(Sudut Pandang Maria Desy)
Ya Tuhan, aku dengar Shani masuk rumah sakit karena luka yang cukup parah, ohh tidak untung Abi menelpon ku tadi jadi sekarang aku dan Okta otw ke Rumah Sakit Anugrah di mana Shani ada di sana sekarang.
Yup! Kami akhirnya sampai di rumah sakit, aku dan Okta lari terburu buru kemudian kami berdua menanyakan kamar dimana Shani berada.
"Permisi dimana kamar pasien bernama Shani Indira?" Tanya ku.
"Di kamar no. 20" ujar orang itu.
"Terima kasih"
Ternyata kamar 20 tidak jauh dari ini, baguslah jadi aku dan Okta tidak perlu habisin tenaga buat cari Shani. Akhirnya kami berdua tiba di kamar no. 20, aku pun membuka pintu dan yang terlihat adalah Abi, Shani dan 2 cewek yang terbaring, siapa mereka? Mungkin keluarganya Abi.
"Ci Shani!!" Seru Okta.
"Hai Okta, Hai Ci Des" ujar Shani lemes.
"Aduh kamu okay kan Shani?" Tanya ku.
"Iya Ci Nggak apa apa kok, lukanya juga mau sembuh nih" ujar Shani tersenyum.
Syukurlah luka dari Shani sudah membaik, aku takut begitu kalau dia sampai harus operasi, fyuhh padahal tidak, leganya. Aku melihat 2 cewek yang ada di samping kanan Shani, mereka terlihat lemes dan Abi langsung saja menghampiri mereka.
"Ci Ilen? Gre? Kalian kenapa, kok pucat?" Tanya Abi.
"Kami berdua hanya lemes Kak" ujar cewek yang ada di samping kanan Abi.
"Kamu tenang saja ya" ujar cewek yang ada di samping kiri Abi dan cewek itu memegang tangan Abi
"Ci Ilen, Gre apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan kalian sakit" ujar Abi dengan sedihnya. Abi pun keluar menuju balkon dan memandang langit di jendela dan aku langsung saja menghampirinya.
"Abi" ujar ku.
"Iya ada apa Des?" Tanya Abi.
"Makasih ya sudah menjaga Shani" ujar ku.
"Iya sama sama, aku memang mau menjaganya kok" ujar Abi.
"Kamu suka dia kan?" Tanya ku.
"Hmm iya aku suka dia" ujar Abi.
"Sudah kuduga, Shani juga suka sama kamu" ujar ku.
"Aku tau kok" ujar Abi.
"Bagaimana kamu tau, Shani pernah bilang?" Tanya Desy.
"Tidak, aku merasakannya sendiri ketika dia berada di samping ku, setiap kali pipinya selalu memerah kalau dia ingin bicara atau melihat ku dan itu pertanda malu atau bisa jadi suka dengan ku" ujar Abi.
"Kamu kok nggak mau ungkapin rasa cinta mu ke dia?" Tanya ku keheranan.
"Ini belum saatnya Desy, perasaan ku masih ragu dan aku ingin dekat sama Shani dulu sebagai teman atau sahabat" ujar Abi.
"Begitu ya, cinta itu nggak bisa di paksakan Bi, kamu harus memiliki dorongan untuk mengungkapnnya ke orang yang kamu cintai, jangan memaksa cinta mu hanya untuk Shani, kalau memang cinta mu hanya tertuju kepadanya itu berarti kamu sudah bersama orang yang tepat dalam hidup mu" ujar ku.
"Apakah kamu pernah pacaran?" Tanya Abi.
"Eh pernah Bi waktu SMA tapi sekarang nggak karena aku mau fokus kuliah" ujar Desy.
"Ohh jadi di mana mantan mu sekarang?" Tanya Abi, aduh kok tanya mantan.
"Dia di Kota Jakarta" ujar ku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Vampire Hunter
FanfictieFANTASY / FANFICTION Para kaum manusia sedang dalam bahaya yang besar, kaum vampir sedang kehausan mencari darah manusia, tidak ada yang bisa menghentikan vampir ini kecuali Vampire Hunter. Cepat, Cerdas dan kuat itu lah Vampire Hunter, seorang ana...
