Chapter 05: Defense, Attack and Love

184 11 2
                                        

24 maret

Pagi yang sangat cerah, dimana siulan merdu dari burung membuat ku terbangun dari tidur yang lelap, sebenarnya tadi malam aku bermimpi aneh, dimana mimpi itu para vampir telah menguasai kota ini kemudian semua teman ku di bunuh oleh vampi dan aku tidak ada di saat vampir menyerang, sialan jangan pikirkan itu lagi lebih baik sekarang aku mandi dan siap siap untuk ke sekolah, Positive Thinking that's only a dream.

Kemudian dengan cepat aku langsung mengambil handuk ku yang ada di jemuran, kemudian memasuki kamar mandi. 5 menit kemudian, aku sudah selesai mandi dan menuju ke kamar ku untuk memakai seragam sekolah and finally I am ready but Uncle Richard belum menyiapkan sarapan, aduh aku bakalan lapar deh kalau begini, untung saja aku masih punya uang jadi makannya di sekolah saja deh. Tanpa basa basi lagi, aku langsung pergi keluar dan menuju ke garasi untuk menyalakan motor ku and then tancap gas dengan cepat.

Perjalanan ke sekolah hanya butuh 5 menit jadi aku akan membalap saja, mungkin aku hanya butuh 3 menit untuk sampai ke sekolah. Tapi tiba tiba saja aku hampir saja menabrak seorang cewek di saat aku sedang membalap dengan cepat, fyuh untung saja aku reflek.

"Eh sorry!" Ujar cewek itu. Wah cantik juga ternyata dia.

"Tidak apa apa kok, aku juga minta maaf karena membalap terlalu cepat lagian ini bukan salah mu" ujar ku dengan senyum ku yang tipis.

"Iya! Tunggu kamu Abi kan?" Tanya cewek itu.

"Lah kok kamu bisa kenal aku?" Tanya ku balik sambil merinding.

"Soalnya aku suka lihat kamu main basket, kamu hebat juga mainnya, oh kamu juga hebat dalam Bahasa Inggris" ujar cewek itu.

Oh iya, kalau tidak salah cewek ini namanya Shani, dia ada di kelas XI IPA 1, dia memang pintar, aku selalu melihatnya berdiri di pinggir lapangan basket untuk melihat pertandingan basket, heh terkadang aku merasa gugup karena aku di lihat cewek cantik seperti dia, duh tapi sekarang aku sudah berbicara dengannya.

"Nama mu Shani kan?" Tanya ku untuk memastikan bahwa aku benar.

"Iya! By the way, kita sudah terlambat nih, hmmm boleh nggak aku ikut dengan mu ke sekolah" ujar Shani dengan senyum manisnya dan malu.

"Boleh! Ayo!" Ujar ku dengan pelan. Yes! Akhirnya aku bisa mengantar Shani ke sekolah, the best day ever.

Akhirnya aku dan Shani telah sampai di sekolah, untung pagar belum di tutup, fyuh selamat.

"Abi, bentar jam istirahat aku mau bicara sama kamu di kantin" ujar Shani.

"Apa?! Di kantin!" Seru ku terkejut sambil mematikan mesin motor ku

"Iya Bi aku tunggu ya" ujar Shani dengan senyumnya yang manis kemudian meninggalkan ku.

Aduh, kok dia mengajak ku berbicara di kantin ya, jantung ku berdetak dengan kencang, tenang Bi, aku juga tidak bisa menolak permintaannya, mungkin saja ini soal Vampir, yup Perhaps.

Sebenarnya aku sudah lama suka dengan dia tapi kita belum pernah berbicara satu sama lain, mungkin inilah saat yang tepat...

(Sudut Pandang Raja Vampir, Dennis)

Sialan, pagi yang sangat cerah ini membuat kami para kaum vampir tidak tahan untuk melihat cahaya matahari yang terlihat dari kaca sehingga ada 5 vampir yang tewas terbunuh oleh cahaya matahari tsb, cihh aku harus menutup kaca yang ada di atas gedung ini dengan asap hitam ku.

Akhirnya kaca itu sudah tertutup oleh asap hitam yang aku keluarkan dan markas ini pun menjadi sangat gelap hehehe tapi bagi kami para kaum vampir ini malah sangat bagus.

"Kerja bagus yang mulia, sekarang cahaya itu tidak akan membuat kaum vampir tewas" ujar Jaryu dengan senang.

"Cahaya kan gampang di halangi Jaryu, selama kita kaum vampir memiliki asap hitam atau Dark Power yang gelap, kita pasti bertahan hidup dan sulit untuk di bunuh hehehe" ujar ku dengan tawa yang licik.

The Vampire HunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang