya aku ingin sekolah di sini" ujar ku.

"Surat pindah mu mana?" Tanyanya.

"Itu buat apa? Memangnya itu penting?" Tanya ku balik.

"Iyalah, itu adalah sebuah keterangan bahwa kau sudah di izinkan untuk pindah ke sini" ujar pak guru itu.

The Vampire HunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang