(Sudut Pandang Ilham Said M)
Anjirr dah pukul 08:00 malam, hmm gue keenakan main game di rumahnya Abi, hehe soalnya gw menang terus dan Abi kalah mulu, kita berdua tadi tanding bola hehehe tapi aku masih lapar semoga saja paman Richard memasak sesuatu.
"Abi, gue lapar nih, ada makanan nggak?" Tanya ku.
"Entah tapi biasanya paman Richard selalu membeli nasi goreng di Jalan Bromal" ujar Abi.
"Begitu ya" ujar ku. Anjir sumpah gue kelaparan banget sialan, kayaknya berat badan turun nih, tiba tiba;
"Hai Bi, nih paman bawakan nasi goreng" ujar paman Richard.
Anjir pas amat, akhirnya paman Richard beli nasi goreng, sikat dulu. Gue langsung saja ambil 1 bungkus nasi goreng yang di beli, hmm sedap baunya.
"Lah ngakak gue lihat lu Ilham wkwkwk" ujar Abi tertawa, apa yang lucu ya?
"Apaan? Kok lu ketawa?" Tanya ku.
"Nda, nda jadi wkwkw" ujar Abi tertawa lagi, anjir tidak ada yang lucu coeg. Kemudian gue buka bungkus nasi goreng dan siap untuk makan asekk Itadakimasu wkwkw. Tapi tiba tiba saja ada yang memanggil Abi dari luar dan gue kenal suaranya, hmm kayaknya ini Shani Dan Tegar deh, lebih baik Gue dan Abi lihat dulu.
"Bi, ayo kita keluar dan lihat siapa yang memanggil mu" ujar ku.
"Kuy" ujarnya.
Kami berdua pun keluar dengan penasaran, ohh dan ternyata dugaan ku benar bahwa orang yang memanggil Abi adalah Shani dan Tegar. Njirr Abi langsung menghampiri Shani dengan cepat, hmmm soal Shani mah dia cepat.
"Shani ada apa?" Tanya Abi.
"Abi!!!" Ujar Shani meluk Abi, anjir gue mau di peluk juga tapi nggak apa apa lah gue sudah punya pacar juga.
"Eh Shani tenang, katakan pada ku apa yang terjadi?" Tanya Abi.
"Tadi waktu aku ke rumah sepupu aku, aku melihat vampir yang besar menculik sepupu ku, vampirnya menatap ku kemudian dia melarikan diri, terus aku nangis karena ketakutan Bi" ujar Shani nangis di pelukan Abi.
"Sudah sudah, kamu tenang dulu ya, aku pasti akan membantu mu" ujar Abi mengelus kepala Shani, anjirr nih anak menang banyak.
"Benarkah?" Tanya Shani dengan wajahnya yang polos.
"Iya serius, kan Ilham?" Ujar Abi melihat ku.
"Iya iya, tenang saja Shani, Abi dan aku bisa membantu mu kok" ujar ku.
"Makasih ya" ujar Shani mengusap air matanya.
Anjir, nih cewek memang cantik tapi sayangnya dia malah sedih heheh, hmm gue juga heran kalau ada vampir yang sangat besar mungkin saja itu vampir yang kuat, lebih baik aku dan Abi mencari tahu.
"Shani, pertama kita harus ke rumah sepupu mu dulu untuk melihat jejak vampir itu" ujar Abi.
"Begitu ya, ayo" ujar Shani mengajak Abi.
"Tegar kamu ikut, Ilham kamu juga" ujar Abi.
"Oke!" Ujar ku bersamaan dengan Tegar.
Kami berempat kemudian pergi dan menuju ke rumah sepupunya Shani, 10 menit kemudian akhirnya kami sudah sampai di Perumahan Orange, tempat di mana rumah sepupunya Shani tinggal.
"Eh Shani nama sepupu mu siapa?" Tanya ku.
"Namanya Desy dan Okta, tapi Desy aku panggil Ci Desy" ujar Shani.
"Ohh begitu ya" ujar ku.
"Ya sudah, buruan kuy masuk ke dalam rumah" ujar Abi
Kami berempat memasuki rumah tsb dan keadaannya sangat buruk alias terhambur plus gelap anjir kayak rumah hantu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Vampire Hunter
FanfictionFANTASY / FANFICTION Para kaum manusia sedang dalam bahaya yang besar, kaum vampir sedang kehausan mencari darah manusia, tidak ada yang bisa menghentikan vampir ini kecuali Vampire Hunter. Cepat, Cerdas dan kuat itu lah Vampire Hunter, seorang ana...
