Chapter 34: Teror!

35 5 0
                                        

Aku terbangun dari pingsan ku yang cukup lama dan sekarang entah di mana aku berada, aku merasa ada sesuatu yang mengerat tangan ku dengan kuat sehingga aku nggak bisa bergerak, ternyata aku di tahan dengan besi yang mengikat kedua tangan ku, bukan hanya tangan tapi kedua kaki ku juga.

Aku berusaha untuk lepas dari besi besi ini tapi tidak bisa dan sangat sulit bagi ku walaupun aku berusaha keras tapi tetap saja hasilnya sama alias tidak bekerja.

Tiba tiba saja ada 3 orang yang datang menemui ku dan mereka adalah Dracula, what the fuck kalau aku tidak di tahan seperti ini mereka pasti sudah mati.

"Hallo Abi" Ujar William, iya itu namanya.

"Apa mau mu? Mengapa kau menahan ku di sini!?" Seru ku.

"Tenang Bi slow saja hehehe" ujar William.

"Lepaskan aku!!!" Seru ku mencoba untuk lepas dari besi yang menahan ku.

"Mwahahaha Bodoh sekali, Benda yang menahan mu itu adalah Baja Segel" ujar William.

"Hah? Baja Segel?" Tanya ku terheran heran.

"Iya benda itu menahan elemen api mu dan kau tidak bisa mengeluarkannya meskipun kau berusaha keras hahaha, oh iya baja itu juga kuat dan susah di tebas pake pedang" ujar William.

"Sialan apa sih mau mu!!?" Tanya ku.

"Aku hanya mau kehancuran Kota ini dan kemenangan bagi kaum Vampir dan Dracula" ujar William.

"Heh tidak semudah itu, lu nggak bakal bisa hancurin kota ini karena Vampire Hunter akan memusnahkam kalian semua!!!" Seru ku

"Bodoh amat, pasukan ku pasti bisa melakukan itu kalian itu lemah dan nggak berguna!!" Seru William menunjukkan wajah sombongnya di depan ku.

"Teman teman ku pasti bisa membunuh kalian!!!" Seru ku.

"Diam kau!" Seru William dan menusuk ku.

Sialan aku merasakan rasa sakit yang luar biasa dari tusukannya sehingga aku nggak bisa bergerak dan muntah darah.

"Huekkk!!!" Ujar ku muntah darah.

"Lihat lah sebentar lagi kota Halves bakalan hancur" ujar William. "Kalian berdua jaga Abi jangan biarkan dia lolos!"

"Baik Yang Mulia" ujar 2 Dracula bersamaan dan memberi hormat. Sekarang aku masih di tahan dengan keadaan yang sangat kritis dan tidak berdaya, sialan kalau begini aku merasa lemah dan nggak bisa melindungi siapapun terutama Shani.

2 Dracula itu kemudian mendekati ku dan mengejek ku.

"Hey Lemah!" Seru Dracula yang pertama.

"Cih Vampire Hunter seperti ini nggak akan bisa melawan kita!" Seru Dracula yang kedua.

"Heh bolehkah aku tau nama kalian berdua?" Tanya ku dengan senyum.

"Iya Aku Cahill!" Serunya.

"Aku Preston!" Serunya.

"Oh nama kalian bagus ya" ujar ku.

"Iya Dong hehe" ujar Preston.

"Kok kalian nggak ikut meneror kota?" Tanya ku.

"Karena kami di tugaskan untuk menjaga mu!!" Seru Cahill dan memukul ku. Sialan, nga mungkin pukulannya sangat keras dan membuat ku merasa mati.

"Uhuk! Kalian kuat juga" seru ku kesakitan.

"Asal kau tau saja, Kami kaum Dracula menggunakan kekuatan fisik seperti pukulan dan tendangan, meskipun tidak memiliki Dark Power tapi kaum Vampir mengakui kekuatan kami hehehe" Ujar Preston.

The Vampire HunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang